BINUS UNIVERSITY

    Investasi dan Kultur Jepang Semakin Meningkat di Indonesia, Kemahiran Bahasa dan Pemahaman Budaya Jepang Semakin Dibutuhkan

    Jakarta, 11 September 2020 – Jepang saat ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit turis Indonesia. Kebudayaan Jepang juga telah sejak lama masuk ke Indonesia melalui film, fashion, kuliner, dan aspek-aspek lainnya (Projo, 2020). Begitu pula sebaliknya, banyak wisatawan asal Jepang yang berkunjung ke Indonesia dan banyak juga bisnis-bisnis asal Jepang yang beroperasi dan berinvestasi di Indonesia. Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yang memiliki pemahaman mendalam mengenai kebudayaan Jepang dan juga keterampilan berbahasa Jepang. Selain itu, SDM juga harus mampu beradaptasi dan berinovasi di tengah era yang modern dalan Era Industri 4.0, dimana banyak pekerjaan dapat dilakukan oleh robot dan mesin, salah satunya penerjemah.

    BINUS UNIVERSITY, sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi membina dan memberdayakan masyarakat Indonesia dan dunia, hadir dengan program studi (prodi) Japanese Literature atau Sastra Jepang. Prodi ini merupakan bagian dari Faculty of Humanities BINUS UNIVERSITY dan tersedia di BINUS GREATER JAKARTA di Kampus@Kemanggisan. Prodi Sastra Jepang BINUS UNIVERSITY hadir dengan kurikulum yang mempersiapkan BINUSIAN menjadi profesional yang ahli berbahasa Jepang, memiliki wawasan luas mengenai budaya Jepang, mempunyai softskills yang terbaik, serta mampu beradaptasi dan berinovasi dalam era digital Industri 4.0. Prodi Sastra Jepang BINUS UNIVERSITY telah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT.

    Berbagai mata kuliah dalam prodi ini telah disusun untuk membekali BINUSIAN dengan keahlian membaca, mendengar, berbicara, dan menulis dalam bahasa Jepang. Berbagai contoh mata kuliah dalam prodi Sastra Jepang BINUS UNIVERSITY antara lain, Japanese Language (1 – 4), Writing and Reading Japanese characters (1 – 4), Speaking and Listening (1 – 4), Images of Japan, Japanese Society and Culture, Japanese Computer (1 – 2), Japanese History, Modern and Classical Japanese literature, Experiencing Japanese Culture, Business Manners, Japanese Language Competency Test (Level 3 and 4), Japanese Phonology and Morphology, Analysis of text (1 – 2), Intermediate Japanese Characters (1 – 2), Composition and Speech (1 – 2), Translation from Indonesian to Japanese and Japanese to Indonesian, Contemporary Japanese Society, Japanese Syntax, Japanese Semantics, Advanced Japanese (1 – 2), dan masih banyak lagi.

    Selain itu, prodi Sastra Jepang juga menghadirkan Elective Subject yang wajib dipilih dan diikuti pada semester ke-5. Elective Subject ini bertujuan untuk membekali BINUSIAN dengan pengetahuan praktikal dalam berbisnis ataupun pekerjaan-pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan kebudayaan Jepang. Dalam prodi ini terdapat dua pilihan stream atau peminatan, yakni Translating yang berfokus pada penerjemahan karya seni dan sastra Jepang, dan Office yang lebih berfokus pada keterampilan pekerjaan perkantoran dan organisasi. Tidak hanya itu, BINUSIAN juga turut dibekali dengan ilmu entrepreneurship, bahasa Indonesia dan Inggris untuk bisnis, dan pendidikan karakter Pancasila, Kewarganegaraan, dan Agama.

    Setelah mengikuti perkuliahan di kelas selama 4 semester, BINUSIAN akan mengikuti Enrichment Program yang bertujuan untuk mempekaya wawasan dan menambah pengalaman BINUSIAN dalam bekerja langsung di lapangan, baik itu di perusahaan, komunitas, maupun dalam menjadi entrepreneur. Kemudian, setelah lulus BINUSIAN dapat menempuh jenjang karier sebagai Japanese Public Speaker, Japanese Business Correspondent, Japanese Interpreter and Translator, Japanese Public Relations Officer/ Guest Relation Officer, Travel / Tourism Consultant, Hospitality Service, dan masih banyak lagi. Ketika sudah berkarier atau berbisnis di masa depan, BINUSIAN diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilannya untuk memajukan perekonomian Indonesia dengan semangat membina dan memberdayakan, serta mampu terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan industri di tengah zaman yang selalu berubah.