Kreativitas memang tak ada batasnya. Selama mampu menggali ide-ide yang tak biasa, karya-karya memikat dan berkarakter pasti akan hadir. Itulah yang dilakukan Faza Ibnu Ubaydillah Salman atau lebih populer dengan nama Faza Meonk. Ia seorang komikus lulusan BINUS University yang menciptakan karakter Si Juki.

Ciptakan Karakter Si Juki yang Populer

Mahasiswa

Butuh waktu cukup lama bagi Faza untuk menciptakan karakter Si Juki hingga dikenal masyarakat. Si Juki adalah tokoh utama dalam komik Ngampus!!! Buka-bukaan Aib Mahasiswa, terbitan Bukune pada 2011. Komik ini laris manis. 

Para pembaca juga dapat berinteraksi dengan tokoh “Juki” di Twitter. Akun yang dibuat Faza untuk mempromosikan karakter komiknya ini berisi cuitan-cuitan dengan karakter yang khas.

Faza menciptakan karakter Juki karena ingin mengubah pola pikir orang pada umumnya. Ia ingin agar orang yang terlihat aneh juga bisa diterima. Berbalut karakter khas Indonesia, tokoh komik ini menjadi fenomenal pada masa itu. Tokoh yang diciptakannya berbeda dengan karakter mancanegara yang trendi atau karakter lokal yang membumi.

Pertama kali merilis karyanya, Faza memberi judul komiknya DKV. Saat itu, ia memang berstatus sebagai mahasiswa DKV dan hanya berniat “mengejek” rekan-rekannya. Ternyata, respons yang diterima dari teman kampus sangat baik. Banyak yang merasa terhibur karena kontennya menarik.

Ingin mendapatkan dampak yang lebih luas, Faza mengunggah komik tersebut ke media sosial Facebook dan forum Kaskus. Dalam beberapa bulan, jumlah penggemarnya melonjak. Inilah modal bagi Faza untuk mengajukan naskah komik ke penerbit. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya ia memilih untuk bekerja sama dengan Bukune.

Keberhasilannya memikat pembaca membuat Faza tidak perlu khawatir setelah lulus kuliah. Ia berharap dapat fokus mengembangkan karakter komik sehingga tidak terpikir untuk bekerja di tempat lain. 

Komik memang telah menyatu dengan kehidupan Faza sejak kecil. Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia pernah menjual komik buatannya sendiri dalam bentuk sederhana. Setelah bergabung dengan komunitas komik, bakatnya makin tersalurkan. 

Karya Seni Menjadi Bisnis

Mahasiswa

Menjadi mahasiswa BINUS University, Faza memiliki kesempatan berkarya yang lebih besar. Hal ini tak lepas dari visi universitas yang ingin membentuk lulusannya sehingga dapat bersaing di pasar global. Salah satunya, para mahasiswa DKV Animasi yang diasah agar lebih kreatif dan inovatif. 

Faza lulus DKV Animasi pada 2013. Setelah lulus, selain aktif sebagai komikus yang menciptakan cerita-cerita menghibur, ia juga mendirikan Pionicon Management, yaitu manajemen kekayaan intelektual berbasis karakter. 

Melalui Pionicon ini, Faza membantu para komikus agar dapat mengekspresikan karyanya dalam berbagai medium ke khalayak umum. Jadi, ia tidak hanya mengurus karakter Si Juki, tetapi juga beberapa karakter lain. 

Kekayaan intelektual pada sebuah karya dinilai berpengaruh penting terhadap keberhasilan karya itu sendiri. Hal itulah yang selalu ditekankan Faza, termasuk ketika sedang mengajar di almamaternya. Mata kuliah yang diajarnya adalah pembuatan karakter dan cara mempopulerkannya di media sosial. 

Bukan hanya kekayaan intelektual, keunikan konten pun perlu menjadi perhatian. Faza melihat bahwa Indonesia memiliki budaya serta ciri yang sangat khas serta bisa ditampilkan menjadi sesuai yang unik di mata pembaca. 

Tak ketinggalan, strategi dalam membidik target harus tepat. Salah satu yang dilakukan Faza adalah selalu memperbaharui konten di media sosial secara gratis. Itu merupakan cara untuk mengumpulkan penggemar. Setelah fans terbentuk, barulah ia menjual komik sekaligus merchandise, mulai dari kaos, pin, gelang, atau stiker. 

Strategi ini termasuk berhasil, Faza mengaku dapat meraup untung puluhan juta per bulan dari proyek Si Juki. Nah, apakah kamu juga tertarik untuk mengikuti jejak Faza yang sukses menyalurkan hobi sekaligus mendapat pemasukan? Kamu bisa mulai dengan mendaftar ke DKV Animasi BINUS University.