MERAKIT MESIN 3D PRINT PADA SAAT ISOLASI MANDIRI

Riono Aulia Abdullah S.Ds., M.Ds.

 

 

Beberapa bulan kebelakang ini pandemi covid meningkat sangat tajam hingga angka kematianpun sangatlah tinggi, banyak sekali masyarakat yang terkena gejala ringan seperti demam atau tidak dapat mencium aroma hingga gejala berat seperti sesak nafas hingga untuk bernafas memerlukan bantuan oksigen. Dianjurkan untuk yang terkena gejala ringan hingga menengah untuk isolasi mandiri selama kurang lebih 14 hari semenjak terkena gejala. Beberapa kegiatan dianjurkan agar dapat cepat pulih dari virus ini, bisa dengan olah raga, berjemur hingga meminum obat-obatan yang dapat menjaga imunitas tubuh.

Kegiatan isolasi mandiri merupakan jalan yang terbaik untuk terhindar dan menyebarkan virus covid, untuk berdiam diri tanpa adanya kegiatan pada saat isolasi mandiri sangatlah membosankan, bahkan pemerintah atau pihak dari rumah sakit menyarankan kita untuk mencari kegiatan dalam waktu isolasi mandiri. Tidak banyak dalam waktu 14 hari selama isolasi mandiri banyak yang menemukan hobi baru seperti bercocok tanam, belajar memasak, menjadi konten kreator, dll. apabila kita menyenangi teknologi dan merakit sesuatu mungkin saja merakit mesin 3D print dapat menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan.

 

Kesenangan dapat merakit mesin 3D print bisa dilakukan gampang gampang susah, tergantung dari jenis mesin apa yang akan dirakit, sebagain besar petunjuk perakitan dapat kita temukan di dalam internet ataupun di dalam forum 3D print, enaknya banyak bagian dari mesin tersebut yang gampang kita dapatkan di toko online, berhubung kita tidak bisa keluar rumah karena isolasi mandiri. Mengapa kita tidak membelinya saja langsung? Mungkin apabila kita membeli mesin 3Dprint secara langsung yang sudah jadi, kurangnya kepuasan dalam perakitan dan juga kita dapat memperoleh ilmu baru seperti mekanisme mesin berkerja, elektronikal, pemograman bahasa komputer, hingga mendesain mesin yang lainnya apabila sudah selesai satu mesin.

 

 

Salah satu jenis mesin 3D print yang mudah untuk dibuatnya yaitu jenis mesin HYPERCUBE, mengapa jenis ini? Dikarenakan sudah banyak yang membuatnya, bagian-bagian dari mesin mudah di dapatkan, perakitan mesin tidaklah terlalu sulit, banyaknya forum yang dapat membantu perakitan apabila mendapatkan masalah perakitan dan hasil cetak mesin yang sudah dirakit dapat bersaing dengan mesin yang dibeli langsung.

 

Gambar 1. Contoh mesin 3D print HYPERCUBE yang sudah selesai.

 

 

Untkuk mesin ini dapat diperoleh dalam link ini https://www.thingiverse.com/thing:2254103. Mesin 3D print HYPERCUBE merupakan mesin dasar yang dapat kita modifikasi lebih lanjut menjadi mesin 3Dprint yang lebih sukar, seperti mesin VORON, BLV dan RAT RIG. Mesin ini tergolong simple dari segi bentuk yang seperti kubus, system kerjanya menggunakan sistem XYcore yang tidak terlalu membebani mesin untuk berkerja dengan area mencetak Panjang 235mm, lebar 235mm dan tinggi 210mm. Mesin ini dapat di modifikasi untuk area kerjanya hingga lebih besar, akan tetapi untuk pemula diikuti saja instruksi perakitan dan jangan memodifikasinya terlebih dahulu.

 


Gambar 2. Konfigurasi ukuran mesin yang bisa diubah.

 

Sebelum memulai perakitan dan membeli bagian-bagian dari mesin ini, kita harus menentukan terlebih dahulu besaran voltase yang akan digunakan, apakah 12volt atau 24volt, karena perbedaan voltase maka beberapa bagian mesin terutama pada bagian yang berhubungan dengan panas akan mempunyai bagian yang berebeda. Perbedaan yang mendasar dari perbedaan voltase terlihat pada saat mesin akan memanaskan beberapa bagian, untuk lebih cepat panas, lebih baik menggunakan 24 volt. Untuk rangka yang digunakan merupakan batang alumunium 3030 extrusion yang bisa didapatkan dengan mudah.

 

 

Beberapa bagian mesin memang kita bisa dapatkan langsung, tetapi ada beberapa bagian mesin yang mengharuskan untuk dicetak dengan menggunakan 3D print, untuk hal ini kita dapat memesan ke berbagai penyedia jasa cetak 3D print dan diharapkan mencetak bagian ini dengan ketebalan dan struktur yang besar.

 


Gambar 3. Hasil mesin apabila sudah selesai dirakit.

 

Apabila sudah selesai mengikuti instruksi dari perakitan mesin ini, jangan lupa untuk memasukan bahasa pemrograman dengan memasukan firmware, basik dari firmware mesin 3D print yaitu dengan menggunakan arduino, apabila pernah menggunakan Arduino maka akan mudah untuk memasukannya. Setelah semua aspek dilakukan maka kita harus mencoba untuk mencetaknya, jangan lupa untuk menggunakan material yang sesuai, yaitu dengan memakai filament, untuk mencoba sebagai pemula lebih baik menggunakan material PLA, karena mudah untuk digunakan.

 


Gambar 4. Proses mencetak dengan menggunakan mesin yang dirakit.

Kegiatan ini sudah dilakukan oleh penulis pada saat menjalani isolasi mandiri. Perakitan mesin menggunakan ukuran yang lebih besar dengan Panjang 400mm, lebar 400mm dan tinggi 300mm. masih ditemukannya beberapa masalah yang dikarenakan ukuran terlalu besar maka rangka bergetar dan goyang, hingga hasil cetak sedikit begelombang. Salah satu cara untuk memperbaiki kesalahan yaitu dengan mengganti ukuran rangka yang lebih besar atau dengan mematenkan rangka agar lebih kuat.

 


Gambar 5. Hasil perakitan mesin yang telah dilakukan.

 

Jadi menurut anda bagaimana? Apakah akan mencoba untuk memulai merakit mesin 3D print sendiri? Mungkin apabila sudah dapat merakit beberapa mesin, hal ini juga menjadi peluang usah yang baik, bisa dengan mejual mesin tersebut ataupun dengan menjual jasa cetak print.