BINUS UNIVERSITY

    Perjalanan Sukses Faza Meonk, Kreator Komik Si Juki

    Faza Ibnu Ubaidillah yang populer dengan nama Faza Meonk merupakan salah satu alumni BINUS yang sukses merintis bisnis di industri kreatif. Bisa dibilang kalau Faza Meonk adalah salah satu pioner yang mendorong kemajuan bisnis komik di tanah air. Karakter buatannya, yakni Si Juki berhasil mengantarkan Faza dari seorang mahasiswa biasa menjadi entrepreneur muda sukses. 

    Perjuangan Faza Meonk dalam merintis karier sebagai entrepreneur tidak mudah. Apalagi, industri kreatif kerap dipandang sebagai bisnis yang kurang menjanjikan di tanah air. Apalagi, plagiasi menjadi problem yang mendarah daging yang sulit dihilangkan. Namun, permasalahan itu menjadi tantangan tersendiri bagi Faza. Saat ini, dia pun sudah menciptakan berbagai karakter komik dan mendirikan perusahaan berlabel Pionicon. 

    • Inovasi Jadi Modal Utama Meraih Kesuksesan

    entrepreneur muda

    Karakter Si Juki yang diciptakan Faza pada tahun 2011 memang menjadi cikal bakal kesuksesannya di dunia komik. Lewat Si Juki, Faza pun berusaha menggambarkan kehidupan sehari-hari seorang mahasiswa dengan cara yang menarik. Faza pun menggambarkan keseharian Si Juki dalam berbagai cerita menarik, termasuk di antaranya adalah Juki Lulus UN, Juki Berani Beda, Juki untuk Indonesia 1, Juki Cari Kerja, ataupun Juki Komikstrip. 

    Cerita Si Juki yang dipasarkan dalam bentuk fisik berhasil menarik perhatian para pencinta komik. Pada 2015, Faza pun mengungkapkan kalau dari 9 edisi komik Si Juki yang telah dicetak, terjual lebih dari 50 ribu eksemplar. Dengan angka penjualan yang setinggi itu, Faza pun dapat merasakan kesuksesan di usia muda. Penghasilannya cukup menggiurkan, mencapai Rp50 – 60 juta per bulan. 

    Namun, kesuksesan di usia yang relatif muda, tidak membuat Faza Meonk terbuai. Sebagai buktinya, Faza berusaha untuk terus menciptakan inovasi baru dalam cerita komiknya. Alhasil, dia tidak hanya berhenti dengan menciptakan Si Juki. Ada pula beberapa karakter lain yang merupakan hasil kreasi Faza, termasuk di antaranya adalah sosok pahlawan super Kalawira.

    Inovasi yang dilakukan oleh Faza tidak terbatas pada penciptaan karakter baru. Dia juga berupaya untuk meningkatkan popularitas Si Juki. Salah satu upayanya adalah membawa karakter ikonik tersebut ke ranah film. Tahun 2017, Faza Meonk menciptakan film bertajuk Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir. Film animasi ini pun digarap secara serius, dengan melibatkan artis terkemuka seperti Pandji, Tio Pakusadewo, Bunga Citra Lestari, dan Indro Warkop. 

    • Prospek Cerah Bisnis Komik dan Animasi di Era Pandemi

    entrepreneur muda

    Pandemi covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020 menjadi mimpi buruk yang berdampak negatif pada dunia bisnis. Ditambah lagi, efek pandemi tersebut dirasakan oleh para pelaku bisnis di segala sektor, termasuk industri kreatif yang menjadi ladang usaha Faza Meonk. 

    Namun, sikap yang diperlihatkan oleh Faza Meonk benar-benar membuktikan kalau dirinya adalah seorang entrepreneur kreatif. Faza tidak bersedih dengan situasi buruk yang bisa berpengaruh negatif pada bisnisnya. Sebaliknya, Faza menganggap kalau pandemi covid-19 adalah momen langka yang menyimpan peluang besar. 

    Direktur kreatif Pionicon tersebut menjelaskan kalau pandemi jadi sarana tepat untuk memasarkan komik secara digital. Format digital, ujar Faza Meonk, merupakan solusi yang efektif bagi kreator komik untuk bisa melakukan penetrasi pasar dengan jangkauan luas. Tidak terbatas di lingkup dalam negeri, tetapi juga bisa menjangkau pasar luar negeri. 

    Lebih lanjut, Faza Meonk mengungkapkan kalau platform digital dapat meningkatkan popularitas komik lewat interaksi oleh para pembaca. Hal ini pun dapat memperbesar peluang sebuah karakter komik untuk bisa dilirik oleh produser dan kemudian dapat diangkat ke cerita layar lebar. 

    Bagi Faza Meonk, memanfaatkan peluang di platform digital saat pandemi bukanlah hal baru. Apalagi, popularitas karakter Si Juki berawal dari media sosial. Selain itu, tingkat kesadaran para pencinta komik Indonesia dalam memerangi plagiasi juga semakin tinggi. Hal ini pun menjadi sinyal positif untuk para kreator komik untuk tetap produktif dan terus berkarya.