Satu-satunya dari Cohort-nya ke New Zealand, Marry Jane Temukan Pengalaman Belajar yang Mengubah Dirinya

BEKASI, 7 Oktober 2026 – Dunia kerja dan kehidupan saat ini menuntut generasi muda untuk tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, memahami perbedaan budaya, serta melihat berbagai persoalan dari perspektif yang lebih luas. Pengalaman belajar lintas negara pun menjadi salah satu cara mahasiswa memperkaya proses pembelajaran sekaligus mengembangkan diri.
Pengalaman tersebut dijalani oleh Marry Jane Jessica Tombeng (MJ), mahasiswa Psikologi BINUSIAN 2027 sekaligus BINUS STAR Ambassador. Melalui Enrichment Program BINUS University, MJ memilih track Study Abroad dan mendapatkan kesempatan menempuh pembelajaran di Victoria University of Wellington, New Zealand.
Menariknya, MJ menjadi satu-satunya mahasiswa dari cohort BINUSIAN 2027 yang memilih New Zealand sebagai tujuan Study Abroad. Keputusan tersebut membawanya pada pengalaman baru yang bukan hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga mengajarkannya mengenai kemandirian dan keberanian keluar dari zona nyaman.
MJ pertama kali mengenal Enrichment Program dan kesempatan Study Abroad melalui First Year Program. Dengan pengalaman pendidikan yang sebelumnya juga bersentuhan dengan lingkungan internasional, kesempatan untuk kembali belajar di luar negeri menjadi salah satu impian yang ingin ia wujudkan.
Sejak Semester 4, MJ mulai mempersiapkan keberangkatannya dengan melengkapi berbagai kebutuhan administrasi, mulai dari dokumen untuk BINUS University dan Victoria University of Wellington hingga persyaratan dari New Zealand Immigration Office.

Proses tersebut menjadi awal dari perjalanan yang kemudian mengajarkan MJ banyak hal. Tinggal di negara baru membuatnya harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, mengatur berbagai kebutuhan secara mandiri, hingga berani menjelajahi tempat-tempat baru tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Berada jauh dari lingkungan yang selama ini familiar juga mendorong MJ untuk semakin mengenal dirinya sendiri. Ia belajar mengambil keputusan, menghadapi situasi yang belum pernah ditemuinya, serta membangun rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan di lingkungan internasional.
Dari sisi akademik, salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi MJ adalah kesempatan untuk mengambil mata kuliah Forensic Psychology, bidang yang sejak lama ingin ia pelajari.
Melalui mata kuliah tersebut, MJ dapat memperluas pemahamannya mengenai manusia dan perilaku dalam konteks hukum. Pengalaman belajar di lingkungan akademik yang berbeda juga memberinya perspektif baru terhadap bidang psikologi yang sedang ia tekuni.
Tidak berhenti pada pengalaman akademik, MJ juga mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dekat budaya lokal New Zealand melalui mata kuliah Te Iwi Māori me āna Tikanga: Māori Social Culture and Beliefs.
Melalui pembelajaran tersebut, MJ mengenal lebih jauh nilai, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Māori. Pengalaman lintas budaya itu memberinya pemahaman bahwa proses belajar tidak hanya terjadi melalui teori, tetapi juga melalui interaksi dengan masyarakat, lingkungan, dan cara hidup yang berbeda.
Bagi MJ, Study Abroad akhirnya menjadi lebih dari sekadar kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Pengalaman tersebut menjadi perjalanan untuk membangun kemandirian, keberanian, dan kemampuan beradaptasi sekaligus melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas.
Melalui Enrichment Program, BINUS University membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman pembelajaran di luar kelas melalui berbagai pilihan track, termasuk Study Abroad. Kesempatan tersebut memungkinkan mahasiswa mengembangkan tidak hanya kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi lintas budaya, adaptasi, serta kesiapan menghadapi lingkungan global.
Bagi mahasiswa BINUS @Bekasi, pengalaman seperti yang dijalani MJ juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendukung semangat kampus sebagai Business, Service, and Technology Campus, dengan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan perspektif yang relevan dengan dunia yang semakin terhubung.
Perjalanan MJ dari BINUS @Bekasi hingga New Zealand menunjukkan bahwa satu kesempatan dapat membuka banyak pembelajaran baru. Bukan hanya mengenai apa yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang bertumbuh ketika berani menghadapi lingkungan, budaya, dan tantangan yang berbeda.
Ke depan, pengalaman seperti ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk berani memanfaatkan berbagai kesempatan selama masa perkuliahan, keluar dari zona nyaman, dan memperluas pengalaman belajar mereka hingga ke tingkat global. Dengan pengalaman, kompetensi, dan perspektif yang semakin luas, generasi muda diharapkan dapat semakin siap memberikan kontribusi positif di mana pun mereka berada.
Comments :