BINUS UNIVERSITY

    Ini 5 Alasan Alumni Food Technology Punya Masa Depan Cerah

    Pernahkah kamu melihat proses pengolahan pangan hingga masuk ke supermarket? Meski prosesnya rumit, alumni Food Technology bisa melakukan dengan mudah. Pasalnya, mereka sudah mempelajari secara detail mengenai manajemen industri selama kuliah teknologi pangan.

    Tak hanya fokus di bidang manajemen industri, lulusan Food Technology juga dibekali ilmu nutrisi. Dengan ilmu ini, alumni Food Technology bisa memahami pentingnya mengonsumsi makanan bernutrisi agar stamina tetap terjaga. Terlebih di masa pandemi, nutrisi dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

    Jadi, tidak perlu ragu masuk ke Jurusan Food Technology karena kamu akan mendapatkan lima hal berikut ini.

    Alumni

    • Karier Lulusan Food Technology Sangat Luas

    Perusahaan pangan sedang berkembang pesat di masa sekarang. Untuk meningkatkan produktivitas, perusahaan tersebut membutuhkan banyak lulusan Food Technology. Biasanya, perusahaan membuka beberapa lowongan pekerjaan setelah momen wisuda.

    Salah satu posisi yang ditawarkan oleh perusahaan adalah quality control. Tugas utama dalam quality control, yakni memastikan pengolahan pangan berjalan sesuai standar perusahaan.

    Selain quality control, perusahaan pangan juga membuka posisi sebagai konsultan gizi. Tugas utamanya adalah menganalisis mutu nutrisi makanan, tren produk, kualitas produksi, hingga keamanan pangan.

    Jika tidak ingin bekerja di perusahaan, kamu juga bisa berkarier di pemerintahan. Beberapa lembaga pemerintah yang merekrut lulusan Food Technology, antara lain Kementerian Pertanian, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan LIPI.

    • Makanan Sehat dan Berkualitas Menjadi Tren Masa Kini

    Meskipun hidup di era modern, masyarakat menyadari pentingnya mengonsumsi makanan sehat. Mereka juga makin peduli terhadap proses pengolahan pangan, nutrisi, hingga pengemasannya.

    Hal-hal itulah yang mendorong perusahaan produsen makanan untuk merekrut alumni Food Technology sebagai ahli manajemen pengelolaan pangan. Dengan ilmunya, lulusan teknologi pangan mampu menciptakan makanan berkualitas untuk kebutuhan banyak orang.

    • Bekerja di Bidang Pangan Berpeluang Mendapatkan Gaji Besar

    Pekerjaan di bidang pangan identik dengan penelitian dan laboratorium. Agar mendapatkan hasil pekerjaan yang bagus, seorang pekerja di perusahaan pangan harus menggunakan otak secara maksimal. Karena itu, gaji karyawan di bidang pangan relatif tinggi.

    Meskipun baru bekerja, karyawan perusahaan pangan bisa mendapatkan gaji sekitar Rp5—6 juta per bulan. Jika sudah memasuki level menengah, penghasilannya mencapai Rp10 jutaan. Sementara yang level profesional, mereka bisa jadi dibayar lebih tinggi daripada gaji karyawan level menengah.

    • Lulusan Food Technology Berkesempatan Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Industri pangan terus berkembang seiring kemajuan zaman. Untuk menghadapi perkembangan tersebut, lulusan Food Technology harus meningkatkan ilmunya. Salah satu cara untuk meningkatkan keilmuan adalah melanjutkan kuliah S2 di luar negeri.

    Kamu bisa menemukan banyak beasiswa Food Technology ke luar negeri melalui situs online. Contohnya, beasiswa S2 di Nanyang University Singapore dan Ajinomoto Scholarship di University of Tokyo.

    • Banyak Peluang Bisnis di Bidang Pangan dengan Omzet Besar

    Kebutuhan pangan kini menjadi masalah krusial yang harus diselesaikan oleh bangsa Indonesia. Karena itulah, Indonesia membutuhkan banyak pengusaha muda untuk mengembangkan industri pangan. Dalam hal ini, Jurusan Food Technology memiliki peran besar untuk melahirkan wirausaha baru di sektor pangan.

    Dengan kurikulum kewirausahaan di bidang pangan, diharapkan lulusannya bisa menciptakan ide bisnis kreatif. Salah satu contoh ide bisnis kreatif adalah kuliner sehat berbahan buah. Kamu dapat mengolah buah tersebut menjadi keripik, bakked egg, atau puding.

    Produk makanan sehat ala Natasha Naftali—Co Owner Jago Masak—juga bisa dijadikan inspirasi. Dengan keahliannya, ia berhasil membuat makanan Health’s Kitchen dipercaya masyarakat sebagai produk berkualitas. Kerennya, Natasha mampu mengantongi omzet Rp300 jutaan dari modal Rp10—15 juta saja.

     

    Itulah lima alasan alumni Food Technology memiliki masa depan cerah meski tren zaman terus berubah. Salah satu Jurusan Food Technology terbaik ada di BINUS UNIVERSITY. 

    Perguruan tinggi tersebut menerapkan kurikulum teknologi pangan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. Meski terbilang baru, lulusan Food Technology BINUS UNIVERSITY mampu membuktikan kualitasnya di dunia kerja.