BINUS UNIVERSITY

    Sertifikasi dan Peningkatan Soft-Skills, Dua Hal Penting dalam Menghadapi Era New Normal

    Jakarta, 8 Juni 2020 – Masa Pandemi COVID-19 ini, menuntut semua orang untuk mengubah cara-caranya dalam beraktivitas, mulai dari belajar, bekerja, beribadah, berkomunikasi, dan bahkan dalam berekreasi. Perubahan tersebut dapat disebut juga sebagai the new normal. Saat ini, hampir seluruh kegiatan masyarakat dilaksanakan secara daring atau online. Hal tersebut menuntut sumber daya manusia yang akan masuk ke dunia pekerjaan kedepannya untuk memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan kondisi hidup yang baru ini. Sertifikasi yang didapat dari program pelatihan secara daring atau online, merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menambah keahlian dan keterampilan dalam menghadapi the new normal.

    Memahami pentingnya penyeseuaian keterampilan dan keahlian bagi para mahasiswa/I dalam menghadapi era new normal ini, BINUS UNIVERSITY berinisiatif untuk mengadakan studium generale dengan tema “Sertifikasi sebagai Bekal Menghadapi Era New Normal & Mendukung Kampus Merdeka”. Studium generale ini dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2020 dan dihadiri oleh tiga orang narasumber. Para narasumber yang hadir antara lain Benny Kusuma selaku Education Lead PT. Microsoft Indonesia, Aris Prabhawa selaku Solution Architect, Worldwide Public Sector Amazon Web Services Indonesia, Arifa Tan. S.Kom., M.PD selaku Group CEO IDStar Group. Dr. Meyliana, S.Kom., M.M. selaku Vice Rector Global Employability & Entrepreneurship BINUS UNIVERSITY juga turut hadir sebagai moderator studium generale. Acara ini dibuka dengan kata sambutan dari Rektor BINUS UNIVERSITY, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M.

    Setelah pembukaan dan sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Aris Prabhawa. Beberapa materi yang disampaikan oleh Aris Prabhawa antara lain bagaimana mempersiapkan diri untuk berkarir di bidang cloud computing, jumlah permintaan akan kemampuan cloud computing yang terus meningkat, industri mana saja yang tetap melakukan perekrutan di tengah pandemi COVID-19, serta bagaimana Amazon Web Services dapat mengatasi talent gap yang terjadi dalam bidang cloud computing. Kemudian, Aris Prabhawa juga menyampaikan pendapat pribadinya mengenai pentingnya sertifikasi. Salah satu pendapat Aris mengenai sertifikasi adalah bahwa tujuan sesungguhnya adalah mendapatkan ilmu dan keterampilan baru, sertifikasi hanyalah sebuah reward yang mengikuti setelah keahlian baru tersebut didapatkan.

    Benny Kusuma selaku perwakilan dari Microsoft Indonesia, turut memberikan pemaparannya mengenai keahlian-keahlian yang dibutuhkan di masa depan serta sertifikasi sebagai jalur untuk mendapatkannya. Beliau juga menyampaikan salah satu skill berupa soft-skill yang sangat dibutuhkan di era ini.

    “Saat ini, time management merupakan skill yang sangat dibutuhkan. Itu merupakan dasar yang baik.” Ungkap Benny

    Benny Kusuma juga memaparkan bagaimana pentingnya keseimbangan antara pekerjaan yang saat ini digeluti dengan penambahan skill-skill baru. Kemudian Benny Kusuma menyampaikan fastest growing skills yang saat ini paling dicari adalah dari segi komunikasi, kerjasama tim, analisis data, menulis, dan Microsoft Excel. Apabila seseorang ingin bergelut di dunia yang berkaitan dengan data, keahlian tabulasi menggunakan Microsoft Excel adalah salah satu keahlian yang paling dibutuhkan. Kemudian, skill kepemimpinan dan Microsoft Power Point juga merupakan keahlian yang penting untuk dimiliki di era new normal ini. Benny Kusuma menyampaikan bahwa berdasarkan survey dari Indeed.com, saat ini terdapat lebih dari 2000 pekerjaan di Indonesia yang membutuhkan sertifikasi. Lalu, pendekatan dari Microsoft dalam melakukan sertifikasi juga merupakan materi yang disampaikan oleh Benny Kusuma.

    Setelah Benny Kusuma, ibu Arifa Tan selaku perwakilan dari ONE yang merupakan bagian dari IDStar Group hadir menyampaikan pemaparannya mengenai pentingnya sertifikasi dan wadah yang dapat menyalurkan bakat para generasi muda, seperti contohnya kompetisi berhadiah. Menurut Arifa Tan, orang-orang yang berkembang dengan sertifikasi akan lebih mudah untuk mendapatkan kemampuan yang dibutuhkan oleh workforce global, artinya tidak hanya di Indonesia saja. Selain itu, kolaborasi antara universitas dengan industri juga sangat penting untuk dilaksanakan dengan tujuan menghilangkan jarak antara kemampuan yang dimiliki para lulusan dengan yang dibutuhkan dalam industri. Dalam hal ini, One Indonesia dapat menjadi sarana yang mempercepat dan mewadahi kolaborasi tersebut.

    Dengan berbagai pemaparan dari para narasumber dalam studium generale ini, diharapkan para peserta dapat semakin memahami pentingnya sertifikasi, terutama karena persaingan dalam workforce sudah semakin global. Dengan adanya teknologi informasi dan berbagai lembaga yang menyediakan sertifikasi, diharapkan dapat memudahkan jalan para lulusan perguruan tinggi dan juga tenaga kerja untuk meningkatkan skills-nya dan sekaligus mendapatkan sertifikasi. Kolaborasi antar lembaga juga diharapkan semakin meningkat demi memfasilitasi berbagai kegiatan untuk mendapatkan sertifikasi. Para generasi muda diharapkan dapat terus memotivasi diri dan bersemangat dalam meningkatkan keahlian dan keterampilannya di era yang baru ini.