• Welcome to Character Building BINUS UniversityWebsite ini hadir sebagai wadah untuk menginformasikan pengetahuan dan nilai yang berkaitan dengan komitmen CBDC membentuk karakter manusia Indonesia yang berparadigma cerdas, kritis, religius, toleran, inklusif, etis, bijak, nasionalis, patriotis. Media yang berikhtiar menyuarakan seluas dan sedalam mungkin hal-hal yang berkaitan dengan karakter, “SOUND OF CHARACTER”.

PROGRAM

Program yang dikembangkan di Character Building Development Center (CBDC) pada dasarnya mendukung visi dan misi Universitas Bina Nusantara. Secara khusus Program yang dikembangkan Character Building Development Center (CBDC) Binus University mengelola dan mengembangkan Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) yang diajarkan kepada mahasiswa dan para Binusian yakni Character Building Pancasila, Character Building Kewarganegaraan dan Character Building Agama. CBDC juga aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan juga program-program untuk pengembangan diri (self development) dosen dan mahasiswa. Mengembangkan juga model-model teaching learning activities seperti pembelajaran di luar kelas berbasis project, pengembangan soft skill di kelas dan juga diskusi kritis melibatkan civitas academica Binus dan juga masyarakat luas/publik.

TAJUK

Tim Piala Thomas Juara dan Nasionalisme Kita

October 17, 2021

Oleh: Frederikus Fios Lagu Kebangsaan Indonesia Raya akhirnya berkumandang gempita di Arena Kejuaraan Thomas Cup Denmark malam ini, Minggu (17/10). Indonesia kembali memastikan meraih Piala Thomas di ajang kejuaraan 2021 ini setelah tunggal putra kedua, Jonathan Christi alias Jojo berhasil mengalahkan lawannya asal Tiongkok, Li Shi Feng dalam pertarungan yang berlangsung sangat menegangkan selama 3 set (21-14, 18-21 dan 21-14). Menyaksikan pertarungan live melalui Televisi membuat kita harap-harap cemas. Saya sempat berteriak ketika melihat Jojo banyak melakukan kesalahan sendiri di set kedua. Di set Pertama Jojo menang mudah atas lawannya yang bermain cukup tenang. Di set kedua terlihat Jojo banyak melakukan kesalahan sendiri, sehingga kemenangan diraih pemain Tiongkok. Jojo bangkit di set ketiga lalu mengakhiri game dengan menang atas pemain peringat 65 dunia asal Tiongkok itu. Kita berbangga karena sudah 19 tahun Piala Thomas gagal kita raih. Dan di tahun 2021 kali ini, pada event Piala Thomas Denmark, Indonesia berhasil meraihnya. Selamat untuk tim piala Thomas Indonesia, para pemain, pelatih dan semua pendukung serta tentu seluruh masyarakat Indonesia. Di tengah usaha bangsa ini keluar dari persoalan Covid 19 yang masih melanda negeri ini, raihan juara ini menjadi oase bagi kebangkitan dunia bulu tangkis tanah air kita. Setelah cukup lama mengalami paceklik juara Thomas Cup, Indonesia hampir putus asa karena berpikir kejayaan kita hanya di masa lalu, dan bukan masa kini dan masa depan. Tiongkok selalu menjadi momok yang menakutkan dan sekaligus mengganjal langkah Indonesia untuk meraih prestasi di ajang Thomas Cup. Dan malam ini, Tim Tiongkok harus akui, rela dan ikhlas melepaskan Piala Thomas dibawa pulang ke tanah air Indonesia ini. Rakyat dan masyarakat Indonesia senang, bersyukur dan berbangga karena raihan ini menunjukkan bahwa kejayaan bulu tangkis kita masih ada. Estafet dan tradisi juara Thomas Cup masih menjadi milik kita. Raihan piala Thomas malam ini pun seolah menyatukan kita sebagai bangsa, menyatukan kita sebagai Indonesia, menyatukan kita sebagai Nusantara. Raihan Piala Thomas malam ini menjadi suatu kekuatan dan simbol yang dapat membangkitkan rasa nasionalisme bangsa dan juga patriotisme kita. Kiranya raihan Piala Thomas malam ini melecut anak-anak muda bangsa ini untuk terus mengembangkan diri, bakat dan cita-cita mereka untuk mengharumkan bangsa ini dengan berbagai cara yang dapat mereka lakukan. Raihan Thomas Cup malam ini juga menunjukkan bahwa kita memiliki potensi pemain hebat yang dapat didapatkan dari berbagai penjuru Nusantara ini. Banyak anak muda berbakat dapat ditemukan mulai dari Sabang sampai Merauke. Tinggal pemerintah dan para pemerhati bulu tangkis berkomitmen tinggi untuk membina dan melatih anak muda kita untuk terus berprestasi. Kita belajar bahwa sebagai bangsa Indonesia, kondisi sulit seperti saat ini walau diterpa Covid 19 tidak boleh jadi hambatan dan rintangan untuk berprestasi. Kerja sama tim, kolaborasi, sportivitas, persatuan, kekompakan, saling memotivasi dan saling percaya tentunya merupakan modal penting yang berkaitan dengan ikhtiar membangun karakter tim yang kuat. Karakter kerja sama tim yang kuat dapat menjadi suatu kekuatan yang dapat menciptakan transformasi, prestasi dan kesuksesan. Selamat untuk tim Thomas Cup Indonesia, jayalah Indonesia selalu!  

