BINUS UNIVERSITY

    Siap Berkontribusi di Era Metaverse, BINUS UNIVERSITY Jalin Kerja Sama dengan WIR Group

    Akhir-akhir ini, topik mengenai metaverse sangat ramai dibicarakan. Istilah “metaverse” menjadi sangat populer sejak Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaannya dari Facebook Inc. menjadi Meta Platforms Inc. Sebenarnya, kata metaverse pernah digunakan Neal Stephenson dalam novel Snow Crash (1992) dengan gambaran sama.

    Secara sederhana, metaverse dapat dipahami sebagai dunia virtual 3D yang dapat dimasuki oleh orang sungguhan dalam wujud avatar. Dalam dunia virtual ini, setiap orang dapat saling terhubung dengan dukungan perangkat khusus dan jaringan internet. 

    BINUS UNIVERSITY
    Sumber : Okezone

    Potensi Metaverse yang Sangat Besar

    Dunia metaverse menawarkan peluang yang sangat besar. Bisa dikatakan bahwa metaverse merupakan masa depan bagi aktivitas manusia. Hal tersebut juga disinggung dalam acara Studium Generale bertajuk “Berinovasi di Era Metaverse” yang diadakan BINUS UNIVERSITY pada 7 April 2022 lalu. 

    Salah satu narasumber yang diundang untuk membahas topik metaverse adalah Dr. Indrawan Nugroho, CEO & Co-Founder CIAS (Corporate Innovation Asia). Ia menyebutkan, ada banyak hal yang bisa dilakukan di dunia metaverse, yaitu bekerja, bermain, bersosialisasi, bahkan melakukan kegiatan jual beli.

    “Semua yang ada dalam metaverse itu adalah NFT, mulai dari pakaian yang dipakai oleh avatar kita, sepatunya, mobilnya, rumahnya, tanahnya, itu NFT semua. Itu bisa diperjualbelikan. Jadi akan ada ekonomi di sana. Bank juga akan bisa bermain di sana. Begitu orang berkumpul di sana, advertising company juga akan ada,” papar Dr. Indrawan.

    Pemaparan tersebut menegaskan bahwa metaverse memiliki potensi yang bisa dikembangkan sesuai tujuan masing-masing industri. Tidak heran jika semua pihak berlomba-lomba untuk masuk dan terlibat dalam dunia baru ini.

    Akan tetapi, ada setidaknya tiga hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjadi bagian dari metaverse, yaitu hardware, software, dan sumber daya manusia. Hardware adalah device yang dibutuhkan untuk mengakses metaverse, misalnya kacamata dan headset VR. Software adalah infrastruktur yang dibangun di metaverse.

    Sumber daya manusia adalah mereka yang berperan untuk menciptakan pengalaman berinteraksi di dunia metaverse. Kemampuan SDM yang memadai akan memungkinkan pembangunan metaverse sehingga bisa menjadi tempat yang ideal untuk melakukan berbagai aktivitas.

    Kontribusi BINUS UNIVERSITY di Era Metaverse

    Sebagai perguruan tinggi berkelas dunia, BINUS UNIVERSITY pun ingin ikut berkontribusi dalam perjalanan membangun metaverse di Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan kolaborasi dengan WIR Group, sebuah perusahaan yang fokus dalam pengembangan teknologi metaverse.

    WIR Group telah memiliki 5 paten global untuk Augmented Reality (AR) dan telah menjangkau lebih dari 153 negara di dunia. Perusahaan ini juga telah menuntaskan ribuan proyek terkait teknologi metaverse dan telah melayani hingga 20 negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Malaysia, Singapura, dan sebagainya. 

    Atas prestasi dan inovasi tersebut, WIR Group dinobatkan menjadi salah satu Metaverse Tech Companies to Watch in 2022 oleh Forbes GE. Sebagai salah satu upaya keterlibatan di era metaverse, BINUS UNIVERSITY pun menjalin kerja sama dengan WIR Group. 

    Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan MOU antara kedua pihak diharapkan bisa mengembangkan ekosistem metaverse di Indonesia. Dalam hal ini, tujuannya adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan kemampuan. 

    Persiapan sumber daya tersebut dapat dilakukan melalui proses pembelajaran yang ada di BINUS UNIVERSITY maupun melalui pengalaman mahasiswa ketika terjun langsung di dunia metaverse. Dari segi pembelajaran, pihak kampus menyediakan fasilitas dan kesempatan yang luas bagi mahasiswa untuk mempelajari bidang ini.

    Nah, bagi kamu yang tertarik untuk menggeluti dunia metaverse dan ingin terlibat di dalamnya, BINUS UNIVERSITY menawarkan peluang tersebut. Di kampus ini, kamu bisa mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman berharga sehingga siap menjadi bagian dari dunia metaverse yang sangat potensial pada masa mendatang.