Tak Sekadar Belajar Bisnis, Mahasiswa BINUS @Alam Sutera Hadirkan Asobu di Local Brand Festival

Tangerang, 16 Oktober 2026 – Memulai bisnis sejak masih kuliah bukan sekadar tentang memiliki ide, tetapi juga tentang keberanian untuk mengembangkan produk dan memperkenalkannya langsung kepada konsumen. Hal inilah yang dilakukan Albert, mahasiswa Business Creation, BINUS Business School Undergraduate Program, yang berhasil mengembangkan brand minuman teh bernama Asobu (@asobu.nomu) dan membawanya ke Local Brand Festival (LB Fest) pada 2–4 Oktober 2026 di Supermal Karawaci.

Kehadiran Asobu dalam festival tersebut menjadi langkah penting bagi Albert dalam mengembangkan bisnis yang baru dirintisnya sejak Juli 2026. Dalam waktu sekitar tiga bulan, ide bisnis yang sebelumnya dikembangkan melalui proses pembelajaran dan eksplorasi produk kini dapat diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kesempatan ini sekaligus menjadi pengalaman bagi Albert untuk memahami bagaimana sebuah brand membangun daya tarik dan berinteraksi dengan konsumen di pasar yang sesungguhnya.

Sebagai mahasiswa Business Creation, Albert telah mempelajari berbagai aspek dalam membangun bisnis sejak awal perkuliahan. Pengetahuan tersebut kemudian ia terapkan melalui Asobu, sebuah brand minuman yang menawarkan beragam pilihan teh dengan karakter rasa berbeda. Pengembangannya dimulai melalui proses riset dan pengembangan (research and development/R&D), dengan melakukan berbagai percobaan untuk menemukan varian produk yang sesuai dengan konsep bisnisnya.

Dari proses tersebut, Asobu menghadirkan pilihan minuman seperti peach tea, jasmine tea, oolong, dan Earl Grey, yang memberikan alternatif rasa sesuai preferensi konsumen. Tidak hanya itu, Asobu juga mengembangkan MilkCha, menu yang memadukan matcha dengan milk tea sebagai salah satu inovasi produknya. Melalui eksplorasi ini, Albert belajar bahwa membangun bisnis tidak hanya membutuhkan ide kreatif, tetapi juga kemampuan mengembangkan produk yang memiliki karakter dan nilai jual.

Dalam perjalanannya, Albert tidak mengembangkan Asobu seorang diri. Ia mendapatkan pendampingan dari dosen Business Creation yang membantu mengarahkan berbagai keputusan bisnis, mulai dari pemilihan varian produk, penyusunan strategi pemasaran, hingga persiapan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Pendampingan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan bisnis secara langsung, sekaligus memahami berbagai pertimbangan dalam menjalankan sebuah usaha.

Setelah melalui proses pengembangan produk, Asobu mendapatkan kesempatan untuk hadir di Local Brand Festival, sebuah festival yang mempertemukan berbagai brand lokal dengan pengunjung secara langsung. Bagi Albert, kesempatan tersebut menjadi pengalaman untuk membawa bisnisnya keluar dari lingkungan perkuliahan dan menghadapi dinamika pasar yang sesungguhnya.

Untuk menarik perhatian pengunjung, Asobu menghadirkan booth dengan nuansa Jepang yang selaras dengan identitas brand yang dibangun. Melalui konsep tersebut, Asobu tidak hanya menawarkan produk minuman, tetapi juga berupaya menciptakan pengalaman yang menarik bagi konsumen. Keikutsertaan dalam festival ini memberikan kesempatan bagi Albert untuk mempraktikkan berbagai aspek bisnis, mulai dari persiapan produk, pengemasan identitas brand, hingga berinteraksi secara langsung dengan calon pembeli.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Albert sebagai mahasiswa sekaligus entrepreneur muda. Apa yang sebelumnya dipelajari melalui teori, diskusi, dan pengembangan produk di lingkungan kampus kini dapat diterapkan dalam situasi bisnis yang nyata. Dari proses ini, Albert memperoleh pengalaman tentang bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi produk, diperkenalkan kepada pasar, dan mendapatkan respons langsung dari konsumen.

Perjalanan Asobu juga mencerminkan pendekatan pembelajaran yang diterapkan melalui program Business Creation di BINUS Business School Undergraduate Program. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman mengenai konsep kewirausahaan, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kreativitas, melakukan riset, mengambil keputusan bisnis, serta menguji gagasannya melalui pengalaman langsung. Dengan dukungan dosen dan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan konsumen, proses pembelajaran menjadi lebih relevan dengan tantangan dunia bisnis.

Melalui pengalaman nyata seperti yang dijalani Albert, BINUS @Alam Sutera terus memperkuat perannya sebagai Creative Business Campus, yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif menjadi peluang bisnis sejak masa perkuliahan. Kisah Asobu menjadi salah satu contoh bagaimana lingkungan pembelajaran yang mendukung kreativitas, eksplorasi, dan praktik kewirausahaan dapat membantu mahasiswa mengambil langkah awal dalam membangun bisnisnya sendiri.