BUKU

Bagian ini berisi kumpulan buku - buku hasil karya dari Dosen Character Building Development Center BINUS University

PANCASILA

Aplikasi Game Pancasila untuk Meningkatkan Nasionalisme Generasi Muda di Tengah Covid*

October 12, 2021

Oleh:  Talia Atara, Mahasiswa Binus University, NIM : 2440093053 Indonesia merupakan negara yang beraneka ragam. Rasa nasionalisme dan persatuan tentunya merupakan hal yang sangat penting patut dijaga demi keutuhan bangsa Indonesia. Namun menjaga keutuhan bangsa tentu tidaklah mulus. Kerikil tajam radikalisme dapat mengarahkan kita ke jalan yang salah dan sikap intoleransi yang menyebabkan konflik horizontal di antara anak bangsa. Isu-isu yang membahayakan persatuan bangsa Indonesia seringkali disebabkan oleh pemahaman salah, artikel hate speech, atau bahkan berita-berita yang tidak benar alias hoax. Pandemi COVID-19 saat ini juga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan kesatuan bangsa Indonesia. Penggunaan gadget meningkat selama masa pandemic merupakan fakta tak tersangkalkan. Hal ini tentunya membuat masyarakat khususnya kaum muda milenials semakin aktif menggunakan sosial media. Banyak hal tidak benar yang dapat diakses oleh masyarakat apalagi anak muda yang masih labil. Kesalahpahaman dapat terjadi jika generasi muda hanya melihat suatu hal dari satu sisi melalui sosial media. Dari suatu kesalahpahaman mengenai suatu hal, radikalisme dan rasa intoleransi juga dapat terjadi. Menurut KBBI, radikalisme merupakan paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan dan drastis. Radikalisme dapat terjadi karena kurangnya pemahaman kritis dan rasa nasionalisme kita terhadap negara. Tantangan yang dapat kita hadapi saat ini adalah sikap intoleransi yang terjadi karena kurang kuatnya spirit nasionalisme kita. Oleh sebab itulah, maka rasa nasionalisme sangat penting untuk ditingkatkan di tengah masyarakat terutama pada diri generasi muda penerus bangsa. Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam suku dan budaya di dalamnya. Negara Indonesia memiliki ribuan pulau yang terpisah oleh daratan dan lautan. Hal-hal tersebut membuktikan kekayaan dan keberagaman negara Indonesia. Keberagaman yang ada di Indonesia merupakan hal yang patut dibanggakan. Akan tetapi, adanya keberagaman terkadang membawa masyarakat ke dalam perpecahan yang dapat menimbulkan berbagai konflik horizontal. Perbedaan-perbedaan yang seharusnya memperkaya, terkadang malah menjadi musibah bagi kebersamaan kita sebagai sebuah bangsa. Pandemi Covid-19 merupakan suatu peristiwa di mana corona virus menyebar dan membuat masyarakat harus lebih banyak berdiam di rumah. Kondisi pandemi Covid-19 ini dapat menambah kemungkinan terjadinya konflik pada waktu yang tidak tepat. Hal ini dapat terjadi karena kesalahpahaman yang lebih mudah terjadi di media sosial. Pandemi ini tentunya menambah aktivitas online masyarakat khususnya dalam konteks kita di Indonesia. Meningkatnya aktivitas online, tentunya dapat menyebabkan peningkatan penggunaan media sosial juga. Peningkatan penggunaan media sosial cenderung terjadi di kalangan generasi muda Indonesia. Penggunaan media sosial dengan rasa peduli dan pengetahuan terhadap negara yang kurang, dapat menjadi hal yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Banyak kesalahpahaman yang dapat terjadi dari sebuah foto atau cuplikan yang ada di video, jika hanya dilihat dari satu sisi. Radikalisme, sikap intoleransi, hate speech, dan hoax dapat terjadi karena suatu kesalahpahaman di antara anak bangsa ini. Generasi muda yang sedang berada pada fase pencarian identitas dan jati diri serta eksistensi pribadi (di antara umur 17 hingga 24 tahun) rentan akan penyebaran radikalisme melalui sosial media. Apalagi jika kurang adanya sikap kritis dan filter etis yang baik. Hal ini diungkapkan oleh Wawan Hari Purwanto, Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN). Penyebaran radikalisme yang terjadi dapat semakin meluas apabila rasa nasionalisme tidak diperkuat. Sikap intoleransi juga dapat menyebar melalui jejaring media sosial. Foto atau video yang menyerang suku, budaya, ras, atau agama tertentu dapat menyebabkan tumbuhnya sikap intoleransi. Generasi muda yang aktif bersosial media pun dapat terkena dampak dari hal tersebut. Kesalahpahaman mengenai suatu suku, budaya, ras, atau agama dapat memunculkan rasa tidak suka (dislike) yang berakhir pada sikap intoleransi. