BINUS UNIVERSITY

    Guru SD di Era Digital Harus Punya 5 Keterampilan Ini!

    Pendidik di era digital, terutama guru SD yang menangani pendidikan dasar, kini menghadapi tantangan tersendiri. Mereka dituntut untuk bisa mengajar generasi digital native yang telah akrab dengan jaringan internet dan berbagai jenis teknologi sejak lahir.

    Untuk mengimbangi karakteristik siswa digital di masa sekarang, guru SD harus memiliki sejumlah keterampilan tertentu. Pengajar yang menguasai lima skill digital dan global berikut ini akan bisa mengajar dengan kreatif dan lebih percaya diri sekaligus mengimbangi para pembelajar di masa depan.

    1.  Terampil Membuat Media Pembelajaran yang Menarik

    Keterampilan

    Selain materi belajar, media pembelajaran memegang peran yang tak kalah penting untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan jauh dari kesan bosan. Oleh karena itu, guru SD di era digital dituntut untuk memiliki keterampilan menciptakan teaching media yang bisa menarik perhatian siswa digital native.

    Dalam hal ini, kreativitas menjadi hal yang wajib dimiliki guru atau calon guru. Media pembelajaran yang diciptakan harus bersifat multimodal atau hadir dalam berbagai format. Kamu harus bisa membuat media visual berupa diagram atau infogram, media audio semacam Podcast atau audio books, atau media audio-visual seperti video pembelajaran.

    2.  Terampil Memanfaatkan Media Sosial dalam Konteks Pendidikan

    Keterampilan

    Media sosial adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan bagi siswa SD digital native, terutama mereka yang tinggal di perkotaan. Umumnya, mereka menghabiskan sebagian besar waktu luang di rumah untuk menjelajahi feed media sosial pribadi.

    Untuk mengimbangi karakteristik siswa yang sudah mengenal media sosial sejak dini, guru tentu harus mampu beradaptasi. Guru yang bisa memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan siswa akan menciptakan hubungan bersifat personal engagement di luar kelas.

    Keterampilan tersebut makin dibutuhkan di masa pandemi seperti saat ini. Guru yang bisa memanfaatkan media sosial dalam konteks pendidikan pastinya akan lebih mudah untuk berinteraksi dengan siswanya ketika pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan secara sempurna.

    3.  Terampil Menggunakan Search Engine untuk Mencari Materi Pembelajaran

    Keterampilan

    Textbook bukan lagi “kitab suci” utama bagi pengajar dan pembelajar di era digital. Materi pembelajaran yang tersedia luas di jaringan internet kini menawarkan konten yang lebih beragam dan up-to-date. Karena itu, guru—terutama pengajar Sekolah Dasar—harus terampil menggunakan search engine untuk mencari dan memilih konten terbaik yang bisa mendukung aktivitas belajar. Hal tersebut harus bisa dilakukan secara efektif dan efisien.

    Keterampilan menggunakan konten global sebagai bagian dari sumber pembelajaran akan memudahkan guru untuk mengembangkan materi. Kamu juga bisa menemukan bahan bacaan, latihan, hingga aplikasi yang mendukung topik-topik tertentu dalam kegiatan belajar.

    4.  Terampil Menciptakan Game-Based Learning

    Keterampilan

    Menciptakan game-based learning dengan mengajak siswa belajar sekaligus bermain adalah keterampilan lain yang harus dimiliki guru SD di era digital. Victorian Department of Education and Training yang berpusat di Victoria, Australia, menyebutkan jika pembelajaran yang dipadukan dengan aktivitas bermain bisa menstimulasi siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis yang diperlukan di jenjang pendidikan selanjutnya.

    Jenis games yang dimainkan saat sesi pembelajaran harus memiliki tujuan yang dapat mendukung kemampuan berpikir tersebut. Kamu bisa menciptakan learning games yang menuntut siswa untuk memecahkan masalah, membuat keputusan dengan cepat dan tepat, mengembangkan kreativitas mereka, hingga melakukan kolaborasi bersama teman sekelas.

    5.  Terampil Berbahasa Asing

    Keterampilan

    Bahasa asing juga menjadi elemen penting dalam pendidikan di era digital, termasuk di jenjang pendidikan dasar. Guru SD yang beradaptasi dengan perkembangan global harus bisa menciptakan pembelajaran bersifat bilingual.

    Setidaknya, guru harus menguasai skill bahasa Inggris dasar untuk bisa menjalankan pembelajaran yang lebih beragam. Kemampuan ini juga bisa digunakan ketika mencari konten atau menyusun media untuk mendukung kegiatan belajar.

    Bersama program Primary Teacher Education (Pendidikan Guru Sekolah Dasar—PGSD) BINUS UNIVERSITY, seluruh keterampilan di atas bisa kamu pelajari selama sesi perkuliahan.

    Program unggulan tersebut menciptakan lulusan pendidik yang berwawasan luas, berjiwa kreatif, serta mampu beradaptasi dengan kurikulum nasional maupun internasional. Dengan begitu, tantangan pendidik di era digital bukan lagi hal yang sulit untuk ditaklukkan.