BINUS UNIVERSITY

    AURA: Seizure Helper, Pentingnya Kemudahan Pertolongan Pertama dan Destigmatasi terhadap Pengidap Epilepsi

    Epilepsi merupakan suatu kondisi yang menyerang sistem saraf pusat (neurologis) di mana mengakibatkan gangguan aktivitas pada bagian otak manusia sehingga menjadi tidak normal, yang menimbulkan efek seperti kejang hingga hilang kesadaran bagi para penderitanya. Umumnya pada pengidap epilepsi, kejang bisa terjadi lebih dari sekali alias berulang di waktu yang sama atau di waktu berbeda. Dalam banyak kasus, epilepsi berlangsung secara spontan dan singkat, dengan gejala yang dialami seperti melamun, menatap satu titik terlalu lama, kemudian gerakan menyentak yang tidak dapat terkendali pada tangan dan kaki pada saat kejang, terjadi hilang kesadaran sepenuhnya atau sementara, gejala psikis, mengalami kaku otot pada sebagian anggota tubuh (wajah, lengan, kaki) atau keseluruhan, kemudian kejang yang diikuti oleh tubuh berdampak pada hilang kesadaran secara tiba-tiba, yang bisa menyebabkan pendertianya tiba-tiba terjatuh. Tentunya bagi para penderita epilepsi sangat membutuhkan bantuan dengan pertolongan dari orang sekitar.

    Untuk dapat memberikan solusi bagi penderita epilepsi, kini telah dirancang sebuah aplikasi khusus untuk membantu para penderita epilepsi, telah hadir aplikasi Aura: Seizure Helper. Aplikasi ini merupakan hasil karya salah satu tim lulusan Apple Developer Academy@BINUS. Apple Developer Academy@BINUS merupakan sebuah wadah yang mumpuni bagi generasi muda yang berpotensi dan mampu dalam memenuhi kebutuhan dari permasalahan social di masyarakat luas, salah satunya kebutuhan bagi pengidap epilepsi untuk mendapatkan pertolongan langsung dari orang lain ketika kejang terjadi dengan saat yang sama, melalui aplikasi Aura, yang berfungsi untuk pelayanan perawatan darurat dan de-stigmatisasi untuk orang Indonesia dengan penyakit epilepsi.

    Aplikasi Aura bekerja bagi penderita epilepsi dengan menginformasikan orang di sekitarnya atau pendamping mereka ketika serangan kejang akan terjadi dan diberitahu hanya dengan mengetuk sebuah tombol didalam aplikasi, lalu akan ada suara yang muncul dari aplikasi. Kemudian aplikasi ini juga menyediakan panduan dengan memberikan gambaran saat penderita epilepsi yang tengah kejang dalam bentuk GIF dan audio. Ketika peringatan kejang dikirim ke kontak darurat, lokasi dan status kejang diberikan dalam pemberitahuan tersebut. Aura akan memberikan lokasi rumah sakit terdekat. Setiap peristiwa kejang akan disimpan di log, sehingga akan lebih banyak detail, mulai dari durasi, suasana hati, pemicu dan lainnya.

    Ide dari pembuatan aplikasi Aura: Seizure Helper ini berawal dari kisah pribadi yang dialami oleh Tio Perdana Ismail atau yang akrab disapa John Keating sang pencetus ide dari aplikasi Aura yang tersterinspirasi ketika saudara kembarnya, Dio, yang mengidap sakit epilepsi meninggal dunia, di mana penyedia layanan kesehatan lokal saat itu keliru mendiagnosis epilepsi yang Dio alami.

    Diharapkan dengan hadirnya aplikasi Aura, John Keating dan tim pengembangnya sebagai developer lulusan dari  Apple Developer Academy@BINUS, memiliki keyakinan penuh melalui aplikasi ini akan menjadi suatu warna yang baru dengan pemanfaatan teknologi, agar para penderita epilepsi dapat memperoleh bantuan secara tepat ketika terjadi serangan, lewat panduan dari aplikasi yang bisa dilihat oleh orang di lingkungan mereka, dan kini aplikasi Aura sudah tersedia dan dapat di unduh melalui App Store.