Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan Daerah (PD) PAM Jaya akan memanfaatkan sumber air kali Ciliwung untuk memenuhi kebutuhan air baku perusahaan operator air bersih di Jakarta sekaligus mengurangi banjir.

Selama ini, kebutuhan bahan baku air bersih untuk warga Jakarta cuma mengandalkan pasokan dari waduk Jatiluhur Jawa Barat. Ketika saluran air dari Jatiluhur terganggu dipastikan pasokan air bersih Jakarta mengalami gangguan.

Direktur Utama PAM Jaya Sriwidayanto Kaderi mengatakan pemanfaatan air baku dari Ciliwung butuh infrastruktur berupa wadah penampung atau reservoir yang dibangun sepanjang bantaran kali.

Pihaknya sudah melakukan penandatanganan kerjacsama melalui MoU pembangunan reservoir long storage itu dengan tiga perusahaan BUMN dan BUMD lainnya.

“Pemanfaatan air Ciliwung sedang dilakukan feasibility study, kita sudah MoU kerja sama dengan perusahanan lain,” katanya seusai menghadiri peringatan Hari Air Dunia 2014 di kampus Universitas Binus Rawa Belong Jakarta, Kamis (24/4/2014).

Menurutnya, kerja sama dengan keempat perusahaan itu termasuk perhitungan kebutuhan dana yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun karena harus membangun waduk. Namun nilai pastinya, katanya, masih menunggu hasil FS oleh PT Hutama Karya (Persero), PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), PT Pembangunan Jaya dan PD PAM Jaya yang ditargetkan selesai tahun ini.

Perhitungan sementara, reservoir Ciliwung bisa menghasilkan air baku minimal 2.000-3.000 liter per detik pada musim kemarau dan mencapai 6.000 liter per detik pada musim penghujan. Tampungan air baku ini sekaligus diharapkan mampu untuk mengurangi potensi banjir Ciliwung yang masuk wilayah Kota Jakarta.

Sumber :