BINUS UNIVERSITY

    Kontribusi Kerja dan Karya Lulusan BINUS untuk Bangsa

    Tercatat hampir setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia meluluskan sekitar 10.000 mahasiswa dengan latar pendidikan yang beragam. Berdasarkan data tersebut, seharusnya hampir semua sektor industri di negara ini bisa diisi dengan sumber daya manusia lokal berkualitas.

    Namun kenyataannya, sebagian perusahaan masih ada yang lebih tertarik merekrut pekerja asing dengan alasan klasik, bahwa mereka lebih profesional. Stereotype semacam ini seharusnya tidak perlu diungkapkan lagi. Mengingat setiap tahun, kualitas pendidikan Indonesia terus meningkat ke arah yang lebih baik.

    Terlebih, sekarang banyak sekali universitas yang memiliki mahasiswa berkualitas mumpuni dan terjamin mampu bersaing di industri global. Salah satunya adalah BINUS University. Nama BINUS memang tidak bisa diremehkan. Soal lulusan siap kerja, kampus ini tidak perlu diragukan lagi.

    Kontribusi Kerja Lulusan BINUS

    Kontribusi Kerja

    Menurut situs resminya, setiap tahun BINUS meluluskan sekitar 2.000 mahasiswa dengan berbagai latar belakang pendidikan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% merupakan lulusan S1. Dilihat dari statistika daya serap perusahaan di Indonesia, kemungkinan dari 2.000 mahasiswa tersebut untuk tidak mendapatkan pekerjaan cukup besar.

    Karena di Indonesia saja, terdapat ratusan universitas negeri dan swasta yang setiap tahun meluluskan sekitar 1.000 sampai 3.000 mahasiswa, ditambah mahasiswa dari universitas luar negeri yang memutuskan untuk kembali dan bekerja di Indonesia. Namun, pada kenyataannya, BINUS mampu mematahkan bias ini.

    Melalui program 2+1+1 , yaitu 2 tahun kuliah di kampus BINUS asal, 1 tahun kuliah di kampus BINUS lain, dan 1 tahun enrichment program, mahasiswa BINUS diharapkan siap terjun di dunia kerja. Jadi, saat lulus nanti, mereka benar-benar kompeten dan mampu memberikan kontribusi kerja positif terhadap perusahaan yang merekrut.

    Keberadaan Enrichment Program 2+1+1 ini terbukti tidak sia-sia. Hingga saat ini, tercatat sekitar 75% mahasiswa BINUS telah bekerja di berbagai perusahaan lokal maupun asing, bahkan sebelum mereka wisuda. Beberapa bahkan telah direkrut Unicorn (startup dengan valuasi mencapai USD 1 miliar) di Indonesia.

    Tidak hanya itu, beberapa lulusan BINUS bahkan mampu membangun perusahaan mereka sendiri dan menyediakan lapangan kerja bagi ribuan calon karyawan di negara kita. Salah satu alumni BINUS dengan kontribusi kerja nyata adalah William Tanuwijaya, pendiri sekaligus CEO Tokopedia.

    Karya Lulusan BINUS untuk Bangsa

    Kontribusi Kerja

    Tokopedia merupakan salah satu startup Indonesia yang mampu meraih gelar Unicorn bersama tiga startup lain yaitu Gojek, Traveloka, dan Bukalapak. Kenyataan bahwa pendiri salah satu Unicorn di Indonesia adalah lulusan BINUS merupakan kebanggaan tersendiri.

    William Tanuwijaya adalah beberapa dari 49% alumni BINUS yang telah bekerja di perusahaan berkelas internasional atau menjadi enterpreneur. Perjuangan William Tanuwijaya tidak instan. Pengusaha asal Pematang Siantar ini mengawali startup-nya dengan modal terbatas.

    Berbekal ide menyediakan platform jual beli online gratis, William merilis Tokopedia secara resmi pada Agustus 2009 dengan bantuan investor dan pendiri lainnya, Alpha Edison. Sejak itu, Tokopedia berkembang pesat dan meraih penghargaan sebagai e-commerce terbaik di Indonesia.

    Hingga akhirnya saat ini, platform jual beli online yang awalnya hanya memiliki empat pegawai tersebut, berkembang menjadi salah satu Unicorn kebanggaan Indonesia dan termasuk yang paling maju di Asia Tenggara. Kontribusi kerja semacam ini jelas membanggakan tidak hanya bagi almamaternya, BINUS, tetapi juga Indonesia.

    Selain William Tanuwijaya, BINUS juga memiliki lulusan lain yang tidak kalah sukses, yaitu Kieandy Susanto co-owner PT. Indonesia Global Solusindo (ISGS)—salah satu perusahaan berbasis TI yang cukup maju di negara kita. Tidak hanya di Indonesia, ISGS juga cukup punya nama di pasar TI global.

    Baik William Tanuwijaya maupun Kieandy Susanto merupakan bukti bahwa lulusan BINUS tidak hanya mampu menjadi karyawan dengan kualitas mumpuni, tetapi juga enterpreneur yang sanggup menyediakan lapangan kerja sehingga angka pengangguran di Indonesia bisa dikurangi.

    Jadi, tertarik untuk belajar di BINUS?