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada generasi muda yang ikut menyebarkan sikap intoleransi kepada generasi muda lainnya. Hal tersebut dapat terjadi karena ketidakpedulian terhadap bangsa Indonesia. Ujaran kebencian atau hate speech juga dapat muncul di kalangan generasi muda. Berdasarkan Wikipedia, ujaran kebencian atau hate speech adalah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, etnis, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan, agama, dan lain-lain. Ujaran-ujaran kebencian itu dapat dengan mudah terekspos di media sosial. Terdapat beberapa generasi muda yang menyerap suatu informasi dengan mudah tanpa benar-benar memahami tentang hal yang ia serap.  Apalagi, di media sosial orang sering hanya melihat dari salah satu sudut pandang saja, maka hal tersebut tentunya dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kesalahpahaman yang semakin intens. Kesalahpahaman yang tidak teratasi dengan arif dan bijak dapat berakibat pada perpecahan antar kelompok dan golongan di dalam masyarakat Indonesia. Berita hoax merupakan hal yang tidak kalah penting untuk dibahas. Menurut Wikipedia, berita hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Berita sejenis ini merupakan hal yang saat ini banyak menyebar di masyarakat. Belum lagi karena semakin banyak orang yang menggunakan media sosial, berita hoax menjadi lebih mudah tersebar. Penyebaran berita semacam ini tentunya buruk bagi keberlangsungan persatuan dan kesatuan di negara Indonesia, karena hal tersebut dapat menyebabkan perpecahan di antara anak bangsa. Tidak sedikit generasi muda yang ikut andil dalam pembuatan dan penyebaran berita hoax. Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya rasa peduli terhadap persatuan Indonesia yang dapat diartikan sebagai kurangnya rasa nasionalisme. Untuk mengatasi hal ini, spirit nasionalisme tentunya penting untuk diperkuat agar masalah yang berkaitan dengan rasa nasionalisme dapat teratasi. Jika kita memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, kita pasti menjadi lebih peduli terhadap negara kita. Kepedulian terhadap negara dapat ditunjukkan melalui rasa semangat kita untuk mempelajari lebih dalam mengenai negara kita. Mengetahui lebih dalam mengenai negara kita tentunya dapat menjadi langkah penting untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di dalam tubuh bangsa ini. Pengetahuan yang mendalam membuat kita lebih memahami tentang apa yang benar dan tidak benar untuk dilakukan di dalam praksis kehidupan kita sehari-hari khususnya anak muda milenial. Pentingnya Peningkatan Rasa Nasionalisme Generasi Muda  Menurut KBBI, nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Keberlangsungan suatu negara dapat dikatakan juga bergantung pada rasa nasionalisme dari masyarakatnya. Bangsa Indonesia yang memiliki berbagai macam orang di dalamnya yang berasal dari berbagai suku, ras, agama, dan kepercayaan pastinya sangat memerlukan rasa persatuan. Rasa persatuan dapat timbul dari jiwa nasionalisme yang kuat. Jika seseorang memiliki rasa nasionalisme yang kuat, ia akan berusaha untuk menjaga keutuhan dan kesatuan dari bangsa dan negara Indonesia. Rasa nasionalisme sudah seperti hal yang wajib dimiliki oleh kita sebagai warga negara Indonesia terutama karena adanya suatu fakta yang tidak terbantahkan adanya bahwa kita beragam adanya. Rasa nasionalisme tentunya perlu untuk dikembangkan dan ditumbuhkan di berbagai generasi di Indonesia karena nasionalisme ini harus terus ada selama kita menjadi warga negara untuk menjaga keutuhan negara Indonesia. Tindak kriminal juga dapat berkurang jika masyarakat memiliki rasa nasionalisme yang kuat. