Our Stories

What our alumni says.

Benny Fajarai

CoFounderQlapa Computer Science– 2013

Benny Fajarai menggabungkan dua gairah hidupnya, ilmu komputer dan seni, serta mengubahnya menjadi sebuah bisnis. Ia mendirikan Kreavi, jejaring sosial pertama di Indonesia untuk para profesional kreatif yang juga berfungsi sebagai basis data bagi perusahaan yang mencari bakat artistik. Dia menjual Kreavi pada awal 2015 dan memulai usaha keduanya yang terinspirasi oleh perjalanan ke pasar kerajinan Bali. Qlapa.com, pasar kurasi untuk produk kerajinan tangan dan kerajinan lokal diluncurkan pada November 2015, memanfaatkan pasar kerajinan tangan dan kerajinan besar di Indonesia.

    Source: https://www.forbes.com/30-under-30-asia-2016/consumer-tech/#3a79f4678270
Read more

Joshua Kevin

Founder, Talenta.co Information System – 2013

Joshua Kevin adalah pendiri Talenta, platform manajemen sumber daya manusia berbasis cloud yang membantu perusahaan merampingkan proses seperti penggajian dan pengembangan basis data karyawan. Karena berbasis cloud, tidak diperlukan instalasi atau implementasi. Latar belakang Kevin yang luas dalam industri teknologi mencakup modal ventura, media, dan telekomunikasi. Talenta dimodali oleh   East Ventures, Fenox VC dan Skystar Capital sebagai investor, dan Go-Jek, Grab, Kudo, Majalah SWA Properti Mayapada dan JAKPRO sebagai Pelanggan.

    Source: https://www.forbes.com/30-under-30-asia/2017/enterprise-technology/#288aaba2699e
Read more

Sampad Putra

Sampad Putra mulai mengembangkan ide dan kreativitas sejak duduk dibangku kuliah. Ia  sebagai Co-Founder dan CFO Kotagrosir.com terus membuat peluang yang besar bagi masyarakat dalam mencari produk yang dibutuhkan.

Disamping usahanya itu, Sampad Putra membuka peluang untuk para seller agar dapat berjualan dan mendapatkan penghasilan. Ia terus mengembangkan inovasi untuk usahanya agar terus melangkah lebih maju.

Binus mempunyai visi dan misi untuk menyukseskan para BINUSIAN. Selama perkuliahan di BINUS, ia telah dibekali ilmu dan pengetahuan dalam berbisnis melalui mata kuliah entrepreneuship, disana para binusian dibekali ilmu bagaimana cara menjadi entrepreneur yang sukses dan mandiri.

Read more

Tyovan Ari Widagdo

Tyovan Ari Widagdo adalah CEO dari www.bahaso.com, sebuah platform untuk belajar bahasa inggris secara online. Beliau adalah lulusan Teknik Informatika di BINUS UNIVERSITY. Namanya masuk dalam pengusaha muda yang sukses dalam daftar 30 Under 30 Forbes Asia 2017. Ia mendirikan perusahaan penyedia aplikasi belajar bahasa asing pada tahun 2015. Baru dua tahun berjalan bisnis ini mendapat suntikan dana sebesar US$500 atau Rp 6,6 miliar. Penggunanya sekarang mencapai 150 ribu orang.

Terbilang nekat, pada usia 17 tahun Tyovan pede merintis perusahaan teknologi bernama Vemobo. Saat itu dia mengembangkan solusi enterprise application untuk beberapa perusahaan dan institusi pemerintah.

Nasib membawanya hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah. Di ibukota, karir Tyovan semakin maju. Pada 2012, saat duduk di bangku kuliah semester lima, dia ikut mengembangkan platform Reporting and Coordination System yang digunakan oleh Presiden RI saat itu.

Tyovan juga pernah masuk dalam lima besar kompetisi inovasi di Stanford University, Amerika Serikat (AS) pada 2013 dan sempat magang di markas Google. Kecintaannya terhadap teknologi membuat karirnya konsisten berada di jalur ini. Sepulang dari AS, Tyovan ditawari mengembangkan Dolphin Browser di Indonesia, serta dipercaya menjadi Country Manager Dolphin Browser Indonesia. Dia disebut-sebut menjadi Country Manager termuda di dunia pada waktu itu.

Sejumlah prestasi ini membuat Tyovan juga masuk dalam daftar 100 Top World Global Young Innovator yang dikeluarkan oleh lembaga inovasi YouNoodle dari Amerika Serikat.

