BINUS UNIVERSITY

    Beyond Reality Virtual Exhibition 2.0: Menikmati Keberagaman Makanan Tradisional Melalui Teknologi AR

    Sains merupakan sebuah Ilmu Pengetahuan yang berhubungan dengan analisis, data dan eksperimen. Sedangkan seni merupakan sebuah karya yang menggunakan imajinasi, atau gagasan yang diciptakan dan memiliki nilai.

    Sains dan Seni merupakan dua ilmu yang berbeda. Namun, bagaimana jika kedua ilmu yang bertolak belakang tersebut dikolaborasikan menjadi satu? Nah, hal tersebutlah yang akhirnya menjadi gagasan bagi Creative Advertising Binus University atau yang sering disebut dengan CA Binus untuk menyelenggarakan sebuah pameran seni yang diberi nama “Beyond Reality 2020” dimana acara ini merupakan sebuat e-xhibition 4.0 perpaduan Augmented Reality sederhana dan design yang estetis.

    Augmented Reality atau yang sering disebut dengan Teknologi AR, merupakan sebuah teknologi yang memperluas dunia fisik kita dengan cara menambahkan lapisan informasi digital kedalamnya. AR bekerja dengan menambahkan suara,video, dan grafik ke dalam tampilan langsung dari lingkungan nyata melalui perangkat elektronik.

    Jadi, AR adalah teknologi untuk menyatukan gambar yang dihasilkan oleh perangkat elektronik dengan dunia nyata sehingga mengubah persepsi realitas yang ada.

    Di Indonesia sendiri teknologi AR masi sangat jarang ditemukan dan masi cukup asing di telinga masyarakat dikarenakan teknologi ini masi terbilang baru dan membutuhkan perangkat yang terbilang tidak murah.

    Acara yang diselenggarakan pada Jumat, 20 November 2020 ini menampilkan 26 karya mahasiswa dari para Binusian 2022 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan jurusan DKV Creative Advetising yang bertemakan “Traditional Nusantara Culinary”.

    Acara ini di pandu oleh Andreas Kurniawan yang juga merupakan seorang Digital Media Class Lecturer di Binus. Menurutnya, pertunjukan ini merupakan sebuah realitas baru dimana kehebatan teknologi 4.0 kini memungkinkan kita untuk masuk kedalam layar dan menjadikan layar perangkat elektronik kita sebagai new reality sehingga para audience juga dapat ikut terlibat. Pertemuan antara Sains dan Seni merupakan sebuah eksplorasi terhadap batas diluar realita.

    Untuk menikmati karya seni ini pun tentu saja menggunakan teknik yang berbeda dari biasanya. Jika dilihat dengan mata telanjang maka karya seni ini hanyalah sebuah lukisan biasa namun, jika kita menggunakan aplikasi yang sudah ditentukan maka gambar akan berubah menjadi sebuah animasi yang mengagumkan.

    Oleh karena itu, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah dengan mendownload aplikasi Zapar. Aplikasi ini dapat di temukan di Playstore maupun Appstore secara geratis. Setelah terdownload, klik aplikasi dan pilih karya yang akan di image traking, selanjutnya arahkan kamera hand phone anda mengarah pada gambar yang dipamerkan maka secara otomatis video animasi dari gambar tersebut akan terputar.

    Untuk para audience yang berada jauh dari objek seni, kita juga dapat melakukan image traking dengan membuka website “ca.binus.ac.id/beyond-reality/” kemudian, kita dapat melakukan image traking seperti langkah langkah yang sudah tertera diatas. Untuk kondisi ini para audience tentu saja diharuskan untuk menggunakan dua perangkat elektronik.

    Inisiatif ini merupakan sebuah permulaan yang tentu saja masi perlu dikembangkan ke tahap yang lebih tinggi lagi untuk membantu agar keberadaan teknologi dapat diterapkan kedalam dunia design atau pun jurusan lain seperti perhotelan dan sebagainya.

    Pada tahun ini tema yang diangkat adalah Kuliner Nusantara dan nantinya setiap pameran akan menggunakan tema tema yang berbeda seperti wisata atau pun hal-hal menarik lainnya.

    Kita juga patut mengapresiasi para mahasiswa/I serta para Dosen yang dimasa Pandemi seperti ini telah bekerja dengan sangat keras untuk menciptakan sebuah seni yang dapat juga dinikmati dari rumah. Kita berharap agar inovasi baru ini menambah kecintaan masyarakat terhadap design dan nantinya akan menjadi sebuah aset yang sangat berharga dalam dunia Advertising.