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang memiliki rasa nasionalisme yang kuat akan berusaha untuk juga menjaga keamanan dan kedamaian di dalam negara. Generasi muda terutama yang sedang berada pada fase pencarian jati diri tentunya sangat penting untuk memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme yang tiggi akan lebih sulit terjerumus ke dalam hal yang buruk, karena rasa pedulinya terhadap negara lebih tinggi. Dengan tingkat kepedulian yang lebih tinggi, kita menjadi lebih berhati-hati sebelum melakukan suatu hal yang buruk secara moral. Persoalan radikalisme yang telah dibahas pada bagian sebelumnya dapat terjadi karena kurangnya rasa nasionalisme. Dapat kita lihat, tindak radikalisme memecah persatuan antar masyarakat, kelompok, atau golongan tertentu. Jika seseorang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, ia dapat lebih memahami mana hal yang baik untuk diikuti dan mana yang tidak. Radikalisme telah menyebabkan kepanikan psikologis di tengah masyarakat berdampak pada rusaknya keamanan dan kedamaian suatu negara. Generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, akan melakukan riset atau kajian kritis terhadap paham-paham yang ada agar tidak terjerumus ke dalam perilaku buruk yang dapat menyebabkan perpecahan. Sikap intoleransi juga dapat terjadi karena kurangnya rasa nasionalisme. Sikap intoleransi seperti tidak menghargai budaya atau agama yang dimiliki oleh sesama warga negara menjadi salah satu faktor pemecah persatuan dan kesatuan negara Indonesia. Generasi muda yang memiliki sikap nasionalisme yang tinggi dapat meningkatkan sikap toleransi antar suku, ras, budaya, agama, dan kepercayaan yang berbeda. Seseorang yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi akan paham mengenai nilai-nilai Pancasila dan budaya yang dianut oleh bangsa Indonesia. Ia juga akan setia menghayati nilai-nilai Pancasila itu di dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindakan praktis sehari-hari. Permasalahan lain yang dapat terjadi dari kurangnya rasa nasionalisme adalah penyebaran artikel hate speech. Artikel yang berisi ujaran kebencian merupakan artikel yang tidak baik untuk tersebar di dunia maya. Generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi pastinya lebih dapat melihat hal negatif tersebut dan tidak memperluas penyebarannya. Penyebaran berita hoax terjadi karena kurangnya rasa nasionalisme. Penyebaran berita bohong ini menyebabkan persepsi yang salah tentang seseorang, kelompok, atau bahkan negara. Seseorang yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi tentunya lebih peduli terhadap hal-hal tersebut dan lebih mengecek kebenaran beritanya terlebih dahulu atau fact cheking sebelum memutuskan untuk menyebarkannya kepada pihak lain. Oleh karena hal-hal tersebut, rasa nasionalisme masyarakat Indonesia terutama generasi muda perlu ditingkatkan. Dilansir dari beritasatu.com, Komjen Suhardi Alius selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bahwa teknologi informasi yang semakin maju membuat identitas bangsa Indonesia terutama generasi muda semakin berkurang karena adanya macam-macam paham yang tidak baik termasuk radikalisme dan terorisme. Suhardi kemudian mengatakan suatu hal mengenai wawasan kebangsaan, “Fakta itulah yang membuat saya tidak pernah lelah memberikan wawasan kebangsaan kepada generasi muda, terutama mahasiswa. Ini panting mereka adalah generasi penerus bangsa dan masa depan Indonesia. Kalau ini tidak dilakukan, saya khawatir nanti akan banyak terjadi pengaruh buruk yang akan merusak bangsa dan negara ini.” Aplikasi Game Pancasila untuk Meningkatkan Nasionalisme Generasi Muda   Aplikasi Game Pancasila yang dimaksud berupa game edukasi yang berisi permainan pengetahuan. Game sejenis ini dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat terutama generasi muda. Edukasi melalui game dipercaya dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif karena lebih menyenangkan. Belum lagi di tengah pandemic COVID – 19 sebagian masyarakat menjadi lebih sering menggunakan gadget. Aplikasi game yang dapat dengan mudah diakses melalui gadget tentunya dapat menjadi suatu solusi yang menarik untuk dicoba karena kita tidak