BINUS UNIVERSITY

Sustainable Development Goals, ajang pembuktian bagi BINUSIAN di Mahasiswa Berprestasi 2019

Mahasiswa berprestasi (Mawapres) adalah mahasiswa pilihan yang mendapatkan predikat baik akademis maupun non akademis, tetapi hal yang diutamakan tetap berada dalam kemampuan akademis. Menjadi seorang mawapres tentunya mempunyai jalan yang tidaklah mudah, banyak halangan, tantangan dan tentunya persaingan yang harus dilalui untuk menjadi suatu prestasi yang membanggakan.

Jika kita mendengar sebuah kata persaingan, berarti akan ada sekumpulan ketentuan untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik untuk menjadi sebuah perwakilan. Tentunya, ada beberapa persyaratan jika ingin menjadi mawapres yang mewakili provinsi. Dimulai dari minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tidak kurang dari 3,00, harus aktif berorganisasi, hingga membuat karya tulis atau paper.

Tidak hanya sampai disitu, setelah melewati syarat diataspun masih ada tahapan seleksi yang harus dilalui oleh para peserta mawapres. Dimulai dari seleksi karya tulis atau paper, dipresentasikan dihadapan juri atau dosen dengan menggunakan Bahasa inggris jika lolos, akan menjadi mawapres tingkat fakultas dan akan diseleksikan lagi untuk menjadi mawapres universitas hingga akhirnya dapat bersaing dengan mawapres dari universitas lainnya.

BINUS University mempunyai mawapres yang telah diseleksi secara akademis melalui ketentuan-ketentuan serta persyaratan di atas. Dia adalah Patrick Kurniawan yang merupakan Binusian 2020 dari jurusan hubungan internasional. Ia menjadi terbaik 1 mawapres yang berhasil mewakili DKI Jakarta secara keseluruhan, melalui karya tulis yang dibuatnya ia berhasil menembus tingkat fakultas, universitas hingga akhirnya bisa mewakili provinsi.

Mawapres 2019 mengangkat tema Sustainable Development Goals atau yang diartikan menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan. Dari tema tersebut, Patrick membahas tentang Partnership of the goals yang memuat isu tentang wadah kerjasama untuk mengembangkan negara-negara. Menurutnya, wadah kerjasama ini belum banyak terdengar oleh masyarakat sehingga ia ingin mengembangkan awareness orang banyak tentang wadah kerjasama tersebut.

Patrick sendiri mempunyai motivasi tersendiri untuk mengikuti mawapres ini, dimana ia ingin membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia bisa melakukan lebih dari batas yang ia bisa. Menurut Patrick orang tua juga menjadi peran penting yang terus memberikan dukungannya selama ia mengikuti mawapres ini, dimana ia ingin membuktikan dan membanggakan kedua orang tuanya dengan prestasi yang ia raih. Selain itu juga lingkungan yang suportif, dimulai dari teman-teman kuliahnya yang saling mendukung, dosen yang senantiasa membimbingan merupakan support system yang dimilikinya untuk terus berjuang dan berkontribusi di ajang mawapres ini.

Ada beberapa tips yang diberikan oleh Patrick untuk para peserta mawapres ingin mengikuti jejak dirinya untuk mewakili DKI Jakarta di ajang mawapres 2019. Pertama, jangan pernah merasa takut. Ia merasa bahwa banyak orang yang mendengan mahasiswa berprestasi merupakan gelar yang besar, namun kembali kepada pemikirannya bahwa ia juga merupakan orang yang biasa-biasa saja. Sewaktu SMA, ia juga menemukan banyak halangan dimana di susah untuk menembus peringkat 10 besar. “Tidak ada kata yang tidak bisa, selama kamu mau ada usaha dan selalu mencoba it’s all going to be fine” ucapnya.

Kedua, Harus tahan banting. Ketika ia mengikuti kompetisi ini ia tidak langsung menang, baik telah mencoba kompetisi lainnya sebanyak 10 bahkan 11 kali ia mengalami kekalahan. Jika ia tidak mempunyai mental yang kuat seperti itu, ia tidak akan mencapai yang seperti sekarang ini. Ketiga, balancing, Time management. Karena untuk bisa menjadi sepertinya saat ini harus bisa menyeimbangkan waktu antara kehidupan dikampus dan diluar kampus, sehingga tetap bisa berkompetisi dengan IPK yang terus dijaga.

Ia mengharapkan bahwa pencapaiannya saat ini dapat menginspirasi banyak mahasiswa sepantarannya, atau yang sedang berjuang menjadi seperti dirinya. Terlebih bagi dirinya, ia mengharapkan bahwa paper yang telah ia buat dan dikirimkan ke mawapres nasional dapat menjadi sarana awareness untuk peningkatan kerjasama sehingga dapat berkontribusi bagi bangsa.