BINUS UNIVERSITY

    Creativepreneurship, Jurusan Kuliah yang Mencetak Entrepreneur Kreatif Era Digital

    Memasuki tahun 2020, pelaku ekonomi kreatif Indonesia digadang-gadang sebagai agent of development. Pasalnya, mulai tahun 2016, sektor industri kreatif menyumbang hingga Rp922,59 triliun di skala perekonomian nasional. Bahkan, pada tahun 2018, kontribusinya mencapai Rp1,102 triliun.

    Targetnya, pada tahun 2030, pelaku ekonomi kreatif bertambah seiring meningkatnya jumlah penduduk usia produktif. Dalam hal ini, BINUS University ikut berperan melahirkan entrepreneur kreatif melalui jurusan kuliah Creativepreneur.

    Tentang Jurusan Creativepreneur

    Jurusan Kuliah

    Jurusan Creativepreneur disediakan untuk mencetak sarjana bisnis yang memiliki daya juang dan kreativitas tinggi. Program studi ini mengombinasikan keterampilan berwirausaha dengan keahlian teknologi informasi dan komunikasi. 

    Setiap lulusan Creativepreneur diharapkan memiliki pengetahuan, sikap wirausaha, serta kemampuan untuk menumbuhkan bisnis secara etis. Selain itu, lulusan Creativepreneur harus mampu meningkatkan nilai perusahaan dan berkontribusi untuk masyarakat.

    Untuk itu, dalam pembelajaran, jurusan kuliah Creativepreneur menggabungkan beberapa jenis teknik. Mulai dari teknik experiential learning, entrepreneurship living laboratory, komersialisasi, hingga market testing. Tak hanya itu, pengajarnya juga menerapkan teknik investor pitch, mentoring, serta flipped-classroom.

    Lantas, hal apa saja yang dipelajari mahasiswa Creativepreneur saat kuliah? Berikut daftarnya.

    • Menciptakan ide dan peluang bisnis
    • Menganalisis risiko bisnis dan peluang pasar
    • Membuat model bisnis
    • Menumbuhkan dan mengembangkan usaha
    • Menjalankan usaha rintisan

    Dari semua pembelajaran di atas, mahasiswa Creativepreneur diharapkan mampu bersaing di skala global untuk meraih karier. Adapun peluang karier yang bisa digapai oleh lulusan Creativepreneur, antara lain business developer, consultant, serta venture capitalist. 

    Mengapa Calon Pebisnis Harus Kuliah di Creativepreneur?

    Jurusan Kuliah

    Jurusan kuliah Creativepreneur dilahirkan dengan visi dan misi yang jelas. Dari visi misi itulah terbentuk standar kompetensi lulusan. Dengan standar kompetensi, entreprenur keluaran program studi tersebut memiliki beberapa kemampuan berikut ini. 

    • Membangun Perusahaan
    • Mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan bisnis
    • Mengimplementasikan teori terapan di berbagai bidang terkait bisnis dan manajemen
    • Menyesuaikan diri dengan hukum bisnis
    • Bersikap profesional dalam berbisnis
    • Memimpin kelompok atau tim
    • Menciptakan lapangan kerja

    Itulah alasan pertama, mengapa kamu harus kuliah di jurusan Creativepreneur kalau ingin jadi wirausaha.

    Nah, alasan kedua, kamu memiliki kesempatan untuk ikut program kewirausahaan dengan kuliah di Creativepreneur. Beberapa program yang bisa diikuti, antara lain Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Biasanya, pemenang program mendapatkan insentif maupun modal usaha.

    Alasan ketiga, dengan menjadi mahasiswa Creativepreneur, kamu akan dilatih untuk menguasai soft skill kewirausahaan berikut ini. 

    • Inovatif. Untuk membentuk sisi inovatif, mahasiswa didorong berpikir kreatif. Artinya, mahasiswa harus berani bermimpi, berimajinasi, dan berpikir tentang produk baru yang dibutuhkan banyak orang.  
    • Hybrid skill. Makna hybrid skill adalah kemampuan memadukan kompetensi teknis dan sosial. Ini berarti, dalam menjalankan bisnis, seorang wirausaha harus multitalent. Mulai dari kemampuan IT, public relation, hingga pemasaran mesti dikuasai.
    • Tech-Savvy. Seorang entrepreneur kreatif harus mampu mengoperasikan teknologi untuk mengembangkan product showcase, communication, dan engaging customers. Begitu pula dengan transportasi dan distribusi, pastikan semuanya mendapatkan sentuhan teknologi.
    • Berjiwa kompetisi. Suka atau tidak, persaingan global pasti dihadapi oleh seorang entrepreneur. Karena itu, mahasiswa harus menanamkan jiwa kompetisi sejak dini. Cara melatihnya dengan berusaha menjadi mahasiswa terbaik dalam akademik maupun organisasi.
    • Risk taking. Ada waktunya, seorang pebisnis menghadapi risiko tinggi dan masalah besar. Bisa jadi, pebisnis mengalami kegagalan finansial. Namun, dengan jiwa yang selalu siap, semua hambatan usaha tersebut dapat dilewati.

    Jadi, untuk mengasah risk taking, mahasiswa harus belajar mengambil risiko. Sebagai contoh, kamu ingin mendapatkan IPK cumlaude, tetapi di sisi lain ada keinginan ikut organisasi. 

    Jika ingin karier organisasi dan IPK sama-sama bagus, kamu mesti berusaha lebih keras. Selain itu, siapkan diri untuk menerima hasil yang kadang tidak sesuai ekspektasi. Misalnya, IPK tidak sampai cumlaude, tetapi kamu bisa menjadi pemimpin organisasi.

    Itulah sekilas tentang jurusan kuliah Creativepreneur. BINUS University adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki Program Studi Creativepreneur terbaik. Dengan menggabungkan komersialisasi ICT dan kecakapan berwirausaha, lulusan Creativepreneur siap membangun bisnis pada industri kreatif.

    Jadi, Jurusan Creativepreneur BINUS University cocok untuk kamu yang bercita-cita menjadi technopreneur, cyberpreneur, sociopreneur, maupun business analyst. Yuk, segera raih cita-cita itu bersama BINUS University.