Albert Julius Ramahalim, Binusian 26 dari Program Computer Science BINUS @Kemanggisan, menjadi salah satu penerima apresiasi dalam Appreciation Day 2026 yang diselenggarakan pada 19 Juni 2026 di Kampus Anggrek. Ia dinilai atas serangkaian pencapaian di bidang competitive programming — mulai dari kompetisi nasional hingga berhasil menembus ICPC World Finals, ajang pemrograman mahasiswa paling bergengsi di dunia

Perjalanan Albert di dunia competitive programming dimulai dari Akravidia dan Compfest, dua kompetisi teknologi bergengsi di tingkat nasional yang menjadi tempat Albert mengasah kemampuan problem solving dan algoritma. Dari sana, ia terus berkembang dan melangkah ke panggung yang lebih besar.

Binusian Ini Tembus ICPC World Finals, Kompetisi Pemrograman Paling Bergengsi di Dunia

Konsistensinya membawanya ke ICPC Asia Pacific dan ICPC Challenge, dua kompetisi yang mempertemukannya dengan talenta-talenta terbaik dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Sebagai Digital Technology Campus, BINUS University Kemanggisan mendorong mahasiswanya untuk menjadi innovator yang mampu berpikir analitis dan menciptakan solusi teknologi yang berdampak, semangat yang menjadi bekal utama Albert dalam menghadapi setiap tantangan kompetisi.

Puncak dari perjalanan tersebut adalah keberhasilannya menembus ICPC World Finals — sebuah pencapaian yang hanya dapat diraih oleh tim-tim terbaik dari seluruh dunia. Keikutsertaan Albert di panggung ini membuktikan bahwa Binusian mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat internasional.

Pencapaian Albert mengantarkannya menjadi salah satu penerima apresiasi dalam Appreciation Day 2026. Bagi Albert, setiap kompetisi bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk terus belajar, membangun jaringan, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kolaboratif.

Kisah Albert menjadi bukti bahwa dengan konsistensi dan keberanian untuk terus mencoba, setiap Binusian memiliki potensi untuk membawa nama Indonesia ke panggung dunia.