BINUS UNIVERSITY

    Ini 5 Keahlian yang Bikin Alumni Civil Engineering Sukses dalam Industri

    Menghadapi persaingan di era pasar bebas, sebuah negara harus memiliki penggerak pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, infrastrukturlah yang berada di garda terdepan roda perekonomian. Karenanya, keberadaan alumni Civil Engineering dibutuhkan untuk membangun infrastruktur berkualitas.

    Ruddy Yusuf adalah salah satu contoh lulusan terbaik Civil Engineering BINUS UNIVERSITY yang mempunyai keahlian mengembangkan infrastruktur. Berkat keahliannya tersebut, ia direkrut oleh perusahaan konstruksi dan kontraktor multinasional sebagai insinyur desain.

    Apakah kamu memiliki cita-cita seperti Ruddy Yusuf? Ini lima keahlian yang harus dikuasai.

    Alumni

    • Komunikasi dan Adaptasi

    Bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang adalah salah satu pekerjaan engineer. Tantangannya, engineer harus mampu menyampaikan setiap informasi pekerjaan dengan cara paling dapat dimengerti. Karena itulah, kemampuan komunikasi wajib dikuasai oleh alumni Civil Engineering.

    Kemampuan komunikasi juga dibutuhkan saat melakukan negosiasi maupun persuasi. Jika kamu memiliki cara berkomunikasi yang bagus, klien dari latar belakang mana pun mudah dipengaruhi. 

    Selain komunikasi, kemampuan beradaptasi dengan cepat pun harus dimiliki oleh engineer. Pasalnya, kamu akan bekerja di bawah tekanan sistem perusahaan maupun tuntutan masyarakat. Di samping itu, kemampuan menyesuaikan diri diperlukan agar engineer bisa menguasai bidang pekerjaan.

    • Keahlian Manajemen Konstruksi

    Salah satu cabang ilmu teknik sipil adalah membuat perencanaan proyek yang efektif dan efisien. Perencanaan tersebut dimulai dari menyusun anggaran biaya, jadwal pekerjaan, kebutuhan pekerja, material, hingga peralatan. Oleh karenanya, calon engineer harus menguasai keterampilan manajemen konstruksi.

    Tidak hanya menjalankan fungsi perencanaan, manajemen konstruksi juga mencakup pengawasan proses pekerjaan di lapangan. Artinya, seorang engineer harus mampu menjamin pekerjaan dilaksanakan sesuai metode yang benar. 

    • Software Teknik

    Pekerjaan teknik sipil kerap dituntut selesai secara sempurna dalam jangka waktu singkat. Untuk mempercepat proses pekerjaan, engineer membutuhkan software pendukung. Karena itu, kamu harus menguasai cara mengoperasikan perangkat lunak selama masih kuliah.

    Sebagai contoh, untuk menganalisis ketepatan struktur bangunan, kamu membutuhkan perangkat lunak, seperti ETABS, SAP2000, dan STAADPRO. Dengan software tersebut, biaya konstruksi dan kekuatan bangunan dapat diprediksi.

    Di samping software konstruksi, calon engineer juga harus mempelajari perangkat lunak geoteknik. Ilmu ini mempelajari tentang karakteristik tanah dan bebatuan. Dengan software, kamu bisa memprediksi seberapa kuat kedua benda tersebut dalam menanggung beban bangunan.

    Sementara itu, untuk menganalisis bangunan air, biasanya menggunakan software HEC-RAS. Menggunakan software ini, perencanaan bangunan air dapat disesuaikan dengan DAS dan curah hujan lokal.

    • Bahasa Inggris

    Apakah kamu pernah mendengar nama Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata? Beliau adalah sosok di balik suksesnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Beberapa proyek besarnya, antara lain Jembatan Ampera, Candi Borobudur, dan Pelabuhan Belawan.

    Tak hanya keahlian teknis yang membuatnya sukses, tetapi juga karena beliau menguasai bahasa asing. Dengan kemampuan tersebut, beliau bisa melakukan negosiasi dan memengaruhi banyak orang dari berbagai negara.

    Jadi, jika kamu ingin menjangkau perusahaan internasional, minimal mampu berbahasa Inggris. Biasanya, perusahaan tersebut memprioritaskan alumni perguruan tinggi dengan kemampuan Bahasa Inggris aktif.

    • Negosiasi

    Sebelum kemerdekaan Republik Indonesia digaungkan, muncul sosok yang berhasil menegosiasi dua kubu untuk bekerja sama. Ia adalah Kasman Singodimedjo, seorang negosiator ulung dengan keluhuran budinya. 

    Rupaya kemampuan bernegosiasi seperti Kasman Singodimedjo juga dibutuhkan di era modern. Sebagai contoh, seorang engineer ingin melakukan efisiensi biaya pembangunan. Berarti, ia harus cerdas ketika bernegosiasi dengan mitra penyedia bahan baku.

    Tentunya, dalam negosiasi, kamu wajib menahan diri dari emosi. Pasalnya, emosi bisa membawa dampak buruk bagi perusahaan maupun hubungan dengan klien. Jika banyak hal yang kurang sesuai, sebaiknya selesaikan secara baik-baik.

    Demikian ulasan singkat seputar keahlian yang harus dikuasai alumni Civil Engineering agar menjadi engineer tangguh. Salah satu perguruan tinggi dengan jurusan Civil Engineering terbaik adalah BINUS UNIVERSITY. Kamu tidak hanya mempelajari kemampuan teknis di universitas tersebut, tetapi juga soft skill sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja.