EESE Program: Sinergi Kakak Tingkat Mendampingi Mahasiswa Baru di BINUS Bandung

Memasuki gerbang perguruan tinggi pada tahun 2026 menuntut mahasiswa baru untuk bergerak cepat dalam menyesuaikan diri. Perubahan metode belajar dari bangku sekolah ke sistem perkuliahan yang mandiri sering kali memicu kebingungan akademis. Menjawab tantangan tersebut, BINUS @Bandung menghadirkan EESE program (Employability and Entrepreneurship Skill Enhancement) sebagai solusi pendidikan satu pintu yang humanis.

Melalui program ini, BINUS @Bandung memastikan bahwa mahasiswa baru tidak berjalan sendirian. Program EESE dirancang secara terstruktur untuk membangun jembatan komunikasi dan kolaborasi yang erat antara mahasiswa baru (maba) dan kakak tingkat (kating) demi menciptakan iklim akademik yang suportif.

  1. Pendampingan Intensif dari Semester 1 hingga Semester 2

Masa transisi paling krusial bagi seorang mahasiswa berada pada tahun pertama perkuliahan. Oleh karena itu, EESE program memberikan pengawalan yang bersifat jangka panjang.

  • Dukungan Penuh Dua Semester: Pendampingan dilakukan secara konsisten mulai dari semester 1 hingga semester 2, memastikan maba memiliki waktu yang cukup untuk benar-benar mandiri.
  • Fokus pada Segi Perkuliahan: Kakak tingkat yang ditunjuk akan membantu maba memahami sistem pengisian KRS, metode pengerjaan tugas berbasis proyek, hingga persiapan menghadapi ujian kampus.
  • Solusi Responsif Kendala Akademis: Hubungan yang dekat ini memastikan bahwa jika ada kendala di tengah jalan, mahasiswa baru bisa langsung saling dibantu oleh mentor terdekat mereka.
  1. Manfaat Ganda: Penguatan Soft Skills dan Kesiapan Karir

Sesuai dengan namanya, EESE program tidak hanya berfokus pada nilai akademis di atas kertas, tetapi juga pada pengembangan karakter yang relevan dengan tren industri 2026.

  • Peningkatan Employability Skill: Mahasiswa baru belajar mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan langsung melalui interaksi organisasi di dalam program.
  • Penanaman Mindset Entrepreneurship: Kakak tingkat membagikan pengalaman mereka dalam memanfaatkan ekosistem kampus, seperti BINUS Incubator, untuk memicu jiwa inovasi maba sejak dini.
  • Perluasan Jaringan Sosial Kampus: Maba dapat dengan mudah membaur ke dalam komunitas Himpreneur maupun organisasi mahasiswa lainnya tanpa rasa canggung.
  1. Memutus Stigma Senioritas Melalui Hubungan Mentor-Mentee yang Humanis

EESE program membalikkan stereotip senioritas kampus yang kaku menjadi sebuah kolaborasi yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan.

  • Ruang Aman Berdiskusi: Sesi mentoring didesain santai namun tetap terarah, memberikan ruang bagi maba untuk menceritakan kesulitan belajar tanpa takut dihakimi.
  • Akses Mudahnya Berbagi Pengalaman: Kating bertindak sebagai kompas hidup yang membagikan tips dan trik bertahan di dunia perkuliahan serta kehidupan perantauan di Bandung.
  • Fleksibilitas Lokasi Belajar: Kegiatan mentoring ini dapat dilaksanakan secara fleksibel memanfaatkan fasilitas Living Lab yang nyaman, baik di Kampus Paskal maupun Kampus Dago.

FAQ: Seputar Layanan EESE Program di BINUS @Bandung

Q: Apakah mahasiswa baru harus membayar biaya khusus untuk mengikuti EESE program ini?

A: Tidak ada biaya sama sekali. EESE program merupakan fasilitas pendampingan wajib yang sudah terintegrasi ke dalam kurikulum tahun pertama untuk seluruh mahasiswa baru di BINUS @Bandung.

Q: Bagaimana jika mahasiswa baru merasa kurang cocok dengan kating yang mendampinginya?

A: SADC dan tim pengelola program EESE selalu melakukan evaluasi berkala. Jika terdapat ketidakcocokan dalam metode komunikasi, maba dapat melaporkannya untuk dicarikan solusi terbaik demi kenyamanan belajar.

Q: Apakah program EESE ini berjalan di seluruh jurusan dan lokasi kampus?

A: Ya. Program pendampingan ini berlaku merata untuk semua jurusan, dan kegiatannya dapat diakses oleh mahasiswa yang berkuliah di Kampus Paskal maupun Kampus Dago.