BINUS UNIVERSITY

    Internship di Blibli, Belajar Jadi Pekerja yang Profesional

    Salah satu tantangan yang akan dialami fresh graduate saat terjun ke dunia kerja adalah mengikuti ritme dalam dunia kerja. Karena belum terbiasa, para pekerja baru mungkin saja mengalami kesulitan. Bagaimana tidak, situasinya sangat berbeda dengan masa kuliah yang cenderung santai. Di tempat kerja, ada tuntutan kinerja yang harus dipenuhi. 

    Tiap orang berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan tanggung jawabnya. Tidak boleh asal karena kualitas pekerjaan akan sangat berpengaruh terhadap perusahaan, baik secara langsung atau tidak. Nah, akan sangat menyenangkan jika calon pekerja dapat mempelajari hal itu lebih awal, yaitu melalui program internship.

    Memulai Internship

    Internship

    Inggrid Kurnia adalah mahasiswa Jurusan DKV Creative Advertising BINUS UNIVERSITY. Mulai September 2019 hingga Januari 2020, ia menjadi pekerja intern di Blibli, bagian Creative Marketing yang fokus pada Creative Graphic Design

    “Sebenarnya, kontrak magang dengan Blibli hanya selama empat bulan. Namun, karena saya merasa nyaman belajar di sana dan ternyata masih punya waktu ekstra sebelum menyusun skripsi, waktu magang diperpanjang satu bulan lagi,” kata Inggrid menceritakan pengalamannya.  

    Menurutnya, proses untuk mengajukan magang di Blibli tidak terlalu sulit. Bahkan, ia melihat banyak mahasiswa BINUS UNIVERSITY dari berbagai jurusan yang sedang menjalani magang di perusahaan tersebut. Blibli merupakan salah satu partner BINUS UNIVERSITY dalam menjalankan program Enrichment

    Upgrade Kemampuan

    Di Blibli, Inggrid bertugas membuat desain, salah satunya membuat web banner. Bersama 4 mahasiswa lain yang juga menjalani internship, ia ditantang untuk menyelesaikan tugas dari Supervisor. 

    “Anak magang langsung mengerjakan desain yang nanti akan benar-benar dipakai atau tayang. Jadi, hasil kerjanya kelihatan, bukan hanya membantu dalam porsi sedikit. Jadi, saya benar-benar mempelajari apa yang akan saya buat supaya hasilnya maksimal,” tambah Inggrid.

    Selain belajar untuk membuat desain terbaik sesuai kebutuhan bagiannya, Inggrid juga berlatih manajemen waktu. Hal ini ternyata sangat diperlukan, terutama saat kondisi pekerjaan sangat padat. Inggrid harus bisa membagi waktu dan menyelesaikan pekerjaan berdasarkan prioritas yang telah ditentukan. 

    Berhasil mengatasi kondisi tersebut, skill Inggrid pun makin meningkat. Dampaknya, ia bisa membuat desain dalam waktu singkat dengan hasil yang tetap bagus. Secara “terpaksa”, ia berhasil melakukan upgrade kemampuan lewat kegiatan magang.

    Magang Bermanfaat

    Bagi Inggrid, kesempatan internship memberinya pengalaman unik dan penuh manfaat. Ia mengaku mempelajari banyak hal untuk melengkapi ilmu yang didapatkannya di ruang kelas. Wawasannya bertambah luas seiring dengan kemampuannya menyelesaikan kasus di dunia kerja yang sesungguhnya.

    Internship yang dijalani Inggrid merupakan bagian dari program 2+1+1. Program ini diinisiasi oleh BINUS UNIVERSITY dalam rangka memperkaya mahasiswa dengan pengalaman di dunia kerja secara langsung. Mahasiswa diarahkan untuk menjalani 1 tahun masa magang setelah tiga tahun lainnya belajar di kampus.

    Seperti Inggrid, seluruh mahasiswa BINUS UNIVERSITY memiliki kesempatan untuk mengikuti internship. Mereka juga bebas menentukan perusahaan atau instansi yang akan dimasuki sesuai ketertarikan. Untuk mengajukan proposal magang, mahasiswa perlu mencari banyak informasi. Memilih perusahaan yang telah bekerjasama dengan kampus biasanya memiliki banyak lowongan.

    Magang semasa kuliah memberikan keuntungan tersendiri, terutama untuk mahasiswa setelah lulus dari kampus. Pengalaman magang bisa dimasukkan dalam portofolio saat akan melamar pekerjaan sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan. Karena itu, tak perlu bingung saat kuliah di BINUS UNIVERSITY karena kesempatan mendapatkan pekerjaan terbuka lebih lebar.