BINUS UNIVERSITY

    7 Tips Memulai Digital Business Biar Cuan Sejak Awal

    Kalian tentu sudah tidak asing dengan nama William Tanuwijaya dan Andrew Darwis, kan? Ya, mereka berdua alumni BINUS UNIVERSITY yang sukses menjalankan digital business dengan produknya masing-masing. William dengan Tokopedia-nya, sementara Andrew dengan Kaskus-nya.

    Buat kamu yang masih menganggap bisnis digital itu sekadar membuka online shop, harus segera buang jauh-jauh pikiran tersebut. Faktanya, ada banyak jenis bisnis digital yang dapat ditekuni, mulai dari youtuber, content writer, konsultan digital marketing, hingga bisnis start-up seperti yang dilakukan William dan Andrew.

    Nah, jika kamu ingin mengikuti jejak mereka yang sukses dengan bisnis digitalnya masing-masing, berikut ini ada beberapa tips untuk memulai digital business yang bisa kamu terapkan.

    1. Bangun Mindset yang Benar

    Untuk membangun sebuah bisnis yang kuat, kita perlu mempersiapkan kerangka yang kuat pula. Dalam bisnis digital, salah satu kerangka tersebut adalah mindset atau pola pikir. Maka, sebelum memulai bisnis, kita harus membangun mindset yang benar terkait bisnis yang akan dijalankan.

    Mindset seorang pebisnis tentu berbeda dengan mindset pekerja atau karyawan. Berikut ini adalah beberapa pola pikir yang perlu dibangun seorang pebisnis: Untuk sukses, kita harus berani mengambil risiko, aktif mencari peluang baru, tidak berhenti belajar, memiliki visi yang besar, serta berorientasi pada tindakan.

    2. Temukan Partner yang Tepat

    Bisnis, terlebih bisnis digital, umumnya tidak bisa dijalankan sendiri. Apalagi kalau kita masih pemula. Kita memerlukan partner atau tim yang bisa diajak bekerja sama untuk mengembangkan berbagai ide hingga menjadi sebuah digital business yang utuh.

    Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk memiliki partner yang tepat. Ia harus seorang yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kita, sehingga kita bisa menjadi tim yang solid. Jika tidak demikian, biasanya bisnis yang dirintis akan sulit berkembang akibat banyaknya konflik internal.

    3. Munculkan Ide-Ide Segar dan Kreatif

    Bisnis digital juga tidak bisa lepas dari berbagai ide-ide baru yang masih segar sekaligus penuh inovasi. Karenanya, untuk memulai bisnis digital yang antigagal, kita perlu mengasah kreativitas agar bisa memunculkan ide-ide unik, bermanfaat, dan belum dipikirkan orang lain.

    Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti mengikuti pelatihan bisnis, melakukan brainstorming, mengkaji berbagai sumber pustaka, hingga melakukan percobaan-percobaan tertentu.

    Tanpa ide yang benar-benar fresh, business digital akan sangat sulit untuk dirintis, mengingat banyak pengusaha serupa yang telah mengembangkannya.

    4. Rumuskan Model Bisnis secara Detail

    Model bisnis dalam pengembangan bisnis digital sangat berkaitan dengan target yang dibidik untuk menjadi konsumen. Maka dari itu, perumusan model bisnis secara detail bisa dilakukan dengan menjawab empat pertanyaan dimensi pemilihan model bisnis.

    Hal tersebut meliputi who (siapa sasaran konsumennya?), what (apa produknya?), how (bagaimana cara mempertemukan produk dengan konsumennya?), dan why (mengapa model bisnis yang dibahas mampu memberi keuntungan?).

    5. Perbanyak Pengetahuan tentang Teknologi

    Tips ini mungkin yang akan menjadi pembeda dalam proses perintisan bisnis biasa dan digital business. Jika dalam bisnis biasa kita tak perlu terlalu mendalami dunia teknologi, dalam bisnis digital kita benar-benar harus memperdalam pengetahuan terkait hal tersebut.

    Basis utama bisnis digital adalah pemanfaatan teknologi secara maksimal. Oleh sebab itu, sebagai calon pengusaha di bidang digital, kita harus senantiasa mengasah pengetahuan terkait teknologi agar tidak ketinggalan informasi apa pun, khususnya terkait teknologi digital dan finansial (fintech).

    6. Tentukan Strategi secara Matang

    Saat bisnis digital sudah berhasil dirintis, tugas kita tidak serta merta selesai. Kita masih harus menentukan strategi yang matang untuk memastikan bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik.

    Contoh sederhananya, kita mengembangkan sebuah aplikasi berbasis smartphone. Setelah aplikasi bisa digunakan, kita harus membuat aplikasi tersebut diunduh oleh banyak orang. Di sinilah kita membutuhkan strategi marketing yang tepat.

    7. Terbuka dengan Segala Kritik dan Saran

    Terakhir, untuk menjadi pengusaha digital yang sukses, kita harus menjadi pribadi yang terbuka terhadap segala bentuk kritik dan saran yang dilayangkan. Terutama jika kritik dan saran tersebut berasal dari klien guna membangun bisnis digital kita agar ke depan menjadi semakin baik.

    Demikian beberapa tips yang bisa coba kamu terapkan untuk membangun bisnis digital. Jika masih penasaran dengan tips-tips lainnya, kamu bisa menyimak kegiatan talkshow seru yang diselenggarakan BINUS @Semarang. Dalam acara tersebut akan diulas cara-cara mencari cuan dari digital business bersama para ahli di bidangnya. Informasi lebih lanjut terkait acara bisa kamu simak di sini.