Indikator Desain Pencahayaan Yang Ergonomis

Pencahayaan digunakan sebagai salah satu indikator ruang yang ergonomis dengan pertimbangan bahwa kenyamanan beraktivitas dalam ruang dipengaruhi oleh cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Tidak semua ruangan membutuhkan cahaya yang sama banyak. Karena kebutuhan cahaya tergantung dari aktivitas yang dilakukan di dalam ruang. Karena itulah dengan melakukan observasi didapatkan data jangkauan cahaya yang dilengkapi dengan wawancara untuk mendapatkan data kenyamanan ruang.

Kebutuhan pencahayaan selain dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan di dalam ruangan juga dipengaruhi oleh usia pengguna. Dapat diketahui bahwa kebutuhan cahaya setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, ukuran obyek yang terlihat, dan tingkat ketelitian/kesulitan pekerjaan yang dilakukan didalam ruangan. Diketahui juga bahwa orang yang berumur 60 tahun membutuhkan 15x lebih tinggi tingkat cahaya dibanding anak umur 10 tahun. Jadi walaupun aktivitas yang dilakukan sama tetapi kalau manusia sebagai pelaku kegiatannya berbeda, tingkat pencahayaan yang dibutuhkan juga berbeda.

Gambar 1; Zona yang menyinggung sudut visual

Gambar 2; Posisi tingkat kesilauan terhadap objek visual

Berbeda dengan pencahayaan alami, pengaturan system pencahayaan buatan lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan karena jenis dan sumber cahayanya dapat diatur. Pemilihan system pencahayaan perlu disesuaikan dengan fungsi ruang dan rincian aktivitas yang dilakukan dengan menentukan system pencahayaan seperti:

  1. General lighting/pencahayan merata

General ligting berfungsi sebagai sumber cahaya untuk penerangan secara umum. Fungsi pencahayaan ini digunakan sebagai pencahayaan utama. System pemasangan lampu dapat dilakukan secara merata, atau diletakkan pada sudut-sudut dalam ruangan. Jenis lampu yang digunakan adalah jenis lampu yang dapat memancar secara merata ke segala arah.

Gambar 3; source: homedepot.com

  1. Localized lighting/taks lighting/pencahayaan setempat

Pencahayaan localized lighting adalah system pencahayaan yang menciptakan cahaya terfokus pada satu titik. Sistem pencahayaan ini juga dapat berupa taks lighting digunakan sebagai sumber cahaya untuk aktivitas tertentu dan spesifik atau menigkatkan iluminasi pencahayaan untuk memenuhi standar iluminasi aktivitas tertentu. Hal yang

perlu diperhatikan, taks lighting adalah meningkatkan kontras, bukan hanya menigkatkan iluminasi pencahayaan karena taks lighting berfungsi untuk memberikan focus untuk melakukan aktivitas.


Gambar 4; source: pinterest.com

Teknik distribusi cahaya pada pencahayaan buatan dapat dibedakan pula menjadi dua yaitu:

  1. Direct/pencahayan lansung

Teknik pencahayan lansung mengarahkan sumber cahaya lansung kebidang kerja. Distribusi lansung efisien digunakan untuk menciptakan tingkat pencahayaan umum serta menerangi ruangan secara horizontal. Cahaya meyebar mengarah lansung ke bidang yang memerlukan pencahayaan untuk tugas visual. Potensi silau rawan tercipta dengan teknik ini, sehingga memerlukan pemilihan jenis armatur yang mampu mereduksi silau dan posisi penempatan lampu yang tepat.

  1. In-direct/pencahayaan tidak lansung

Teknik pencahayaan in-direct mengarahkan cahaya kebidang (umumnya dinding atau plafon) sebelum dipantulkan keseluruh ruangan. Teknik ini memiliki kelebihan tidak menciptakan bayangan secara horizontal dan vertical. Teknik pencahayaan ini dapat membuat kita melihat dengan jelas walaupun tingkat intensitas pencahayaan rendah dikarenakan Teknik ini tidak menimbulkan bayangan.


Penulis: DoniMorika, dosen Desain Interior Binus@Bandung /arsitek & interior