BINUS UNIVERSITY

    Alasan Penting di Balik Keharusan Belajar Bahasa Mandarin

    Mengutip laman resmi United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), terdapat 6000 hingga 7000 jenis bahasa yang ada di dunia saat ini. Salah satunya adalah Bahasa Mandarin. Seiring dengan berkembangnya perekonomian negara Tiongkok dari waktu ke waktu, Bahasa Mandarin menjadi alat komunikasi incaran banyak orang. Diperkirakan lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia telah mempelajari dan menguasai bahasa dari negeri tirai bambu ini.

    Bagaimana denganmu tertarik mempelajari bahasa ini? Ada banyak alasan penting di balik penguasaan Bahasa Mandarin bagi kemajuan karier juga kehidupan sosialmu.

    Belajar Bahasa Mandarin
    Sumber : Iblia Grogol

     

    Tren Pembelajaran Bahasa Mandarin yang Meningkat

    Dahulu, orang-orang hanya mengenal Bahasa Inggris sebagai satu-satunya alat komunikasi antar negara. Akan tetapi, kini kesadaran akan penguasaan bahasa asing sudah tidak lagi sebatas Bahasa Inggris saja. Masyarakat dunia mulai tertarik pada banyak bahasa negara lain, khususnya negara-negara dengan perekonomian kuat. 

     

    Seperti yang disinggung sebelumnya, Republik Rakyat Tiongkok memegang peranan penting perekonomian dunia. Kegiatan bisnis ini pulalah yang secara tidak langsung terus memengaruhi peningkatan minat pembelajar Bahasa Mandarin secara global.

     

    Faktanya, bahasa ini bukan hanya populer di kalangan negara-negara Asia Tenggara saja, tetapi juga dilirik oleh negara-negara maju di benua lain. Inggris, Australia, dan Amerika Serikat adalah sedikit contohnya. Ketiga negara ini telah melekatkan Bahasa Mandarin ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah berbagai level.

     

    Bahasa Bisnis dan Wisata Wajib

    Pernah beli sebuah produk di mana buku petunjuknya dipenuhi oleh tulisan Hanzi—karakter tulisan Bahasa Mandarin?

     

    Kalau mengecek buku petunjuk pembelian barang, kamu pasti selalu menemukan opsi Bahasa Mandarin berdampingan Bahasa Inggris di dalamnya. Ini membuktikan Bahasa Mandarin sudah sangat mendunia. Ditambah lagi dengan banyaknya produk-produk negeri Tiongkok yang merajai industri bisnis global membuat Bahasa Mandarin makin menunjukkan eksistensinya kepada penduduk dunia. 

     

    Selanjutnya, penduduk Tiongkok juga gemar berwisata ke luar negeri. Menilik jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia di laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok berada di posisi dua teratas dengan total kunjungan sebesar 2.139.161 tahun 2018 dan 2.072.079 tahun 2019. Kondisi ini tentu membuka peluang kerja di bidang pariwisata bagi mereka yang cakap Bahasa Mandarin.

     

    Kebudayaan yang Mendunia

    Mulai dari Shio, Cheongsam, hingga mi merupakan sedikit dari banyaknya tradisi dan budaya Tiongkok yang sudah mendunia. Nah, alasan penting lain dari belajar Bahasa Mandarin adalah tiap individu yang belajar secara tidak langsung juga akan mempelajari khazanah budaya China.

     

    Seperti yang dilakukan oleh sekelompok anak muda penggiat Bahasa Mandarin di BINUS UNIVERSITY ini, yang tergabung dalam komunitas bernama BINA NUSANTARA Mandarin Club (BNMC) dan memiliki agenda kegiatan penting seputar belajar bahasa sekaligus budaya mandarin.

     

    Selama dua puluh satu tahun berdiri (tepatnya tanggal 24 April 2000), puluhan bahkan ratusan aktivitas telah diadakan. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

    1. Chinese New Year Celebration, perayaan Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan tiap tahun ini mengajarkan para anggota BNMC tentang keluhuran nilai-nilai keagamaan masyarakat China. 
    2. Pengabdian pada Masyarakat (P2M), kegiatan belajar makin bermanfaat karena dibarengi dengan sesi berbagi ilmu pada sesama. Dalam pelaksanaannya, anggota BNMC sering kali mengadakan kegiatan mengajar gratis di sekolah, panti sosial, atau lainnya. Dengan begitu, keahlian bahasa dan pemahaman budaya Mandarin jadi makin tersebar luas. 
    3. Seminar dan international talkshow, aktivitas seperti ini membantu anggota BNMC untuk melatih kemampuan produktif bahasa targetnya, misal berbicara dan menulis. Selain itu, kehadiran peserta internasional, tepatnya warga negara Tiongkok, juga secara tidak langsung menambah pengetahuan tentang kebudayaan China dalam hal komunikasi. 

     

    Pada akhirnya, menguasai bahasa yang budayanya diketahui banyak oleh masyarakat global tentu akan menguntungkan. Pasalnya, kamu akan mendapatkan nilai lebih dibandingkan orang lain.