Bandung, 16 Juli 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan akan produktivitas di era digital, berbagai solusi teknologi terus bermunculan untuk membantu masyarakat mengelola waktu dan fokus secara lebih efektif. Perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) juga membuka peluang baru bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menciptakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan sehari-hari.

Peluang tersebut dimanfaatkan oleh Kevin Imanuel Yaprianto dan Nicholas Jordan Kefas, mahasiswa Program Studi unggulan Digital Business Innovation BINUS @Bandung (Binusian B26). Berbekal ketertarikan pada dunia bisnis digital dan teknologi, keduanya berhasil mengembangkan Focuzen, sebuah aplikasi produktivitas berbasis Software as a Service (SaaS) yang menghadirkan smart focus timer dengan dukungan personalisasi berbasis AI.

Sebagai Founder Focuzen, Kevin memulai perjalanan tersebut dari sebuah ide sederhana untuk menciptakan solusi yang dapat membantu pengguna meningkatkan fokus dan produktivitas. Dalam pengembangannya, Kevin menggandeng Nicholas sebagai Co-Founder, yang bergabung sejak fase awal perancangan konsep hingga implementasi produk. Bersama-sama, mereka mengembangkan Focuzen menjadi sebuah aplikasi yang kini telah tersedia di Google Play Store dan Apple App Store.

Bagi Nicholas, melihat Focuzen berkembang dari sekadar ide hingga menjadi produk yang dapat digunakan banyak orang menjadi salah satu pengalaman paling berharga selama masa kuliah. Proses tersebut memberinya kesempatan untuk terlibat langsung dalam pengembangan produk digital, mulai dari pembuatan prototipe hingga peluncuran aplikasi ke publik.

Perjalanan membangun Focuzen tidak terlepas dari pengalaman yang diperoleh keduanya selama menempuh pendidikan di BINUS @Bandung. Bagi Kevin, salah satu alasan memilih Program Studi Digital Business Innovation (DBI) adalah karena kurikulumnya yang menggabungkan teknologi dan bisnis digital secara terstruktur. Menurutnya, tidak banyak program studi yang mampu menghadirkan keseimbangan antara pemahaman teknologi, strategi bisnis, dan implementasi digital dalam satu ekosistem pembelajaran yang terpadu.

Sementara itu, Nicholas menilai lingkungan belajar di BINUS sangat mendukung pengembangan mahasiswa. Mulai dari fasilitas pembelajaran, sistem akademik yang terintegrasi, hingga dukungan teknologi kampus yang membantu mahasiswa menjalani proses belajar dengan lebih efektif. Lingkungan tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan berkolaborasi dalam berbagai proyek nyata.

Ketertarikan keduanya terhadap Program Studi Digital Business Innovation juga didasari oleh relevansi ilmu yang dipelajari dengan kebutuhan industri saat ini. Bagi Kevin, pemahaman mengenai pasar, model bisnis, dan strategi digital yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal yang sangat relevan dalam membangun Focuzen. Sementara bagi Nicholas, pendekatan pembelajaran yang bersifat praktis memberikan kesempatan untuk memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun dan dijalankan secara langsung, bukan sekadar dipelajari dalam bentuk teori.

Perjalanan mereka dalam mengembangkan Focuzen semakin diperkuat melalui Enrichment Program BINUS University pada Track Entrepreneurship. Melalui program ini, Kevin dan Nicholas mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide bisnis dan produk digital mereka secara lebih terstruktur, mulai dari validasi konsep, penyempurnaan model bisnis, hingga implementasi di pasar. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi keduanya untuk menguji berbagai ide, menerima masukan, serta memahami tantangan nyata yang dihadapi seorang entrepreneur dalam mengembangkan produk berbasis teknologi.

Bagi Kevin dan Nicholas, Track Entrepreneurship tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah yang membantu mereka mengembangkan Focuzen hingga menjadi aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat. Dukungan ekosistem yang diberikan BINUS memungkinkan mereka menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kebutuhan industri secara langsung, sehingga proses pengembangan produk dapat berjalan lebih terarah dan relevan.

Menurut Kevin, pengalaman tersebut menjadi salah satu nilai paling berharga yang diperolehnya selama berkuliah di BINUS. “Kuliah di BINUS bukan cuma soal belajar teori di kelas. BINUS mengajarkan saya bahwa menjadi mahasiswa dan menjadi founder bisa berjalan bersamaan. Lewat Track Entrepreneurship dan ekosistem yang mendukung mahasiswa untuk berkarya nyata, saya mendapat ruang untuk membangun Focuzen dari nol hingga menjadi produk yang bisa digunakan banyak orang,” ujar Kevin.

Sementara itu, Nicholas merasakan bahwa BINUS memberikan lebih dari sekadar pengetahuan akademik. “BINUS bukan hanya membantu saya di bidang ilmu, tetapi juga membentuk pemahaman tentang dunia kerja dan bisnis yang sesungguhnya. Saya belajar tentang ketahanan mental, kerja sama tim, komunikasi, dan perhatian terhadap detail. Dukungan lingkungan belajar, teknologi kampus, serta dosen yang berkualitas juga sangat membantu dalam perjalanan kami mengembangkan Focuzen,” ungkap Nicholas.

Perjalanan Kevin dan Nicholas menunjukkan bagaimana pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri dapat menjadi fondasi dalam membangun inovasi yang berdampak. Sebagai program studi yang mengintegrasikan teknologi dan bisnis digital, Digital Business Innovation BINUS @Bandung memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir inovatif sekaligus memahami bagaimana sebuah solusi dapat diterjemahkan menjadi produk yang memiliki nilai bagi pengguna.

Pengalaman mereka juga membuktikan bahwa mahasiswa dapat mulai menciptakan karya dan membangun bisnis bahkan sejak masih berada di bangku kuliah. Dengan dukungan kurikulum yang adaptif, pengalaman pembelajaran berbasis praktik, serta ekosistem yang mendorong inovasi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan ide menjadi solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan peran BINUS @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus dan Perguruan Tinggi Swasta Nomor 1 di Indonesia, yang secara konsisten mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui lingkungan yang kolaboratif dan berorientasi pada inovasi, BINUS @Bandung terus mendukung lahirnya generasi muda yang siap menjadi pelaku perubahan melalui teknologi dan kewirausahaan.