BINUS UNIVERSITY

    Pentingnya Softskills Pada Masa Industri 4.0

    Jakarta, 13 Agustus 2020 – Bagaimana cara mengembangkan skills kita agar tidak tersingkirkan dari industri 4.0? Disaat industry 4.0 mulai booming yaitu mengenai robot yang bisa mengerjakan segala macam pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia. Dari industri 4.0 ini kita harus belajar untuk mengasah kreativitas serta menjaga sopan santun dan etika, karena robot tidak mempunya hal tersebut. Oleh karena itu kita diharuskan untuk memiliki kreativitas yang luar biasa agar tidak tersingkirkan oleh mas industry 4.0 ini.

    Menurut Bu Triscia, “ kunci kata untuk melatih softskills adalah ‘ train yourself ‘ maka dari itu harus dilakukan berulang-ulang, repeat. If you don’t repeat that, gak akan mantap hasilnya “. Softskills adalah fokus pada kebiasaan seseorang, karakter, personality seseorang. Melatih softskills dilakukan dengan cara ‘ train yourself

    Sebagai Binusian, mengasah softskills itu mudah, yang pertama dengan bersosialisasi karena keseharian kuliah, organisasi, project class, events, dan diskusi kelompok belajar. Kedua, sebagai mahasiswa, kita harus selektif dalam memilih aktivitas, karena keuntungan yang didapatkan akan berbeda. Contoh dalam suatu kelompok atau organisasi, jangan hanya menjadi sebagai anggota, tetapi terus naik menjadi leader, pemimpin dan president dari organisasi tersebut. Karena benefit yang didapatkan dari masing – masing posisi tersebut berbeda – beda. Ketiga, kita harus bisa menyeimbangkan prioritas.

    Bagaimana cara menentukan softskills pada lapangan pekerjaan? Yang pertama pastinya kita harus tau apa interest kita terhadap sesuatu sehingga tidak salah dalam pemilihan jurusan, lalu apa yang kalian suka lakukan secara berulang – ulang, karena setelah lulus dari perkuliahan kita akan bekerja pad alapangan pekerjaan yan tersedia di bidang kalian dan pekerjaan itu dilakukan secara berulang – ulang dengan tujuan agar enjoy dan bisa berkarir dalam hal tersebut.

    Apa yang dilihat suatu perusahaan terhadap calon pekerjanya? Pertama, banyak perusahaan yang akan melihat IPK (GPA), aktif dalam berorganisasi karena ada softskills yang terkait di dalam berorganisasi tersebut, lalu pekerja yang bisa bekerja di dalam tim, percaya diri, respect, dan berkomitmen.

    Menurut Bu Meyliana “ pekerjaan yang dilakukan oleh robot adalah pekerjaan yang memiliki ketahanan fisik, kita pasti kalah dengan robot. Kita hanya bisa bekerja maksimum 8jam, sedangkan robot bisa bekerja 36jam tanpa nonstop tidak masalah. “ selain itu, pekerjaan yang bisa dilakukan oleh robot seperti presisi, dan pekerjaan yang dilakukan secara berulang – ulang.

    Oleh karena itu, kreativitas dan softskills sangat dibutuhkan pada masa industri 4.0 ini. Hal ini dikarenakan jika seluruh pekerjaan manusia bisa digantikan oleh robot yang dengan pasti pekerjaannya akan lebih teliti dan terjamin daripada hasil kerja manusia, maka kita harus memiliki hal yang tidak dimiliki oleh robot tersebut.