BINUS UNIVERSITY

Alumni Story : Menilik Perjalanan Karier Sosok Steven Martono, Senior Business Intelligence di Shopee

Dalam bekerja, kita harus selalu memberikan yang terbaik dan setiap hal yang kita berikan harus memiliki makna. Di mana pun kita bekerja, harus selalu memberikan kontribusi yang baik.”

Dengan perkembangannya yang begitu pesat selama satu dekade terakhir ini, e-commerce telah berhasil mengubah perilaku belanja manusia, hingga sistem bisnis dan produktivitasnya. Jika membahas e-commerce, ada salah satu figur yang paling menonjol di Asia Tenggara dan Taiwan, yaitu Shopee. Dengan inovasi pemasaran yang kreatif dan unik, Shopee berhasil mengukuhkan presensinya yang solid di Asia Tenggara dengan waktu yang sangat cepat. Itu semua tentunya dapat dicapai berkat orang-orang hebat yang bekerja di dalamnya.

Steven Martono merupakan salah satu figur yang turut membantu menyukseskan inovasi yang dikembangkan oleh Shopee. Lulus dari jurusan information technology Universitas Bina Nusantara pada tahun 2010, Steven kini telah menjabat sebagai senior business intelligence di Shopee Indonesia. Sebelum bekerja di Shopee, Steven pertama kali meniti karier di perusahaan fast-moving consumer goods, yaitu Nutrifood sebagai business application management. Di Nutrifood, Steven mempelajari proses bisnis yang dapat dioptimalkan melalui teknologi. Selain itu, Steven juga secara rutin berhubungan dengan divisi supply chain dan para pemangku kepentingan.

Pria yang memang memiliki passion di bidang information technology ini bekerja di Nutrifood selama tujuh tahun sebelum akhirnya ia memutuskan untuk bergabung di Shopee. Alasannya adalah karena Steven merasa sudah waktunya bagi dirinya untuk menantang diri dan memperluas ilmu yang telah dia miliki. Steven sendiri tertarik untuk bekerja di Shopee karena e-commerce startup pada saat itu merupakan bisnis yang sedang berkembang, jadi tentunya akan ada banyak hal baru yang dapat ia pelajari. Dunia e-commerce yang serba cepat dan kerap berubah juga memberikan tantangan bagi dirinya.

Steven memulai kariernya di Shopee di bawah naungan departemen business intelligence pada bulan April 2018. Ia dipercaya untuk menangani Shopee Express, yaitu jasa pengiriman barang yang ditangani langsung oleh tim resmi dari Shopee. Sehari-hari, ia bertugas untuk membuat laporan, memantau key performance indicator, membantu Shopee mendapatkan pandangan baru dan menganalisis performa bisnis Shopee. Steven juga mengimplementasikan strategic thinking untuk memecahkan masalah dan membantu Shopee untuk mencegah berbagai isu yang dapat ia temukan melalui pola-pola yang ada.

Baginya, perbedaan yang paling jelas antara perusahaan FMCG dan e-commerce adalah cepatnya perubahan-perubahan yang kerap terjadi dalam industri e-commerce. Jika di dalam e-commerce kita tidak bisa beradaptasi dengan fleksibel mengikuti perubahan, kita pasti akan ketinggalan.

Berkecimpung dalam dunia teknologi dan e-commerce tentunya memiliki suka dan duka tersendiri. Hal yang paling disukai Steven dari pekerjaannya adalah menganalisis data. Ia dapat membantu Shopee untuk menganalisis perubahan apa yang terjadi dalam bisnis dan bagaimana dampaknya ke Shopee Express. Terlebih lagi, ia juga dapat menganalisis data untuk menemukan masalah-masalah yang ada dari sudut pandang data. Sebaliknya, budaya serba cepat e-commerce merupakan tantangan yang besar bagi pria yang gemar window shopping ini. Tetapi, menurutnya itulah yang menarik dari industri ini. Kini, Steven sudah bekerja di Shopee selama sekitar satu setengah tahun.

Menurutnya, pertumbuhan pesat Shopee tidak lain karena orang-orang luar biasa yang turut mendukung e-commerce ini dan juga arahan yang bijak dari sang CEO. Steven merasa bahwa orang-orang yang bekerja di Shopee memiliki beragam ide yang inovatif dan berkualitas, sehingga Shopee dapat maju dengan sangat cepat.

Ke depannya, Steven masih berkeinginan untuk berkontribusi di tim Business Intelligence karena ia dapat melihat proses jalannya bisnis dan dapat belajar banyak dari divisi ini. Meski begitu, ia berharap di masa depan dapat memimpin satu tim atau pun satu perusahaan yang cukup besar untuk membantu pertumbuhan bisnis melalui data.

Semasa kuliah, pria yang mengidolakan Steve Jobs ini banyak belajar dari teman-temannya. Ia juga sukses menyelesaikan S2 strategic management di Universitas Bina Nusantara (kampus JWC). Selama menempuh pendidikan lanjut ini, Steven sempat mengikuti beberapa lomba management case di PPM School of Management dan Prasetya Mulya hingga babak penyisihan.

Selain bekerja, Steven juga memiliki bisnis sampingan yaitu berjualan pengharum mobil di Shopee. Hal ini berhasil memudahkannya untuk memeriksa secara langsung apabila terjadi perubahan-perubahan dalam sistem Shopee. Steven juga senang menghabiskan waktu luangnya di akhir minggu dengan window shopping di mall.

Dalam hidupnya, Steven memegang prinsip teguh bahwa kita harus selalu memberikan yang terbaik dan bermakna ketika bekerja. Ia merasa kurang jika ia hanya kerja dan dibayar tetapi tidak memberikan kontribusi yang baik.

Kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar merupakan hal yang penting untuk bisa sukses dalam pekerjaan menurut Steven. Ini karena situasi lapangan kerja saat ini sudah jauh berbeda jika dibandingkan dengan masa-masa di mana ia masih menempuh dunia perkuliahan. Maka dari itu, setiap orang harus terus belajar untuk mengejar segala perubahan yang akan terjadi di kemudian hari.

 

Bagi para fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan, Steven menyarankan untuk banyak-banyak mencari ilmu dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia menganjurkan untuk jangan berfokus pada uang saja, tetapi cari dan kembangkanlah dulu potensi diri karena apa yang kita pelajari di kuliah tidak semuanya akan diaplikasikan saat bekerja.