BINUS UNIVERSITY

    Nayakalara Inovasi Robotik untuk Penanganan Pandemi Covid-19

    Pandemi COVID-19 menuntut berbagai pihak untuk bekerja sama dalam membatasi penyebarannya. Tim dosen dan pakar BINUS UNIVERSITY menanggapi hal ini dengan menciptakan Nayakalara, inovasi yang memadukan alat pendukung kerja kesehatan dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Hebatnya, inovasi tersebut dikerjakan hanya dalam hitungan hari!

    Bagaimana hebatnya robot ini dalam membantu mendukung kerja penghentian penyebaran COVID-19?

    Asal-Usul Robot Nayakalara

    Inovasi

    Inovasi Nayakalara berawal dari keprihatinan terhadap tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan saat menangani pasien COVID-19 yang terus bertambah. Tenaga medis dan staf rumah sakit menghadapi risiko terpapar virus setiap kali melakukan kontak dengan pasien, mulai dari memberi penanganan hingga mengantar makanan dan minuman bagi pasien yang menjalani isolasi.

    Tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Widodo, Dr. Ir. Alexander Agung Gunawan Santoso, Dr. Ir. Edi Irwansyah, Heri Ngarianto, dan Danu Widhyatmoko menciptakan desain robot untuk mengurangi kontak tenaga medis dan staf rumah sakit dengan pasien. Mereka memilih dua jenis tugas penting untuk dilakukan setiap robot: menyemprotkan produk disinfektan dan mengantar makanan. 

    Tim BINUS UNIVERSITY sukses menciptakan prototip kedua robot hanya dalam waktu empat hari. Mereka memberi kedua robot nama Nayakalara, yang bermakna “prajurit yang melawan wabah penyakit”. Robot Disinfektan dan Robot Pengantar Makanan secara resmi diluncurkan pada tanggal 1 Juli 2020, bertepatan dengan hari jadi BINUS UNIVERSITY yang ke-39. 

    Cara Kerja Robot Nayakalara

    Inovasi

    Bagaimana kedua inovasi unik ini bekerja? Berikut adalah penjelasannya.

    • Robot Disinfektan

    Robot Disinfektan berbentuk mirip penyedot debu dengan alat penggerak, tetapi dilengkapi dengan tangki berkapasitas delapan liter untuk wadah cairan disinfektan. Robot ini memiliki mekanisme penyemprot yang dapat menyemprotkan disinfektan hingga sejauh enam meter dalam bentuk pancaran melebar.

    Kehebatan robot ini adalah konstruksinya yang sederhana sekaligus teknologi pintarnya. Teknologi Bluetooth memungkinkan staf untuk mengendalikan robot ini dari jarak hingga 10 meter, cukup dengan ponsel pintar. Dengan Robot Disinfektan, staf dapat menyemprotkan disinfektan di berbagai titik tanpa terekspos cairan yang bisa mengiritasi kulit serta saluran pernapasan.

    • Robot Pengantar Makanan

    Siapa bilang inovasi robot hanya mengurus tugas-tugas rumit atau berbahaya? Robot Pengantar Makanan buatan tim BINUS UNIVERSITY memiliki wadah susun bertutup untuk mengangkut makanan, minuman, dan obat-obatan ke kamar pasien COVID. Staf dapat mengendalikan robot ini dengan teknologi Wi-Fi serta ponsel pintar. 

    Kehebatan lain robot ini adalah adanya alat sederhana tetapi efektif untuk meletakkan ponsel di atasnya. Tenaga medis dapat berkomunikasi dengan pasien dari jarak jauh menggunakan Zoom menggunakan ponsel tersebut. 

    Kedua robot ini merupakan inovasi yang sangat dibutuhkan justru karena kesederhanaan desain mereka. Robot Disinfektan dan Robot Pengantar Makanan dapat diproduksi serta diperbaiki dengan cepat demi memenuhi kebutuhan tenaga medis di berbagai wilayah. Mereka juga bermanfaat dalam mengurangi kontak antara pasien COVID dan tenaga medis, menurunkan risiko penularan.

    Perkembangan Robot Nayakalara

    Inovasi

    Robot Nayakalara saat ini telah terdaftar di SINTA, alat indeks teknologi internasional milik Kemenristek. Tim BINUS UNIVERSITY telah menyumbangkan dua pasang robot ke RSUD Koja dan RSPI Sulianti Saroso di Jakarta. BINUS UNIVERSITY juga mengejar target produksi 20 robot yang akan disumbangkan ke berbagai rumah sakit di area lain, misalnya di Bandung, Pekalongan, Bekasi, dan Jawa Timur.

    Tim yang bertanggung jawab terhadap pembuatan Nayakalara juga tidak berhenti di sana. Mereka menciptakan teknologi lain untuk mendukung kegiatan pengurangan penyebaran COVID, seperti COVID-19 Prediction and Monitoring Dashboard. Memadukan Kecerdasan Buatan dan komputasi statistik, teknologi ini membantu mendata tingkat perkembangan penularan COVID di berbagai wilayah dengan lebih akurat.

    Inovasi sekaligus kontribusi terhadap masyarakat memang telah menjadi prinsip pendidikan di BINUS UNIVERSITY. Robot Nayakalara adalah salah satu bukti kontribusi universitas bagi masyarakat untuk menghadapi kondisi sulit yang membutuhkan bantuan berbagai pihak.