Mengenal Tatanan Global dalam Perspektif Henry Kissinger: Kekuatan Eropa, Islam dan Tiongkok oleh Meitty Josephin Balontia, M.Han

Mengenal Tatanan Global dalam Perspektif Henry Kissinger Kekuatan Eropa, Islam dan Tiongkok

   Henry Kissinger dalam bukunya yang berjudul “World Order”, mencoba memaparkan pandangannya tentang bagaimana tatanan dunia saat ini berjalan. Baginya, tatanan dunia sangatlah dipengaruhi oleh tiga kekuatan besar yakni, kekuatan Eropa, Islam, dan Tiongkok serta bagaimana paradigma ketiganya berjalan dalam (sejarah) tatanan dunia. Definisi tatanan dunia itu sendiri merujuk pada “konsep yang dipegang oleh suatu wilayah atau peradaban yang terkait dengan berbagai pengaturan yang adil serta distribusi kekuasaan, yang dianggap dapat diaplikasikan pada seluruh dunia.” (Ischinger, 2015) Dari pemahaman tersebut ada dua hal penting yang perlu digaris bawahi bahwa tatanan dunia bukanlah konsep tunggal (karena tergantung pada pemikiran masyarakat di suatu wilayah/ peradaban), serta dianggap sebagai sesuatu yang dapat diberlakukan diseluruh dunia. Kedua hal ini membawa Kissinger pada penjabarannya mengenai tiga konsep tatanan dunia yang berkembang dan mempengaruhi interaksi global saat ini.

Peran Kekuatan Ekstrimis Islam dalam Membentuk Konsep Tatanan Global yang Bertentangan dengan Barat

   Selama perang dingin berlangsung, dua kekuatan besar dunia US-Uni Soviet berusaha untuk memperluas pengaruh serta kekuasaannya di berbagai wilayah. Namun setelah kejatuhan Uni Soviet, US beserta negara Barat (Eropa) menjadi suatu kekuatan besar yang mengatur jalannya tatanan dunia. Pasca Bush mengumumkan perang melawan terorisme, tatanan global yang terkait erat dengan kebijakan politik luar negeri mulai diwarnai dengan kekuatan militer serta pengiriman pasukan untuk melawan terorisme. Seiring berjalannya waktu, berbagai pengeluaran (biaya) perang menjadikan Amerika Serikat serta negara-negara Eropa kini mulai memikirkan masa depan perekonomian dalam negeri mereka sendiri. Di lain pihak, kekuatan para ekstrimis Islam (yang disebut teroris oleh pihak Barat) mulai menjadi kekuatan besar yang perlu diperhitungkan. Kekuatan ekstrimis Islam adalah satu dari sekian hal yang menandakan hadirnya suatu kekuatan besar yang memiliki pandangan atau konsep tatanan global, yang sangat bertolak belakang dengan tatanan global sebelumnya yakni, transnational political Islam (Ischinger, 2015). Kekuatan ini muncul baik dalam bentuk persaudaraan internasional berbasis agama Islam (gerakan politis) ataupun gerakan jihadist seperti Al Qaeda dan ISIS (Ischinger, 2015). Dalam buku Kissinger disebutkan bahwa konsep universal Islam tentang tatanan dunia adalah tatanan yang berangkat dari satu pemerintahan yang (datang dari) Ilahi, yang mengayomi seluruh dunia (Kissinger, 2014).

Sementara itu, Tiongkok (Cina), negara yang kekuatannya perlahan semakin besar dan memiliki pengaruh besar dalam sistem internasional kini, mempunyai konsep tatanan dunia yang khas. Tatanan global dalam pandangan Tiongkok berpusat ke dalam. Artinya, negara Tiongkok adalah pusat dimana negara-negara lainnya adalah negara bawah. Tiongkok adalah negara langit yang tidak hanya berada di atas negara-negara lainnya tetapi juga perlu melindungi negara-negara tersebut. Pandangan tersebut berbeda jelas dengan tatanan global dalam konsep Barat (Eropa) yang menekankan pada nilai kedaulatan dan kolektivitas kepentingan bersama.

Tujuan Konsep Tatanan Global dari Masing-Masing Kekuatan Besar dan Perlunya Manajemen Hubungan Antar Negara untuk Tatanan Global yang Lebih Stabil

   Masing-masing konsep tatanan global di atas membawa suatu tujuan khas. Islam mendambakan tatanan global yang sesuai dengan ajaran agama (yang bersifat Ilahi); Barat dengan tatanan global yang lekat dengan nilai kedaulatan serta kolektivitas kepentingan bersama; serta Tiongkok dengan tujuan menciptakan “harmonisasi dibawah langit”. Ketiganya kini hadir meramaikan sistem internasional “yang tak bertuan”, yang menanti untuk dapat mendominasi secara keseluruhan. Meskipun ketiga kekuatan tersebut memiliki konsep tatanan dunianya, bagi Kissinger, yang diperlukan (dan sangat penting diusahakan) kini bukanlah dominasi satu konsep tatanan dunia tertentu tetapi lebih daripada itu, suatu manajemen hubungan antar negara-negara besar (super-powers) untuk menciptakan suatu tatanan global yang lebih stabil.

Bibliography

Ischinger, W. (2015, Maret/April). The World according to Kissinger. Retrieved from foreignaffairs.com: https://www.foreignaffairs.com/reviews/2015-03-01/world-according-kissinger

Kissinger, H. (2014). World Order. New York: Penguin Press.