hanya mendapatkan kesenangan dari bermain game namun juga pengetahuan yang memperkaya wawasan kebangsaan. Metode pembelajaran yang menyenangkan dapat diterapkan sedari kecil. Alangkah baiknya jika rasa nasionalisme dapat dikembangkan sejak keciil karena tentunya sesuatu yang ditanamkan dari kecil akan lebih sering diingat sampai dewasa. Metode pembelajaran yang menyenangkan seperti ini juga dapat digunakan oleh orang-orang dari berbagai kalangan umur termasuk generasi muda. Semakin kita mengenal mengenai dasar negara kita, Pancasila, rasa nasionalisme kita dapat semakin kuat dan memberikan efek yang sangat positif bagi peningkatan wawasan kebangsaan kita. Pengenalan pada dasar negara kita, Pancasila, dapat menjadi hal penting dalam memperkuat rasa nasionalisme. Hal itu dikarenakan semakin kita mengenal dasar negara kita, semakin kenal pula kita dengan budaya-budaya yang ada di negara kita. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hasil pemikiran dari para founding fathers yang peduli akan keberlanjutan negara Indonesia ini. Mempelajari lebih dalam mengenai dasar negara kita tentunya memperdalam rasa cinta kita terhadap tanah air dan negara Indonesia tercinta ini. Bertambah dalamnya rasa cinta terhadap tanah air kita, Indonesia, dapat memperdalam rasa nasionalisme yang kita miliki. Aplikasi game Pancasila mengandung konten sila pertama sampai dengan sila kelima Pancasila yang meliputi: nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan sosial. Melalui aplikasi game Pancasila, kita dapat menyalurkan gambar-gambar serta menunjukkan video-video yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh negara Indonesia sebagaimana yang mengkristal di dalam sila-sila Pancasila. Orang-orang yang sering melihat suatu gambar atau video yang menampilkan aksi-aksi positif juga dapat terbawa untuk mengikuti aksi positif tersebut. Game edukasi seperti game Pancasila dapat menjadi solusi yang lebih mudah untuk mengajak seseorang khususnya generasi muda untuk memperdalam pengetahuan mengenai negara kita Indonesia. Tentunya fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi game Pancasila tersebut diperlukan, sehingga lebih bervariasi, kreatif, inovatif, dan inspiratif sehingga dapat digunakan di berbagai kalangan umur. Pandemi COVID – 19 membuat kita sulit untuk bertemu dengan orang lain secara langsung. Pembelajaran online yang berlangsung membuat kita lebih sulit untuk mencontohkan seperti apa sikap-sikap dan karakter-karakter yang baik untuk diterapkan sebagai warga negara Indonesia yang ideal. Aplikasi game Pancasila ini tentunya dapat membantu memberikan contoh-contoh tersebut. Tantangan pembelajaran online ini dapat menjadi salah satu peluang untuk menggunakan game Pancasila sebagai salah satu alat bantu pembelajaran terutama untuk pendidikan kewarganegaraan (civics education). *  Artikel ini disarikan dari sebuah tulisan essay yang diikutsertakan dalam lomba menulis 10 Tahun NUNI 2021.  Referensi: https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/20/124608765/waspada-radikalisme-sasar-generasi-muda-indonesia?page=all https://www.liputan6.com/news/read/4421736/jokowi-tidak-ada-tempat-untuk-terorisme-di-indonesia https://tirto.id/menilik-laku-intoleran-di-kalangan-siswa-dan-mahasiswa-f7xs https://id.wikipedia.org/wiki/Ucapan_kebencian https://lifestyle.kompas.com/read/2017/09/22/161600620/remaja-rentan-jadi-penyebar-berita-hoax https://kominfo.go.id/content/detail/8863/penebar-hoax-bisa-dijerat-segudang-pasal/0/sorotan_media https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-pemerintah-tidak-akan-biarkan-sikap-intoleran-di-indonesia.html https://www.beritasatu.com/nasional/483071/generasi-muda-harus-kembalikan-jiwa-nasionalisme https://jdih.kemenkopmk.go.id/sites/default/files/2019-08/UU%20Nomor%205%20Tahun%202018.pdf https://news.detik.com/berita/d-4018990/dua-remaja-pengebom-gereja-di-surabaya-suka-maroon-five-dan-game https://id.wikipedia.org/wiki/Berita_bohong https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/29/180000269/nasionalisme-arti-sejarah-dan-tujuan?page=all

