BINUS UNIVERSITY

    Desain Memengaruhi Kesuksesan Bisnis, Steve Miswanti Tekuni Program Designpreneur

    Revolusi Industri 4.0—yang dimulai pada tahun 2018—memengaruhi perkembangan dunia desain. Profesi desainer tak lagi dipandang sebelah mata karena semua bisnis membutuhkannya. Bahkan, desain mampu memunculkan peluang kerja baru yang mandiri dan prospektif.

    Kerennya, BINUS UNIVERSITY menangkap peluang secara cepat dengan membuka peminatan Designpreneur. Selama beberapa periode, minor program tersebut sukses mencetak BINUSIAN inovatif dan kreatif dalam desain.

    Steve Miswanti ADALAH salah satu BINUSIAN yang menekuni Designpreneur demi mencapai impian bisnisnya. Kamu ingin tahu, seperti apa pembelajaran di minor program ini? Lalu, apa motivasi dan harapan Steve Miswanti menekuninya? Yuk, baca terus artikelnya!

    Mengenal Designpreneur—Minor Program yang Beri Keahlian Ganda

    Program

    Designpreneur merupakan salah satu minor program favorit di BINUS UNIVERSITY—yang bertujuan mencetak pakar industri kreatif. Minor program ini menjadi bekal bagi mahasiswa agar mampu menganalisis, membuat peluang, membangun, dan menjalankan bisnis. 

    Jadi, Designpreneur adalah perpaduan antara keahlian bisnis dan desain. Artinya, setiap mahasiswa yang mengikuti Designpreneur diharapkan memiliki visi besar, berani mengambil risiko, dan kreatif.

    Seorang mahasiswa Designpreneur juga harus bisa merancang karya atau produk bisnisnya sendiri. Tentunya, produk tersebut mesti terjangkau semua pengguna. Selain itu, ahli desain wajib melibatkan teknologi digital supaya muncul inovasi yang bermanfaat bagi banyak orang.

    Mahasiswa Designpreneur pun dipandu untuk menjadi problem solver yang kreatif. Dengan demikian, ia mampu mengatasi segala kesulitan bisnisnya di masa depan.

    Tidak hanya itu, untuk memotivasi mahasiswa, School of Design BINUS UNIVERSITY mengadakan talkshow Designpreneur. Acara ini dibawakan oleh para senior kreatif yang berpengalaman bisnis maupun desain. Tujuannya agar mahasiswa termotivasi membuat brand sendiri.

    Sebagai pelengkap, talkshow melibatkan Handoko Hendroyono—penggagas Do Inc dan penulis buku Brand Gardener. Handoko Hendroyono membagikan pengalaman dan ilmu tentang cara membangun brand yang inovatif. 

    Di samping Handoko Hendroyono, ada Leonard Sabiata—Co-Founder of The Goods Departement & Accupunto Design. Beliau menyampaikan pentingnya menghasilkan karya pribadi yang bisa dijual dengan merek sendiri.

    Selain mengasah kemampuan membuat brand, manfaat apa saja yang bisa kamu dapatkan jika mengambil minor program Designpreneur?

    Pertama, kamu akan mendapatkan kepercayaan distributor karena memiliki identitas merek yang kuat di pasaran. Distributor tidak segan membawa produk ke konsumen mana pun. Pasalnya, mereka memercayai nilai brand tersebut.

    Kedua, dengan identitas merek yang kuat, kamu memiliki kesempatan untuk memperoleh permintaan pasar. Hal ini merupakan peluang untuk mendapatkan kesetiaan pelanggan terhadap produk.

    Ketiga, identitas merek membutuhkan desain yang apik untuk membuatnya terlihat mudah digunakan. Dengan demikian, konsumen tertarik membeli produk kamu. Pembelian itu bisa berulang kali jika produk tersebut mampu memuaskan pelanggan.

    Terakhir, identitas merek memudahkan kamu untuk mendapatkan referensi profesional. Pasalnya, konsumen menganggap merek sebagai pengukur kredibilitas sebuah bisnis.

    Steve Miswanti: Ingin Mengembangkan Bisnis dari Sisi Desain

    Steve Miswanti adalah BINUSIAN 2022 yang kuliah di Jurusan Creativepreneurship. Karena ingin mengembangkan bisnisnya melalui desain, Steve Miswanti mengambil minor program Designpreneur.

    Untuk mengikuti minor program, Steve Miswanti melakukan beberapa persiapan khusus. Salah satunya adalah menumbuhkan rasa ingin belajar Designpreneur. Dengan begitu, Steve Miswanti tidak akan cepat puas dalam menggali ilmu-ilmunya. 

    Pengalaman paling berkesan bagi Steve Miswanti, yakni bertemu dengan mahasiswa dari berbagai jurusan. Ia mendapatkan banyak teman baru dari perjumpaan itu sehingga wawasannya lebih luas.

    Ketika ditanya soal harapan, Steve Miswanti ingin menerapkan semua hal yang dipelajari di Designpreneur. Selain itu, ia berharap minor program tersebut tetap diadakan pada tahun berikutnya. Jadi, adik-adik angkatan Steve Miswanti dapat merasakan manfaatnya.

    Steve Miswanti mengatakan, bahwa minor program tersebut sudah berjalan maksimal sebelum pandemi COVID-19. Harapannya, usai pandemi, program dapat dilaksanakan secara maksimal.

    Itulah sekilas tentang minor program Designpreneur yang ditekuni oleh Steve Miswanti. Kesimpulannya, Designpreneur merupakan gambaran inovasi dari hasil kolaborasi teknologi, desain, dan bisnis. Jadi, tertarik belajar lebih jauh tentang Designpreneur?