BINUS UNIVERSITY

    Cara Komunikasi Marketing yang Efektif di Tengah Membanjirnya Hoax

    Teknologi digital memberi peluang perusahaan untuk melakukan aktivitas dengan lingkup yang sangat luas. Hanya saja, kesempatan tersebut juga dibarengi adanya tantangan tersendiri. Tantangan tersebut tidak lain adalah membanjirnya berita hoax atau fake news. Untuk mengatasi rintangan tersebut, perusahaan perlu menyusun strategi komunikasi marketing yang efektif.

    Tantangan ini secara khusus harus menjadi perhatian bagi mahasiswa program kuliah marketing communication (marcom). Keahlian berkomunikasi efektif menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan oleh perusahaan. Bekal kemampuan itu bisa menjadi modal untuk menyusun strategi komunikasi marketing efektif di tengah membanjirnya fake news atau hoax.

    Terdapat 5 strategi komunikasi marketing yang dapat diterapkan oleh pihak perusahaan dalam upaya melakukan pemasaran efektif, yaitu:

    1. Akurat

    Komunikasi Marketing

    Akurasi informasi jadi langkah pertama yang harus diperhatikan dalam strategi komunikasi marketing. Kamu perlu memastikan bahwa informasi apapun yang dipublikasikan, telah terverifikasi kebenarannya. Oleh karena itu, jangan terburu-buru ketika akan memublikasikan kabar terbaru.

    Luangkan sedikit waktu sebelum melakukan publikasi untuk mengecek fakta-fakta terkait kabar tersebut. Cermati kredibilitas sumber informasi. Hal yang tak boleh terlewatkan, perusahaan perlu mempersiapkan fakta pendukung. Di era seperti sekarang, informasi tidak akurat sering disebut sebagai fake news.

    1. Pahami audience

    Komunikasi Marketing

    Memahami audience yang menjadi target pemasaran merupakan strategi komunikasi marketing krusial. Informasi akurat tidak akan bermanfaat kalau diberikan pada audience yang salah. Oleh karenanya, perusahaan perlu mengidentifikasi audience yang sesuai dengan produk dan merek.

    Cara paling sederhana dalam mengetahui dan memahami audience adalah melalui survei atau wawancara. Dalam kesempatan itu, pihak perusahaan dapat mengajukan pertanyaan sederhana, berkaitan dengan kebutuhan serta tindakan yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    1. Jalur komunikasi

    Komunikasi Marketing

    Dalam program kuliah komunikasi marketing, setiap mahasiswa diajarkan adanya berbagai jalur komunikasi yang dapat dimanfaatkan. Komunikasi efektif di era pandemi dapat berjalan secara efisien kalau perusahaan bisa menemukan jalur komunikasi yang paling tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memahami karakteristik audience.

    Selanjutnya, perusahaan dapat memilih jalur komunikasi yang paling sering digunakan oleh audience. Pilihan jalur komunikasinya juga sangat beragam. Perusahaan bisa memilih untuk memasang iklan di televisi, radio, media sosial, blog resmi, dan lain sebagainya.

    1. Bertindak aktif

    Komunikasi Marketing

    Komunikasi harus dilakukan secara aktif. Perusahaan dapat menggunakan media sosial atau blog resmi untuk meningkatkan visibilitas di dunia maya. Aktivitas di internet saat ini memiliki fungsi lebih dari sekadar sarana pemasaran. Penggunaannya juga memberi peran penting dalam meningkatkan awareness serta kontrol damage.

    Keaktifan di media sosial serta website resmi, jadi sarana untuk mengontrol informasi yang dapat berdampak pada image perusahaan. Kalau perusahaan terbiasa memberikan informasi secara akurat kepada audience, mendapatkan tingkat kepercayaan tinggi bukanlah hal sulit. Pada situasi tersebut, mereka tidak akan mudah percaya dengan berita hoax yang menyudutkan citra perusahaan.

    1. Interaksi

    Komunikasi Marketing

    Strategi komunikasi marketing di era berita hoax bisa berjalan efektif kalau perusahaan mampu berinteraksi dengan audience. Interaksi itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Cara yang dapat dilakukan sangat beragam.

    Penggunaan konten yang interaktif merupakan salah satunya. Di situ, perusahaan bisa mendorong audience untuk turut berinteraksi melalui komentar, tanda like, ataupun membagikannya ke newsfeed masing-masing.

    Hal penting yang perlu dijaga agar interaksi berjalan positif adalah menjawab pertanyaan para audience. Perusahaan perlu menjawab setiap pertanyaan audience dalam waktu yang relatif singkat. Alasannya, karena pengguna internet secara umum memiliki kecenderungan ingin mendapat info secara cepat.

    Kemampuan menerapkan teknik komunikasi marketing yang efektif tidak bisa dilakukan secara serampangan. Perusahaan memerlukan tenaga kerja yang punya fondasi ilmu komunikasi yang kuat, baik secara teori ataupun praktik.

    Alumni program kuliah komunikasi marketing BINUS UNIVERSITY memiliki bekal keilmuan dan praktik yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Apalagi, BINUS UNIVERSITY telah terbukti memiliki alumni yang bekerja untuk berbagai perusahaan besar Indonesia dan dunia.