BINUS UNIVERSITY

    Wah, Ternyata Ekonomi dan Komunikasi Adalah Dua Bidang Paling Adaptif di Era Digital Lho

    Faculty of Economics and Communication (FEC) BINUS UNIVERSITY semakin memantapkan diri sebagai tujuan utama para calon mahasiswa. Tiga kelompok jurusan kuliah yang bernaung di bawahnya sama-sama berstatus unggulan sekaligus favorit lantaran mayoritas sudah terakreditasi A secara nasional. Bahkan, beberapa sedang mengajukan akreditasi internasional.

    Ingin tahu seperti apa profil FEC BINUS UNIVERSITY? Mari simak perbincangan menarik bersama Gatot Soepriyanto, S.E., Ak, M.Buss (Acc)., Ph.D. selaku Dekan FEC berikut ini.

    Program Favorit dan Unggulan

    Jurusan Kuliah

    Ada alasan mengapa seluruh program FEC bisa membuatmu bimbang saat harus memilih. “Program-program yang ada di FEC sungguh menarik dan aplikatif sehingga menjadi favorit calon mahasiswa,” ujar Dekan FEC membuka perbincangan.

    Secara umum, jurusan kuliah FEC dibagi menjadi tiga kelompok utama program.

    1. Accounting and Finance. Semua bisnis pasti membutuhkan akuntansi dan keuangan. Bisnis apa pun tidak bisa berjalan baik tanpa kehadiran lulusan jurusan ini.
    2. Ilmu Komunikasi. Semua individu, terlepas dari profesi, pekerjaan, dan pendidikan, memerlukan kecakapan dalam berkomunikasi. Komunikasi berperan penting dalam semua bidang.
    3. Tourism and Hospitality. Jalan-jalan, traveling, makan dan minum jadi aktivitas rekreasi yang dibutuhkan semua kalangan. Maka, perlu lulusan andal demi memastikan pelanggan mendapat pengalaman terbaik.

    Program-program tersebut sama-sama memiliki peran tak tergantikan dalam sendi kehidupan manusia. Meski kamu bimbang memilih jurusan, selalu ada jawaban untuk itu. “Tinggal kembali lagi ke keinginan mahasiswa mau jadi apa,” tutur Bapak Gatot.

    Kontribusi Aktif Civitas Academica FEC di Masyarakat

    Dekan FEC menegaskan, berbagai hal terkait pembelajaran, kurikulum, dan ruang gerak civitas academica FEC dirancang sebaik mungkin demi mewujudkan visi fostering dan empowering. Selain program studi yang unggul, FEC juga hadir melalui sumbangsih ke masyarakat. “Contoh, lewat kegiatan membantu penyusunan laporan keuangan dan perpajakan UMKM serta pengembangan desa wisata,” jelas Dekan FEC.

    Hal tersebut terbukti melalui deretan karya unggulan mahasiswa, dosen, maupun alumni FEC. Mahasiswa Ilmu Komunikasi mempunyai karya berupa social issues campaign terkait anti-bullying dan mental health awareness. Sementara, Binusian Hotel Management dan Accounting and Finance kerap menjuarai berbagai lomba di tingkat nasional maupun internasional.

    Dosen FEC juga punya sejumlah publikasi penelitian di jurnal internasional. Bahkan, program studi Akuntansi memperoleh kepercayaan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan untuk melakukan penelitian potensi perpajakan di Indonesia. Begitu juga para alumni yang sudah memberi dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat.

    Salah satunya adalah Yasa Singgih, alumni jurusan kuliah Ilmu Komunikasi. Yasa Singgih dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO Men’s Republic. Keberhasilan Yasa Singgih dalam membangun bisnis tersebut membuatnya masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia pada tahun 2018.

    Mengapa FEC Populer, Aplikatif, dan Relevan

    Ketika ditanyakan mengenai jurusan kuliah mana di FEC yang akan booming pada tahun mendatang, Dekan FEC menegaskan kembali bahwa semua program studi FEC populer, aplikatif, dan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi, ada tiga faktor eksternal yang berpengaruh besar pada pendidikan dan kualitas lulusan di masa mendatang, yaitu revolusi industri 4.0, masyarakat 5.0 (society 5.0), dan kondisi pasca pandemi.

    Ketiga faktor tersebut justru membuat semua program FEC semakin relevan lagi. “Saat kita bicara tentang data analytics dan internet of things, program Akuntansi dan Keuangan sudah lama bersentuhan dengan data dan teknologi yang berkembang. Jadi, mereka tidak lagi kesulitan mengikuti tren yang ada,” jelas Dekan FEC.

    Peran ahli komunikasi justru semakin penting. Society 4.0 menuntut adanya kebutuhan komunikasi yang intens dan berkualitas. Lulusan BINUS UNIVERSITY sudah pasti siap mengisi peran tersebut. Terakhir, bagaimana sektor pariwisata akan rebound cukup tinggi setelah pandemi usai. Ini akan mendongkrak kebutuhan pasar terhadap SDM terlatih dan siap kerja seperti yang dimiliki lulusan Hotel Management dan Tourism.

    Berangkat dari pandangan tersebut, Dekan FEC yakin sampai kapan pun semua jurusan kuliah FEC selalu mampu menjawab kebutuhan industri. Ia pun menaruh harapan besar kepada mahasiswa dan calon mahasiswa BINUS UNIVERSITY.

    Meskipun masa pandemi belum berakhir, diharapkan mahasiswa bisa menemukan rasa gembira dalam belajar melalui variasi model pembelajaran, dan komunikasi terkait layanan maupun masalah kejiwaan. “Tetap belajar, mengembangkan diri, dan berkarya dengan maksimal,” ujar Bapak Gatot.

    Bagi calon mahasiswa yang berminat memasuki BINUS UNIVERSITY, Bapak Gatot berpesan agar mereka tetap bersemangat, menjaga kesehatan, dan memaksimalkan potensi diri masing-masing. “Kembangkan bakat Anda masing-masing dan manfaatkan segala kesempatan yang ditawarkan BINUS dengan sebaik mungkin,” pungkas Dekan FEC menutup perbincangan.

    Jadi, apakah kamu sudah tahu ke mana harus memantapkan hati dari sekian jurusan kuliah FEC? Jika sudah, langsung saja daftarkan dirimu ke BINUS UNIVERSITY ya!