BINUS UNIVERSITY

    Kontribusi Program Smart City untuk Pengembangan Daerah di Masa Depan

    BINUS University memperkenalkan konsep Kota Pintar atau Smart City sebagai bagian dari penerapan Internet of Things (IoT) di Indonesia. Program ini menyasar sederet aspek inti yang harus dilibatkan dalam pengembangan kota atau daerah, termasuk pemerintahan, infrastruktur, hingga masyarakatnya. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi kehidupan masyarakat di masa sekarang sekaligus bersiap menjawab tantangan global di masa depan.

    Teknologi informasi dan komunikasi menjadi hal penting yang diperlukan untuk menjalankan program Smart City. Dengan memanfaatkan teknologi ini, tujuan dari pengembangan Smart City akan dapat dicapai secara lebih mudah. Sistem yang sudah ada pun bisa ikut mengintegrasikan teknologi tersebut untuk meningkatkan pelayanan publik, memperbaiki kesejahteraan warga, serta mengelola kehidupan masyarakat sehari-hari.

    Komponen dan Indikator Smart City

    Masa Depan

    Agar bisa mempersiapkan kehidupan masyarakat di masa depan, Smart City harus melibatkan sejumlah komponen berikut:

    • Kesehatan (health)
    • Lingkungan (environment)
    • Energi (energy)
    • Keamanan (security)
    • Perkantoran dan perumahan (office and residential building)
    • Administrasi masyarakat (administration)
    • Industri dan usaha (industries)
    • Sistem transportasi (transport and mobility)

    Dari sejumlah komponen di atas, terciptalah enam indikator Smart City yang bisa dijadikan tolok ukur pengembangan program-programnya:

    1. Smart Environment, berpusat pada manajemen sumber daya alam dan penggunaan energi alternatif untuk mengurangi kerusakan maupun pencemaran lingkungan. Beberapa program yang bisa dijalankan sesuai indikator ini adalah manajemen penggunaan air bersih serta manajemen pengelolaan sampah.
    2. Smart Government, berpusat pada peran pemerintah sebagai fasilitator pengembangan Kota Pintar. Indikator ini sering pula dihubungkan dengan regulasi pemerintah untuk mendukung aktivitas warganya, termasuk regulasi yang dibuat untuk membantu mengembangkan usaha masyarakat.
    3. Smart Economy, berpusat pada kerja sama pemerintah dan masyarakat agar dapat menarik investor untuk pengembangan kota atau daerah. Indikator ini juga ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil serta kehadiran lapangan kerja baru untuk masyarakat usia produktif.
    4. Smart People, berpusat pada peningkatan kualitas masyarakat atau sumber daya manusia. Salah satu cara efektif untuk mencapai indikator ini adalah dengan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat yang tinggal di daerah sasaran program Smart City. 
    5. Smart Living, berpusat pada peningkatan kualitas hidup masyarakat yang ditandai dengan semakin mudahnya akses menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, serta sarana dan prasarana penunjang kehidupan.
    6. Smart Mobility, berpusat pada pengembangan fasilitas transportasi yang dapat memudahkan mobilitas warga. Pembangunan MRT dan LRT di kota besar seperti Jakarta adalah salah satu contoh implementasi dari indikator ini.

    Pengembangan Program Smart City di Berbagai Daerah

    Masa Depan

    Saat ini, beberapa program Smart City dari BINUS UNIVERSITY sudah mulai dikembangkan di berbagai daerah untuk menyiapkan tatanan hidup yang lebih efisien di masa depan. Berikut adalah beberapa contoh penerapannya.

    • Layanan e-Health, e-Kios, dan SWAT di Kota Surabaya

    Sebagai ibu kota provinsi, Surabaya menjadi pelopor penerapan teknologi Smart City di wilayah Jawa Timur. Kota ini tercatat sudah mengembangkan sejumlah layanan publik yang terintegrasi dengan teknologi.

    Beberapa di antaranya adalah aplikasi e-Health untuk memudahkan pendaftaran pasien di puskesmas dan rumah sakit, layanan e-Kios untuk urusan perizinan masyarakat, serta program Solid Waste Transportation (SWAT) yang membuat sistem pengangkutan sampah menjadi lebih efisien.

    • Layanan e-Punten di Kota Bandung

    Ibu kota provinsi lainnya yang mulai menerapkan program Smart City adalah Bandung. Di wilayah berjuluk Kota Kembang ini telah ada sebuah program bertajuk e-Punten yang memudahkan pencatatan kependudukan. Dengan pendataan melalui e-Punten, warga pendatang yang tinggal di Kota Bandung tetap bisa terdata tanpa harus mengubah informasi pada KTP-nya.

    • Layanan e-Planning di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara

    Dikembangkan melalui teknologi Yii2 berbasis PHP, program e-Planning yang diterapkan di Humbang Hasundutan menyasar sistem perencanaan ekonomi daerah sebagai target utamanya. Aplikasi ini digunakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah untuk menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja di daerah tersebut.

    Untuk saat ini, program Smart City memang masih berupa rintisan yang baru diterapkan di sejumlah daerah tertentu. Namun, sebagai universitas berkelas dunia yang unggul dalam pemanfaatan teknologi, BINUS University selalu siap mengembangkan program-program berbasis sistem Kota Pintar untuk ikut menciptakan kehidupan Indonesia yang lebih baik di masa depan.