Mengembangkan Ide Menjadi Bisnis, Mahasiswa BINUS Bawa Bakmie Perintis 88 ke LB Fest 2026

Berawal dari kegemaran menyantap bakmie, mahasiswa BINUS mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah bisnis bernama Bakmie Perintis 88. Bisnis ini dijalankan oleh Brant Mosses Wijaya dan Owen Edbert Muliady, mahasiswa Business Creation B29. Business Creation merupakan salah satu program dalam BINUS Business School Undergraduate Program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan mempelajari proses membangun bisnis. Melalui Bakmie Perintis 88, Mosses dan Owen mengeksplorasi peluang bisnis kuliner dengan menghadirkan variasi rasa dan topping yang beragam.
Bakmie Perintis 88 menawarkan dua pilihan rasa utama, yaitu asin dan manis, yang dapat disesuaikan dengan preferensi konsumen. Pilihan topping yang tersedia meliputi smoked duck, ayam jamur, dan pangsit. Kehadiran smoked duck menjadi salah satu pembeda produk, sementara pilihan topping lainnya memberikan alternatif bagi konsumen dengan selera yang berbeda.
Ide bisnis ini berawal dari pengamatan Mosses dan Owen terhadap pilihan topping bakmi yang cenderung serupa. Keduanya juga melihat adanya perbedaan preferensi rasa ketika menikmati bakmi bersama teman. Dari pengamatan tersebut, mereka melihat peluang untuk menghadirkan produk yang dapat mengakomodasi selera konsumen sekaligus menawarkan variasi yang berbeda.
Bakmie Perintis 88 mulai dikembangkan sejak semester 2. Sebelum memperkenalkan produknya kepada konsumen, Mosses dan Owen melakukan proses research and development (R&D) untuk mengeksplorasi konsep produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi target konsumen. Proses ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan produk sekaligus mempertimbangkan peluang bisnis yang dapat dijalankan.
Dalam perjalanan tersebut, Mosses dan Owen turut menerapkan pembelajaran yang diperoleh melalui mata kuliah Business Plan dan Entrepreneurship. Keduanya mempelajari berbagai aspek dalam membangun bisnis, mulai dari menyusun perencanaan hingga mempertimbangkan keputusan usaha. Pembelajaran ini juga didukung melalui konsultasi bersama dosen, khususnya dalam menentukan target market, melakukan perhitungan bisnis, serta mengidentifikasi potensi risiko dalam menjalankan usaha.

Pengalaman ini sejalan dengan peran BINUS @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus, yang mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan entrepreneurial mindset melalui pembelajaran yang relevan dengan praktik bisnis. Dengan menghubungkan teori dan penerapannya secara langsung, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi ide, memahami peluang pasar, serta mengembangkan gagasan menjadi konsep bisnis.
Kesempatan untuk mengembangkan Bakmie Perintis 88 juga berlanjut melalui partisipasi Mosses dan Owen di LB Fest 2026 yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Supermal Karawaci. Melalui booth yang dihadirkan, keduanya berkesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada pengunjung, berinteraksi dengan konsumen, serta mendapatkan pengalaman dalam memasarkan bisnis di luar lingkungan kampus.
Perjalanan Bakmie Perintis 88 menunjukkan bagaimana pengamatan sederhana dapat menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis melalui eksplorasi produk, perencanaan, dan pengalaman nyata. Melalui dukungan pembelajaran di BINUS @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus, pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi Mosses dan Owen untuk terus mengembangkan bisnis, mengasah kreativitas, serta mengeksplorasi peluang baru dalam dunia entrepreneurship.
Comments :