Mengembangkan Wawasan Tanpa Batas: Perjalanan Study Abroad Mahasiswa BINUS @Bekasi di Jepang

Bagi Muhammad Ghaylan Ayubi, mahasiswa Business Information Technology BINUS @Bekasi, dunia tidak berhenti di ruang kelas. Ketertarikannya pada hal-hal baru dan kecintaannya pada traveling membawanya melangkah lebih jauh hingga ke University of Tsukuba, Jepang, melalui program AIMS Scholarship. Di sana, ia tidak hanya belajar tentang teknologi dan bisnis, tetapi juga tentang kehidupan, keberanian, dan cara memandang dunia dengan sudut pandang yang lebih luas.

Awal mula keputusannya untuk mengikuti program study abroad lahir dari rasa penasaran. Ia ingin merasakan langsung bagaimana sistem pendidikan di negara lain berjalan dan seperti apa budaya akademik di luar Indonesia. Dari rasa ingin tahu itu, Ghaylan mulai mencari informasi, menggali peluang, hingga akhirnya memantapkan diri untuk mendaftar. Keputusan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan akademiknya, sekaligus bukti bahwa mahasiswa dari Kampus Beken ini berani mengambil kesempatan untuk berkembang secara global.

Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah. Tantangan terbesarnya adalah bahasa. Berangkat ke Jepang tanpa memiliki dasar bahasa Jepang sama sekali membuatnya harus beradaptasi ekstra, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam memahami lingkungan sekitar. Namun, alih-alih menyerah, Ghaylan justru menjadikan keterbatasan itu sebagai motivasi. Ia belajar lebih giat dan perlahan mulai terbiasa. “Awalnya saya benar-benar kesulitan karena tidak punya basic bahasa Jepang sama sekali. Tapi dari situ saya belajar bahwa rasa tidak nyaman itu justru mendorong saya untuk berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Mengembangkan Wawasan Tanpa Batas: Perjalanan Study Abroad Mahasiswa BINUS @Bekasi di Jepang

Pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika ia benar-benar merasakan kehidupan kampus di Jepang. Ia berkesempatan menghadiri Sohosai, festival kampus tahunan di University of Tsukuba, yang dipenuhi booth mahasiswa, pertunjukan seni, dan berbagai kegiatan budaya. Suasana yang hidup dan penuh kreativitas membuatnya merasa bukan sekadar mahasiswa internasional, tetapi bagian dari keluarga besar universitas tersebut. Dari pengalaman itu, ia belajar tentang kedisiplinan, penghargaan terhadap waktu, serta bagaimana mahasiswa Jepang mengekspresikan ide dan kreativitas mereka dengan penuh semangat.

Tak hanya itu, Ghaylan juga mendapatkan banyak teman dari berbagai negara. Interaksi dengan mahasiswa internasional membuka wawasannya tentang perspektif global dan memperkaya cara berpikirnya. Ia menyadari bahwa belajar di luar negeri bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang memahami perbedaan, membangun relasi lintas budaya, dan membentuk karakter yang lebih tangguh. “Study abroad bukan cuma soal pindah negara untuk kuliah, tapi tentang membuka diri pada pengalaman baru yang mengubah cara kita melihat dunia,” katanya.

Mengembangkan Wawasan Tanpa Batas: Perjalanan Study Abroad Mahasiswa BINUS @Bekasi di Jepang

Di balik semua pencapaian itu, BINUS memiliki peran yang sangat besar. Melalui program enrichment dan dukungan sistem yang terstruktur, Ghaylan mendapatkan bimbingan dan informasi yang memudahkannya menjalani proses hingga akhirnya berangkat ke Jepang. Dukungan inilah yang menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa BINUS @Bekasi untuk berani bermimpi lebih besar dan melangkah lebih jauh.

Mulai langkahmu menuju pengalaman akademik bertaraf internasional bersama Study Abroad BINUS @Bekasi.