Saat ini, selain sibuk menjalankan startup digital Bahaso, Tyovan juga aktif dalam beberapa organisasi. Misi sosial Tyovan adalah untuk mengajak banyak pemuda Indonesia agar bisa mandiri dan siap bersaing dalam globalisasi. Dia memiliki pegawai yang mumpuni di bidang teknologi informasi. Hingga saat ini tercatat lebih dari 350.000 siswa yang terdaftar dalam aplikasi Bahaso. Beliau juga memberikan beasiswa kepada 100.000 orang di berbagai wilayah Indonesia. “Saya ingin melakukan hal-hal besar, karena saya tidak ingin suatu saat nanti ketika kita berusia 80 tahun, tiba-tiba kita merasa hampa dan tersadar kita belum melakukan apa-apa dalam kesempatan hidup yang hanya satu kali ini. Saya ingin suatu saat nanti melihat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar karena pemuda-pemudanya yang tangguh,” harapnya.

Read more

Yasa Singgih

Yasa Singgih, seorang businessman lulusan BINUS UNIVERSITY yang menjalankan bisnis fashion. Ia juga telah mendapatkan beberapa penghargaan skala nasional hingga internasional atas semua yang ia lakukan dalam dunia bisnis di Indonesia. Yasa berhasil menjadi juara satu Wirausaha Muda Mandiri Nasional kategori Mahasiswa Kreatif pada tahun 2015, tokoh Nyata Film Dokumenter Pemimpin Muda Bisnis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada 2015, Marketeers Youth of The Year in 2016 oleh Mark Plus. Dan yang paling membanggakan, nama Yasa Singgih masuk dalam 30 Under 30 Young Leaders & Entrepreneurs in Asia versi Forbes tahun 2017.

Yasa Singgih bekerjasama  dengan 8 pabrik di Jakarta dan di Bandung dalam bisnisnya. Bukan hanya bekerjasama, tetapi ia juga memberdayakan dan mempekerjakan banyak orang dalam bisnis ini yaitu membuka peluang pekerjaan bagi banyak orang seperti pengrajin sepatu, dan sebagainya.

Selama 4 tahun kuliah di BINUS, ia telah dibekali persiapan yang matang dalam menjalani karir yang sukses. Selain menjadi entrepreneur, ia juga membuka peluang usaha bagi banyak orang dan memberi manfaat yang banyak.

Read more

Faza Ibnu Ubaydillah Salman

Faza Ibnu Ubaydillah Salman atau yang lebih sering dikenal sebagai Faza Meonkadalah komikus lulusan animasi Universitas Bina Nusantara yang melahirkan karakter Si Juki. Kelahiran Si Juki ini dijadikannya sebagai proyek character branding untuk pasar lokal, dikarenakan kegelisahan Faza akan karakter lokal yang sedikit sekali bisa populer di Indonesia. Lebih jauh lagi, kegelisahan ini membawa Faza mendirikan manajemen kekayaan intelektual berbasis karakter bernama Pionicon Management. Melalui Pionicon, hasil karya komikus bisa diekspresikan ke khalayak umum dan bisa dikembangkan ke berbagai medium. Menurutnya, intellectual property sangat berpengaruh penting dalam keberhasilan karya itu sendiri. Faza yang sekarang juga tengah aktif mengajar di BINUS sangat berharap setiap komikus dapat memaksimalkan intellectual property dalam setiap karyanya. Faza juga mendirikan Pionicon Management dengan mengajak para kreator lokal yang tidak mengerti cara menjualnya. Jadi, sekarang, faza bukan hanya me-manage karakter Si Juki, tetapi juga karakter-karakter lainnya. Dengan Pionicon, ia mengaku tidak ingin sukses sendiri, tetapi menularkannya kepada kreator lain. Saat ini ia menangani 10 karakter. Impiannya adalah Indonesia memiliki karakter yang ikonik. Faza pun akan mengembangkan bisnis untuk merangkul merek-merek yang memiliki maskot untuk bisa melakukan aktivasi. Mereka sedang kerja sama dengan beberapa brand , ia juga akan melakukan variasi media yang digarapnya seperti film, serial animasi dan mobile games. BINUS UNIVERSITY memberikan kesempatan kepada Faza untuk belajar dalam dunia animasi dan juga bagaimana mengelola karya sendiri sebagai produk yang bernilai lebih dan berkelanjutan untuk industri kreatif.
Read more