BINUS UNIVERSITY

    Cerita Agnes Isna Kuswondo Ukir Sejarah Baru: Raih Prestasi Pilmapres 2020

    Di kalangan mahasiswa, ajang Pilmapres atau Pemilihan Mahasiswa Berprestasi yang awalnya dikenal Mawapres, bukan lagi hal yang asing. Sejak 1986, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan mengadakan acara tingkat nasional ini tiap tahun

    Tujuan Pilmapress adalah untuk menciptakan pola serta memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang dinilai memiliki keaktifan sekaligus kecerdasan yang seimbang, baik dari segi intelektual, emosional, maupun spiritual. Untuk dapat mengikuti ajang ini, mahasiswa harus melewati tahap pemilihan yang ketat.

    Sejarah Baru

    Binusian

    Pada Pilmapres 2020, BINUSIAN kembali menorehkan sejarah baru. Agnes Isna Kuswondo yang berkuliah di Prodi Hubungan Internasional sukses mencapai tahap seleksi nasional. Ia menjadi mahasiswa BINUS pertama yang menjadi finalis di Pilmapres. Dari hasil tersebut, ia kemudian meraih peringkat ke-3.

    Hasil tersebut diraihnya dengan melewati adaptasi yang berat sekaligus upaya keras. Tantangan lain, proses seleksi dilaksanakan pada masa merebaknya COVID-19. Awalnya, Agnes harus melalui tahap pemilihan di tingkat prodi dan universitas bersama para mahasiswa BINUS berprestasi lainnya. 

    Dalam tahap-tahap yang dilaluinya tersebut, Agnes harus menampilkan prestasi terbaik yang pernah diraih sebelumnya, mengajukan gagasan kreatif, dan menampilkan kemampuan presentasi. Berkat kepiawaiannya, ia akhirnya dipilih untuk mewakili kampus BINUS UNIVERSITY pada momen bergengsi Pilmapres 2020.

    Atas hasil tersebut, Agnes merasa senang sekaligus tertekan. Ia kini memiliki dan mengemban tanggung jawab baru. Selain itu, perasaannya makin campur aduk karena kondisi saat ia terpilih masih dalam masa COVID-19.

    Tantangan Berat

    Dalam rangka Pilmapres, Agnes diharuskan membuat karya tulis berisi gagasan kreatif untuk diperlombakan pada tingkat nasional. Ia mengakui, ini merupakan tantangan paling berat yang harus ia lalui selama masa seleksi.

    Dalam tulisan yang dikirimkannya, ia membahas tentang Skema Hutan Rakyat. Ia mengupas cara meningkatkan partisipasi masyarakat yang tinggal di sekitar area hutan tersebut. Agnes menawarkan solusi berupa aplikasi yang telah diintegrasikan antara masyarakat sekitar, NGO, dan pemerintah terkait. Dengan demikian, skema tersebut diharapkan berjalan dengan efektif. 

    Selanjutnya, Agnes menyeleksi dan merangkum masukan dari berbagai sumber. Dengan bantuan dari dosen pembimbing dan pihak terkait, ia pun berhasil merampungkan dan mengirim gagasan kreatifnya tepat waktu. 

    Segudang Prestasi

    Perwakilan BINUS untuk mengikuti event bergengsi itu juga telah meraih sejumlah prestasi. Ia sebelumnya pernah menjadi BINUS Most Outstanding Student 2020. Agnes juga sering menjuarai berbagai kompetisi debat. Bahkan, ia memiliki bakat terpendam di bidang musik klasik. 

    Untuk menyeimbangkan waktu antara kompetisi maupun kuliah, strategi Agnes adalah membuat agenda yang ia tulis sendiri. Dengan demikian, ia tetap dapat mengejar materi kuliah secara baik dan efektif yang sempat tertunda karena lomba.

    Dengan predikatnya sebagai Mawapres, Agnes ingin memanfaatkan kesempatan dengan baik. Bekal pengetahuan sekaligus pengalaman yang didapatkannya selama proses menjalani Pilmapres 2020 diakuinya sangat berharga. Ia pun ingin memberi kontribusi, khususnya pada lingkungan terdekat, yaitu sesama BINUSIAN.

    “Untuk teman-teman di BINUS, kalau ada kesempatan aku bisa ikut berkontribusi, misalnya memberi pelatihan atau sekadar saran, aku pasti akan sangat senang. Jadi, aku ingin menggunakan hal yang aku dapat sebagai mahasiswa berprestasi untuk melakukan kebaikan kepada banyak orang,” kata Agnes.

    Ia pun berharap agar para BINUSIAN serta generasi muda di Indonesia semakin aktif menorehkan prestasi. “Jangan hanya kuliah, tetapi ikuti juga aktivitas lain di kampus, ikut organisasi, dan beri manfaat bagi masyarakat sekitar. Ikuti berbagai lomba yang ada. Semoga pada tahun-tahun selanjutnya BINUS tetap dapat mengirimkan wakilnya menjadi finalis mahasiswa yang berprestasi di tingkat nasional”.

    Inilah pengalaman Agnes yang berhasil meraih prestasi mengagumkan selama kuliah di BINUS UNIVERSITY. Apakah kamu juga ingin mengikuti jejaknya? Yuk, terus belajar untuk meraih prestasi terbaik.