Pemanfaatan Smart Mirror untuk Keamanan

Oleh: Mochammad Haldi Widianto

 

Dengan kemajuan teknologi, dapat dipelajari bahwa sebagian besar peralatan telah menjadi pintar. Pengenalan device cerdas di perangkat saat ini telah membuat mereka paling dikagumi dan telah meningkatkan kegunaan mereka. Sistem yang ada sekarang tergabung dengan Artificial Intelligence, menjadikannya Smart Device yang mampu merasakan, memproses dan mengkomunikasikan. Karenanya, mereka memainkan peran utama dalam kehidupan manusia dan menjadi tak terhindarkan.

Ada produk terkait yang tersedia di pasar, tetapi yang utama Perbedaannya terletak pada kegunaan produk. Smart Mirror yang ada dirancang sejauh ini hampir pasif sekali. Sistem Mirror mampu menampilkan informasi di layer dan telah dirancang sebagian besar dengan Raspberry Pi, LCD (Liquid Crystal Display) atau LED (Light Emitting Diodes) untuk tampilan informasi. Beberapa darinya bekerja dan berbasis pada suara, perintah sentuh atau perintah perangkat seluler. Beberapa sistem juga dirancang untuk memberikan keamanan menggunakan sensor PIR. Tetapi sistem yang dirancang demikian memiliki lebih banyak tingkat dan fase pengindraan false alarm yang berbeda beda

Gambar 1. Smart Mirror

Smart Mirror dirancang menggunakan pengenalan suara, wajah dan sentuhan diaktifkan. Beberapa mirror beroperasi dalam dua mode yaitu mode Tampilan dan Sistem menggunakan model MVC  lalu dapat digunakan di perguruan tinggi untuk informasi dan pendaftaran siswa. Sistemnya adalah dirancang untuk Deteksi Pencurian di lingkungan rumah.  Ketika terdapat Gerakan mencurigakan terdeteksi oleh sensor PIR dan kemudian kamera menangkap informasi dan menyimpannya di drop box. Beberapa Smart Mirror didasarkan pada AI (Kecerdasan Buatan) untuk perintah suara yang dikendalikan dengan dukungan Manusia melalui isyarat menghasilkan informasi real-time. Sistem dibuat responsif dengan memanfaatkan Teknik Machine Learning.

Gambar 2. Otentifikasi Smart Mirror

Untuk keamanan dibutuhkan modul otentikasi ysng bertanggung jawab untuk mengautentikasi pengguna ke sistem. Otentikasi menggunakan nama pengguna berdasarkan kata sandi. Setelah upaya berhasil, pengguna akan dapat mengakses Smart Mirror. Gambar 2 menunjukkan rincian proses otentikasi. Jika ada 3 upaya yang gagal, pesan peringatan akan muncul dikirim ke pemilik sistem. Setelah otentikasi Berhasil maka sistem siap menerima perintah.

Gambar 3. Fitur Smart Mirror

Gambar 4. Fitur Map Deteksi

Fitur-fitur yang tersedia sangat banyak seperti info terkini, cuaca, dengan arahan dari suara, sentuhan atau remote dari HP. Dengan metode deteksi yang sudah canggih, dimana jika pengguna yang datang maka dapat dioperasikan dengan baik, Sistem ini juga dapat diperluas sebagai produk komersial. Ada ruang untuk proyek selanjutnya dan dapat diterapkan di Indonesia dalam sistem yang diusulkan ini dengan menambahkan AI (Kecerdasan buatan). Smart Mirror yang sama dapat diperpanjang dan dapat mengontrol Peralatan Rumah Tangga. Karena itu, kita bisa mampu mengontrol peralatan dan pencahayaan pada rumah,.

Referensi

  • Raju Nadaf, Vasudha Bonal “Smart Mirror using Raspberry Pi as a Security and Vigilance System”, Department of Computer Science (Autonomous) Basaveshwar Engineering College Bagalkot, India , Proceedings of the Third International Conference on Trends in Electronics and Informatics (ICOEI 2019)