BINUS UNIVERSITY

?GO GLOBAL? BERSAMA BINUS UNIVERSITY

BINUS UNIVERSITY melalui Jurusan International Marketing menyelenggarakan seminar internasional dengan topik Be A Global, yang secara lebih spesifik membahas tentang Cross Culture Management. Seminar yang diadakan pada Kamis (19/3) menghadirkan Prof. Harold Van Oevelen, seorang profesor dan dosen dari University of Applied Science in Rotterdam, Belanda.
Seminar ini diselenggarakan atas kerjasama International Marketing Community of BINUS (IMCB) dan Jurusan International Marketing BINUS UNIVERSITY. Seminar ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan BINUSIAN tentang perbedaan budaya yang akan dihadapi oleh mereka ketika AFTA 2015 tiba. ?Seminar ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada BINUSIAN bagaimana seharusnya menyikapi perbedaan budaya yang akan terjadi ketika AFTA 2015 diselenggarakan?. Ucap Albert Tantoso, salah satu penyelenggara seminar.
Dalam seminar tersebut, Prof. Harold Van Oelhen memberikan materi tentang perbedaan budaya yang terjadi antara satu negara dengan negara lainnya. Secara lebih spesifik dalam presentasinya juga disampaikan perbandingan-perbandingan budaya antara beberapa negara, diantaranya tentang perbedaan gaya perubahan suara dan gaya komunikasi verbal, kemudian juga dibahas tentang bagaimana sebuah hubungan dibangun dari hubungan publik menuju hubungan pribadi, hingga perbedaan jarak nyaman atau distance of comfort antara negara Jepang, Italia, Perancis, dan Meksiko. Para peserta seminar menjadi semakin meriah ketika ditayangkan video-video menarik yang mendukung pemaparan presentasi yang disampaikan oleh Prof. Harold Van Oevelen.
Diharapkan setelah mengikuti seminar ini, BINUSIAN menjadi semakin mengerti tentang trik dan langkah terbaik untuk menjadi entrepreneur dan pelaku marketing yang go global. Tidak hanya sampai disana, namun go global yang dilengkapi juga dengan pemahaman perbedaan budaya negara-negara lain. Seminar ini sangat penting sebab dalam menghadapi AFTA 2015 pembelajaran tentang perbedaan budaya menjadi sangat penting. (AS)