JAKARTA – Perayaan Imlek selalu membangkitkan kenangan. Terutama bagi mereka yang merayakannya setiap tahun dengan tradisi yang masih kental terjaga.

Mahasiswa Binus University, Julius Raymond, misalnya. Sejak kecil dibiasakan merayakan Imlek bersama keluarga meski belum tahu apa pun tentang tradisi leluhurnya itu.

“Waktu kecil dulu saya selalu dipakaikan baju tradisional China, changsan. Tapi sekarang sudah enggak lagi. Selain itu, setiap imlek pasti di rumah disetelkan lagu-lagu Mandarin,” ungkapnya ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Sementara itu, mahasiswa Unika Atma Jaya, Cicilia Yohana mengingat perayaan Imlek di kampung halamannya cenderung sederhana, tidak seheboh di Ibu Kota. “Karena sederhana itulah, suasana Iimlek di kampung mama dan papa, Pontianak, justru terasa banget,” ujarnya.

Mahasiswa lainnya yang merayakan Imlek setiap tahun adalah Eliza. Cewek yang kuliah di Universitas Pelita Harapan (UPH), itu menyebut, tradisi yang selalu dilakukan saat Imlek adalah berkumpul di rumah nenek.

“Kami sekeluarga besar mengawalinya dengan sembahyang bersama. Bahkan di rumah nenek ada meja sembahyang khusus untuk momen-momen istimewa seperti imlek,” tutur Eliza.

Setelah sembahang, kata Eliza, barulah semua anggota keluarga saling mengucapkan selamat tahun baru sambil menyantap berbagai makanan khas Imlek.

(rfa)

Sumber:
http://news.okezone.com/read/2016/02/08/65/1307072/imlek-dan-tradisi-yang-bangkitkan-kenangan