Psikologi Warna dalam Budaya

Oleh Ratna Amalia

 

Warna tidak bisa lepas dari psikologi. Contoh sederhana misalnya pelangi dengan berbagai macam warnanya yang bisa membuat orang yang melihatnya bahagia karena pelangi dianggap sebagai tanda berakhirnya hujan dan datangnya sinar matahari yang cerah. Dalam hal ini tentu saja warna-warna pelangi memengaruhi otak kita. Seperti yang dikatakan dalam penelitian bahwa terjadi reaksi pada saat manusia melihat warna dan dipersepsi oleh otak.

Kaitannya dengan bidang desain adalah dalam hal ini desainer harus bisa memhami hubungan antara warna dan psikologi manusia karena hal ini menjadi dasar dari analisis warna untuk setiap karya yang akan dibuat. Warna juga berhubungan dengan budaya negara tertentu karena persepsi seseorang terhadap warna juga salah satunya dilatar belakangi oleh budaya tempat tinggal atau nenek moyang.

Contoh hubungan warna dan psikologi adalah jika seseorang memakai pakaian warna kuning maka dia akan dianggap seseorang yang enerjik, ramah, selalu riang, dan cerdas.

Sumber: https://id.pinterest.com

Merah muda selalu identik dengan anak perempuan atau perempuan dewasa yang memiliki sifat feminim. Seseorang yang menyukai merah muda dipandang memiliki kepribadian lembut, penyayang, romantis, dan penuh cinta kasih.

Sumber: https://www.colorpsychology.org/

Oranye identik dengan jeruk. Jeruk memberikan rasa asam dan kesegaran. Seseorang yang senang dengan warna oranye digambarkan sebagai orang yang menyenangkan, selalu membawa keceriaan untuk sekitar, aktif berkegiatan, banyak ingin tau, berani mencoba hal baru, dan kreatif. Seperti terlihat pada gambar di atas. Sekelompok dari negara Belanda sedang menonton, bisa diasumsikan mereka sedang menonton sepak bola. Warna oranye memang merupakan warna khas negara Belanda. Dalam gambar ini diperlihatkan atribut-atribut meriah berwarna oranye dan ekspresi keingintahuan yang tinggi terhadap apa yang dilihatnya.

Sebuah warna yang sama bisa dipersepsi berbeda oleh seseorang. Hal ini berhubungan dengan budaya dan adat istiadat di negara tersebut. Mahasiswa atau desainer harus mengetahui untuk negara mana sebuah karya dibuat. Persepsi warna coklat di Indonesia bisa jadi berbeda  dengan orang di Eropa. Begitu juga dengan warna-warna yang lainnya.

Di Cina warna hitam dianggap sebagai warna netral yang sesuai dengan air. Sedangkan Di Indonesia terdapat banyak istilah yang berhubungan dengan warna hitam, seperti kambing hitam, ilmu hitam, daftar hitam, pasar gelap (black market), daerah hitam, dan lain-lain yang menunjukkan sifat-sifat negatif.

Sumber: http://www.djarumcoklat.com

Gambar di atas merupakan ilustrasi dari kaos band metal asal Indonesia. Ilustrasi tersebut memiliki warna latar bekang hitam dan dihiasi dengan gambar tengkorak. Warna hitam di Indonesia memiliki kesan negatif hal ini terbukti dari banyaknya band-band beraliran keras yang identik dengan kerusuhan selalu memakai warna hitam dalam setiap atributnya.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Ternyata warna hitam di Indonesia tidak hanya dipandang negatif, tetapi Indonesia  juga memaknai warna hitam sebagai maskulinitas, memperlihatkan kekuatan dan keahlian, sesuatu yang formal, tegas, kukuh, klasik dan abadi.

Sumber: http://www.aljazeera.com

Perempuan Arab Saudi mayoritas menggunakan jubah hitam. Mereka percaya bahwa hitam mengandung makna yang penting yaitu menutupi sebuah keindahan (tubuh).