BINUS UNIVERSITY

    Pentingnya Agility: Sudah Cukup “Lincah” kah Pengelolaan Bisnis di Indonesia?

    BINUS Business School – Undergraduate Program (BBS-UP) memiliki reputasi sebagai sekolah bisnis berbasis ICT. Pembaruan kurikulum setiap program terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri nasional dan internasional akan lulusan dengan daya saing tinggi, terutama dalam menjawab tantangan bisnis era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

    Program studi BBS-UP terbagi dalam dua kelompok, yaitu Management dan Entrepreneurship. Pada kelompok Management, kamu bisa menjumpai program studi Management, Global Business Marketing, International Business Management, Business Creation, dan Business Management. Sementara, di kelompok Entrepreneurship terdapat program Creativepreneur dan Entrepreneurship-Business Creation.

    Mempersiapkan BINUSIAN untuk Bersaing Secara Global

    Daya Saing Tinggi

    Jika dilihat dari pilihan jurusan kuliah, kamu bisa melihat bagaimana BBS-UP mampu bertindak visioner dalam mempersiapkan Binusian dengan daya saing tinggi yang mampu berkompetisi secara global. Program studi dirancang agar tetap up-to-date mengikuti tren industri dan bisnis yang berkembang dari tahun ke tahun. Mahasiswa pun wajib memiliki pengetahuan terkini agar bisa beradaptasi dengan mudah.

    Dr. Ir. Hardijanto Saroso, M.MT., M.M. selaku dekan BBS-UP menjelaskan beberapa materi yang membuat BINUSIAN punya bekal mumpuni untuk terjun ke era Revolusi Industri 4.0 maupun Society 5.0. Mulai dari Dasar-dasar Transformasi Bisnis, Manajemen yang Adaptif, Digital Business, Business To Business Integration, Value Added Reseller, Business Remodelling, Digitalisasi Bisnis dan Operasi, hingga Business Analytics.

    “Semua adalah ragam materi yang menjadi pilihan top eksekutif atau entrepreneur dalam mendorong pertumbuhan atau pengembangan bisnisnya,” jelas Dekan BBS-UP membuka perbincangan. Perancangan kurikulum demikian membantu Binusian menghadapi dinamika perkembangan industri serta sistem informasi. Inilah mengapa mahasiswa membutuhkan keterampilan untuk beradaptasi, bertransformasi, dan berinovasi.

    Berdasarkan hal tersebut, BBS-UP memfokuskan kegiatan BINUSIAN pada lima titik. BINUSIAN harus siap berkarya dengan menerapkan pengajaran topik khusus berbasis Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, karya mandiri berbasis proyek dan pengajaran berbasis studi kasus, Enrichment Program, Multisite Campuses Experience, dan Creative Entrepreneurship Program.

    Berkontribusi dalam Kehidupan Masyarakat Sejak Awal

    Daya Saing Tinggi

    Adanya kelima program itu mendorong BINUSIAN semakin dekat pada aplikasi nyata guna menjawab kebutuhan bisnis masyarakat maupun industri. Bahkan, melalui program Enrichment, mahasiswa dapat menimba ilmu dari pengalaman magang, merintis bisnis, studi ke luar negeri, riset bersama dosen, maupun community development.

    “BINUSIAN akan menerima paparan ilmu pengetahuan dan keterampilan langsung dari praktisi di industri atau entrepreneur perusahaan startup,” jelas Bapak Hardijanto. Lebih lanjut, dirinya juga menyebut beberapa kontribusi nyata yang telah dilakukan Binusian di masyarakat.

    Sebut saja, pengembangan Desa Binaan di Sukabumi dan Lampung, pengembangan industri dry port di Bekasi, serta pengembangan UKM di Bekasi. Sebagian BINUSIAN juga berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan usaha serta pengembangan sumber daya beberapa sektor industri, seperti penyiaran, tourism, dan pasar modal, serta mendukung keberlangsungan industri otomotif di Cilegon.

    Dengan menjalani Program (2+1)+1, wawasan mahasiswa semakin terbuka, terutama melihat bagaimana sebetulnya kondisi pasar, bisnis, dan konsumen di berbagai daerah Indonesia. “Ini merupakan kesempatan bagi Binusian untuk belajar secara optimal dengan akses yang luas dari praktisi dan perusahaan terbaik dalam industri, sekaligus pelaku pasar di berbagai tempat,” ujar Bapak Hardijanto.

    Pesan untuk Mahasiswa dan Calon Mahasiswa BBS-UP

    Situasi pandemi mengubah banyak hal dalam perkuliahan maupun pendaftaran mahasiswa baru. Bapak Hardijanto yakin, program studi yang ditawarkan di fakultas ini tetap akan booming di tahun mendatang selama bisa menekankan pada tiga faktor, yaitu:

    1. Program harus update dengan kebutuhan industri
    2. Program ditata dengan kualitas baik dan menarik dipelajari
    3. Program dikomunikasikan dengan baik kepada calon mahasiswa, orang tua, dan industri.

    Kendati urusan komunikasi dengan calon mahasiswa dan orang tua terkait fasilitas dan suasana belajar sedikit terhambat, tetapi hal itu tidak mengurangi kesiapan BBS-UP melakukan pembelajaran jarak jauh seperti sekarang. Dukungan pengajar berpengalaman mendorong BBS-UP menyelenggarakan beberapa alternatif proyek yang bisa dilakukan di rumah.

    Akhir kata, Dekan BBS-UP berharap agar BINUSIAN tetap menjalankan kegiatan belajar dengan maksimal dan penuh semangat. Menjaga komunikasi dan terbuka menjawab kesempatan jadi modal berharga yang patut dipelihara demi mewujudkan lulusan dengan daya saing tinggi.

    Sementara, untuk calon mahasiswa yang berniat mendaftarkan diri ke BINUS UNIVERSITY, Dekan BBS-UP berharap mereka tetap belajar dengan baik sekalipun berada pada kondisi yang berat. “Selalu manfaatkan semua kesempatan yang ada agar bisa mengembangkan diri lebih baik,” tutupnya mengakhiri perbincangan.