BINUS UNIVERSITY

Perspektif SDM Kompetitif di Era Revolusi Industri 4.0

 

Oleh : Prof. Widodo Budiharto*

Widodo Budiharto, Profesor di Bidang Kecerdasan Buatan
Universitas Binus, Jakarta

Pendahuluan

Seperti kita ketahui, Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Bapak Ki Hadjar Dewantara atau nama aslinya yang dikenal sebagai Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, beliau adalah pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ucapan beliau yang terkenal dan mampu membangkitkan semangat para guru dan pendidik adalah “Guru adalah pejuang tulus tanpa tanda jasa mencerdaskan bangsa”. Selain itu, semboyan yang terkenal lainnya dari beliau adalah “Tut Wuri Handayani, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso”. Ing Ngarso Sung Tulodo artinya menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan. Beliau mendirikan Perguruan Taman Siswa yang merupakan sebuah tempat yang memberikan kesempatan bagi rakyat biasa untuk dapat menikmati pendidikan yang sama dengan orang-orang dari tingkat perekonomian yang lebih mapan atau memiliki “strata” yang lebih tinggi di masa tersebut. Tanpa jasa beliau yang gigih mencerdaskan dan membangun bangsa, mungkin saat ini kita masih terbelakang di dalam dunia pendidikan.

SDM Kompetitif di Industri 4.0

Pengantar di alenia atas tadi menggambarkan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, kompeten dan beretika merupakan aset berharga bangsa Indonesia. Memiliki SDM yang kompetitif juga merupakan harapan institusi di bidang pendidikan. Era industri 4.0 bercirikan kebutuhan akan SDM yang terampil digital untuk menopang penerapan industri 4.0 yang kental dengan bidang kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI). Pendidikan adalah modal dasar menciptakan SDM dan bidang yang sangat terpengaruh positif dari hadirnya AI. Sebagai contoh, di kampus penulis, mahasiswa yang mengambil semester pendek sudah tidak perlu lagi hadir (menggunakan online learning) agar dapat meningkatkan waktu interaksi dan kebersamaan antara mahasiswa dengan keluarga. Selain itu, materi pembelajaran yang sangat menarik dapat dibagikan (sharing) menggunakan Video Based Learning dan blended learning yang dapat diakses siapa saja untuk memeroleh gelar kesarjanaan dan sertifikat kompetensi.

Sistem rekomendasi cerdas (recommender system) akan banyak digunakan di Universitas guna pemilihan materi yang sesuai kebutuhan dan meningkatkan kecepatan pemahaman mahasiswa pada mata kuliah yang dipelajarinya. Oleh karena itu, penulis berpendapat, ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan oleh institusi terkait bagi bangsa Indonesia untuk dapat memeroleh SDM yang kompetitif di industri 4.0:

  1. Disediakannya berbagai beasiswa dan tugas belajar dari pemuda-pemudi terbaik bangsa untuk belajar ke luar negeri agar menghasilkan SDM yang kompetitif di masa depan dalam 5-10 tahun ke depan. Bidang terapan untuk dapat mengembangkan sekolah kejuruan dan penguasaan teknologi digital untuk siap industri 4.0 dan mampu menghadapai society 5.0 juga perlu mendapatkan prioritas utama.
  2. Dibukanya kelas pendidikan online yang free, berkualitas, dan bersertifikat bagi masyarakat.
  3. Pembinaan pendidik dan dosen muda untuk magang di institusi yang lebih mapan yang dibina oleh pendidik senior di dalam negeri.
  4. Pelibatan pendidik, dosen, dan Aparat Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti program-program terapan yang berpotensi meningkatkan soft skills dan penguasaan teknis ke industri-industri terbaik di dunia.
  5. Memberikan kemudahan bagi para cerdik cendekia kita yang tinggal di luar negeri untuk mau balik membangun bangsa.

SDM yang kompetitif dapat dilihat dari luarannya yang sangat dibutuhkan dan terserap oleh pihak yang membutuhkan, kemampuan menciptakan inovasi serta menjadi agen perubahan di lingkungannya. Dengan 5 program di atas, penulis berpendapat bahwa kemampuan kompetensi yang dimiliki oleh pendidik, dosen, dan Aparat Sipil Negara(ASN) dapat ditingkatkan dengan lebih terarah sesuai dengan minat mereka. Semoga program-program yang sudah sangat baik dan telah dilaksanakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan Pemerintah selama ini dapat terus  ditingkatkan untuk mewujudkan SDM kompetitif yang lebih banyak dan memiliki kualitas yang lebih baik.

Penutup

Sebagai penutup, penulis yakin bahwa niat suci para pendahulu kita di dalam memajukan bangsa Indonesia melalui pendidikan perlahan dan pasti akan terwujud, asalkan kita semua berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur yang telan ditanamkan dan selalu meningkatkan kompetensi kita.

“Dedikasi dalam bekerja dan inovasi dalam berkarya menghasilkan prestasi.”

Widodo Budiharto 

Sumber : Majalah Ristekdikti Vol.9.I.2019 Halaman 28 – 29