BINUS UNIVERSITY

Potensi Probiotik Pada Dadih, Pangan Tradisional Minang Sebagai Objek Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Universitas BINA NUSANTARA

Jakarta, 19 Oktober 2019 – Indonesia kaya akan berbagai jenis pangan tinggi karbohidrat yang berpotensi sebagai pangan pokok pengganti beras dan tepung. Ditambah lagi rempah dan tanaman yang berkhasiat sebagai obat banyak ditemukan di Indonesia. Selain itu ada juga jenis pangan fungsional melalui pemberdayaan pangan lokal, keanekaragaman hayati tanaman seperti umbi-umbian, buah-buahan, sayuran dengan kandungan fitonutrien dan senyawa bioaktif serta konsumsi makanan fermentasi tradisional untuk membentuk mikrobiom yang sehat.

Dadih, salah satu pangan fermentasi tradisional asal Sumatera Barat, adalah produk fermentasi susu kerbau menyerupai yogurt, melibatkan bakteri asam laktat yang berasal dari susu kerbau, terbukti sebagai novel probiotik, yaitu bakteri baik yang apabila dikonsumsi dalam jumlah memadai memberikan efek positif bagi kesehatan inangnya, L. plantarum IS-10506 dan E. faecium IS-27526 asal dadih, terbukti bersifat probiotik dan mampu menstimulir kekebalan tubuh, meningkatkan status gizi dan menekan alergi pada anak balita.

Prof. Ir. Ingrid Suryanti Surono, M.Sc., Ph.D, Faculty Member BINUS UNIVERSITY yang sejak tahun 1992 mendedikasikan dirinya meneliti probiotik yang terdapat pada dadih dan hari ini Beliau akan dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap Universitas BINA NUSANTARA dalam bidang Pangan Fungsional.

Bertempat di Auditorium BINUS UNIVERSITY Kampus Anggrek, acara ini dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia; Perwakilan LLDIKTI Wilayah III; Senat serta Pimpinan Universitas BINA NUSANTARA; keluarga serta tamu undangan yang terdiri dari Pimpinan perguruan tinggi serta rekanan industri.

“Terima kasih kepada Kemenristekdikti dan LLDIKTI Wilayah III yang telah mengangkat saya sebagai Guru Besar. Terima kasih juga kepada Yayasan BINA NUSANTARA, Rektor BINUS UNIVERSITY, Senat Guru Besar BINUS UNIVERSITY, dan seluruh sivitas akademika yang telah memberikan saya kesempatan menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhan Guru Besar ini”, ucapnya.

Orasi tersebut juga Beliau persembahkan khususnya untuk rekan seprofesi, kolaborator riset di berbagai Universitas di Indonesia, Jepang, Singapura, Finlandia dan Belanda, mahasiswa, masyarakat serta industri. Diharapkan Orasi ilmiahnya dapat memberikan motivasi, inspirasi dalam meneliti, dan inovasi di bidang teknologi pangan bagi pengembangan pangan fungsional yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi pangan fungsional sehingga menjadi budaya makan sehat dalam diet sehari-hari, untuk mendukung pemeliharaan kesehatan masyarakat, disamping upaya mendukung program diversifikasi pangan dalam menunjang ketahanan dan kemandirian pangan di Indonesia.

BINUS UNIVERSITY terus berkomitmen membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. Selain meningkatkan kualitas sistem akademik dan prasarana, tenaga pengajar dan sivitas akademika pun terus ditingkatkan, salah satunya dengan meningkatkan jumlah Guru Besar. Diharapkan Guru Besar dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.