Sounds Of Character

KONSULTASI

Ajukan pertanyaanmu terkait dengan Character Building

Thank You.
Your question has been received and we will be responding to you soon.

GALERI

Berisikan kegiatan dosen Character Building dalam mengembangkan karakter di dalam kampus dan luar kampus bersama dengan kelompok/komunitas partner

Suara Mahasiswa

  • Hak dan Kewajiban Warga Negara

    Oleh: Dandy - 2440092555 Warga negara merupakan sekelompok orang yang berada di suatu negara dan
  • Hak-hak Warga Negara

    Oleh: Trifena Amanda Tjitrowinoto Warga negara merupakan sejumlah orang yang berdasarkan hukum merupakan anggota suatu
  • Hak dan Kewajiban Warga Negara

    Oleh: Haiqal Alfian Hak dan kewajiban merupakan unsur yang selalu melekat dalam diri manusia. Dimana

Jl. Kemanggisan Ilir III No. 45 Kemanggisan – Palmerah Jakarta Barat 11480

Events

Upcoming and past events in binus university

No Event at the moment

JOURNAL AKADEMIS

Jurnal ilmiah yang ditulis oleh dosen - dosen Character Building Development Center BINUS University

“ Weakness of attitude becomes weakness of character ”

Albert Einstein

LIPUTAN MEDIA

Berisi tentang kegiatan CBDC di dalam dan luar kampus yang diliput oleh media lain

Social Media

Stay connected with us