BINUS UNIVERSITY

    Menjawab Tantangan Kepemimpinan bagi Generasi Millenial di Era Digital dan Kenormalan Baru

    Jakarta, 2 September 2020 – Saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan beragamnya masalah yang makin menantang dan kompleks. Hal tersebut diiringi dengan terjadinya pergeseran dalam gaya kepemimpinan seiring dengan perkembangan teknologi yang mengubah pola kehidupan manusia di seluruh belahan dunia. Tidak ada batas minimum bagi pemuda mendapat amanah besar di kursi pengambil kebijakan dan pada level strategis di dalam pemerintahan. Selain ketidakpastian dan ketidakjelasan. Level kepemimpinan lintas sektor sudah harus berani memberikan ruang berkembang dan bertumbuh bagi calon pemimpin di perusahaan atau organisasinya. Generasi Milenial yang berpotensi, perlahan sudah harus diberikan kesempatan dalam ruang formal untuk mengambil peran sebagai pengambil kebijakan (Rahman, 2019).

    Hal tersebut mendorong adanya suatu diskusi dan pemaparan mengenai kepemimpinan yang saat ini telah banyak dipegang oleh generasi Milenial dan keadaan dunia yang sudah jauh berubah dari keadaan sebelumnya, dimana generasi-generasi sebelumnya memimpin. BINUS UNIVERSITY dalam mewujudkan visinya untuk membina dan memberdayakan Nusantara, berinisiatif untuk menyelenggarakan acara studium generale yang bertujuan untuk memberikan pemaparan dan edukasi terkait leadership generasi Milenial. Studium generale yang berjudul “Millenials and the New Era of Leadership” ini dilaksanakan pada tanggal 2 September 2020 pukul 14.00-15.30 via aplikasi Zoom Meeting. Bapak Armand Wahyudi Hartono selaku Wakil Presiden Direktur Bank BCA dan Bapak Stephen Wahyudi Santoso BSE, MSIST selaku President of BINUS Higher Education hadir sebagai narasumber.

    Keduanya merupakan leader yang telah sukses menjadi sosok pimpinan di organisasinya masing-masing dan hingga saat ini masih aktif menjabat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjadi ruang diskusi dalam menjawab tantangan yang dihadapi generasi Milenial dalam menjadi pemimpin di era sekarang. Acara studium generale dipandu oleh Ibu Meyliana, S.Kom, M.M., selaku Vice Rector Global Employability & Entrepreneurship sebagai moderator. Setelah pembukaan dari moderator, pemaparan materi dimulai oleh Bapak Armand Wahyudi Hartono selaku Wakil Presiden Direktur Bank BCA. Presentasi diawali dengan kondisi terkini pandemi COVID-19 yang mempengaruhi berbagai sektor di Indonesia.

    Pandemi COVID-19 tersebut membawa banyak perubahan dan opportunity, bagi yang tidak siap, harus sesegera mungkin menyesuaikan diri, terutama para pemimpin dalam perusahaan. Keadaan yang tidak menentu serta perubahan yang terjadi, baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal perusahaan, mendorong pemimpin untuk memiliki kelincahan atau agility. Seorang pemimpin harus mampu mengajarkan orang-orang yang dipimpinnya untuk mengambil keputusan dengan bijak dalam tarafnya masing-masing.

    “Pemimpin harus bisa membantu tim-timnya mengambil keputusan. Ajarkan proses membuat keputusan karena dalam situasi seperti ini tim-tim itu terpisah. Team leader tolong ajarkan. Kita di BCA kita ajarkan, ayo dong bagaimana setiap tim bisa mengambil keputusan.” Ungkap Bapak Armand.

    Kemudian, Bapak Armand Hartono juga turut membagikan strategi-strategi kepemimpinan yang diterapkan oleh BCA, terutama di masa Pandemi COVID-19 ini. Dalam mengambil keputusan di tengah masa yang sulit, para pemimpin di BCA menerapkan framework pengambilan keputusan untuk melihat keputusan mana yang penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, serta yang tidak penting dan tidak mendesak. Masing-masing tentunya mempunyai strategi yang harus ditetapkan. Pemimpin harus mampu membantu timnya membuat urutan prioritas dari yang pendek, sedang, dan jangka panjang. Bagi BCA, prioritas utamanya adalah sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalamnya atau people.

    “Pertama-tama kita memprioritaskan people first. Pastikan Tim BCA sendiri paham bagaimana mengamankan diri. Gunakanlah teknologi untuk membuat education-nya dan pemimpin harus terlibat. Ing Ngarsa Sung Tuladha, pemimpin harus menjadi contoh.” Ungkap Bapak Armand.

    Kemudian, pemaparan materi dilanjutkan oleh Bapak Stephen Wahyudi Santoso BSE, MSIST selaku President of BINUS Higher Education. Dalam pemaparannya, Bapak Stephen Wahyudi menyampaikan bahwa core services dari BINUS adalah pelayanan untuk para generasi Milenial, Y, Z, dan Alpha. Hal tersebut dikarenakan BINUS merupakan lembaga pendidikan yang melayani dari kalangan usia pre-school hingga perkuliahan. Selain itu, Bapak Stephen juga turut membagikan strategi serta hal-hal yang diterapkan oleh BINUS dalam rangka menghadapi era kenormalan baru setelah pandemi dan juga transformasi digital. Berbagai program dan event banyak diselenggarakan selama masa work from home supaya keterlibatan dan motivasi para Binusian tetap tinggi.

    BINUS menerapkan nilai kepemimpinan yang open mind dan open communication, serta mengurangi keformalan dan birokrasi. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kualitas dan kepemimpinan terbaik bagi seluruh Binusian. Salah satu wadah komunikasi terbuka yang dapat dilakukan antara Binusian dan pimpinan di BINUS adalah melalui platformLetter for Leader’.

    “Dari sini ada banyak cerita, banyak sharing, banyak input, yang komplain juga ada. But those are very useful inputs. Some of the policy yang kita implement, especially in the last 6 months, adalah dari input-input ini.” Jelas Bapak Stephen mengenai ‘Letter for Leader

    Melalui berbaga pemaparan yang diberikan, peserta yang terdiri dari generasi Millenial, Y, maupun Z, diharapkan dapat menjadi pemimpin yang inovatif agar mampu memimpin organisasi atau perusahaannya dengan sukses di Era Industri 4.0 ini. Kemampuan adaptif juga sangat diperlukan, mengingat banyaknya hal-hal tak terduga yang bisa terjadi dan berdampak bagi perusahaan, seperti adanya pandemi global COVID-19 di tahun 2020 ini. Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang sangat besar bagi banyak perusahaan, oleh karena itu para generasi Millenial diharapkan dapat memetik pelajaran dari para leader yang memimpin di tengah masa pandemi agar semakin adaptif, inovatif, dan lincah (agile).