Perjalanan Tim FASA Raih Juara 1 di P2A Hybrid Mobility 2025 Bersama BINUS @Bandung
BINUS @Bandung kembali mencatatkan prestasi setelah keberhasilan Fasa Aulia Tenera yang tergabung dalam tim TreatSeas meraih juara 1 P2A Hybrid Mobility 2025. Fasa adalah seorang mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual dari BINUS @Bandung. Ingin tahu lebih jauh tentang pengalaman dan perjalanan Fasa dalam meraih juara 1 P2A Hybrid Mobility 2025? Simak lebih lengkap dalam uraian dibawah ini!
Tentang Program P2A Hybrid Mobility 2025
P2A Hybrid Mobility by Disciplines 2025 adalah kompetisi internasional yang diadakan oleh Passage to ASEAN Association (P2A). Program ini menggabungkan kegiatan online dan offline, serta mengajak mahasiswa dari berbagai negara ASEAN untuk bekerja sama lintas jurusan.
Tema tahun ini adalah “Business, Entrepreneurship, and Technology Intelligence”, di mana peserta diminta membuat proposal bisnis menggunakan kerangka Business Model Canvas. Tujuannya adalah menciptakan ide bisnis yang bisa membantu membangkitkan kembali desa-desa kerajinan di ASEAN dengan memanfaatkan teknologi seperti AI.
Pada tanggal 29 Agustus 2025, kurang lebih 180 mahasiswa dari 13 universitas anggota P2A di seluruh ASEAN berkumpul untuk memulai babak baru dalam program Hybrid Mobility by Discipline (HMD) 2025. Menurut Dr. Hang Le selaku Direktur Sekretariat P2A, program ini adalah ruang bagi mahasiswa ASEAN untuk belajar dan berkolaborasi untuk melestarikan warisan budaya ASEAN dengan Ko-Kreasi AI–Manusia.
Tim FASA dan Peran Anggotanya
Fasa Aulia Tenera merupakan perwakilan BINUS University yang berasal dari kampus Bandung. Dalam kompetisi ini, Fasa tergabung bersama 13 mahasiswa lainnya yang berasal dari berbagai negara di ASEAN. Dengan ide bisnisnya yang menarik dan kompetitif, mereka berhasil meraih juara 1 P2A Hybrid Mobility 2025.
Karena ini adalah tim multinasional, tentu bukan hal yang mudah untuk menyatukan pikiran. Tapi inilah tantangan dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh P2A ini. Tim dituntut untuk mampu berkolaborasi cepat, memecahkan masalah dengan tepat, mengembangkan solusi yang inovatif, serta mempresentasikannya dengan baik. Tim juga harus berbagi tugas dan peranan agar mampu berkolaborasi secara intensif dalam menentukan ide bisnis, mengidentifikasi masalah, mengembangkan solusi yang inovatif, serta mempresentasikan semuanya dalam waktu yang terbatas.
Alasan dan Motivasi Mengikuti Kompetisi
Alasan dan motivasi mengikuti kompetisi ini tentu saja karena tantangan dan pengalaman besar yang akan didapatkannya. Dalam kompetisi ini, setiap peserta ditantang untuk bisa dan mampu bekerja sama dengan tim yang berasal dari lintas negara. Dengan cara ini, ide bisnis mereka akan lebih terasah, selain itu para peserta juga akan meningkatkan kemampuan presentasinya dalam bahasa Inggris.
Selain itu, kompetisi ini juga menjadi kesempatan yang tepat untuk mempelajari secara langsung tentang pemanfaatan teknologi dalam bidang sosial serta tentang bagaimana kolaborasi antar budaya. Tantangan dan pengalaman yang didapat selama mengikuti kompetisi ini tentu berdampak positif dalam meningkatkan daya saing peserta di masa mendatang.
Proses dan Mekanisme Kompetisi
Kegiatan ini berlangsung secara hybrid. Sesi awal dilakukan secara daring dimana peserta akan mengikuti pembekalan, penyusunan proposal dan video, mentoring, hingga tahap final dan pengumuman pemenang. Setelah itu akan dilaksanakan sesi on-site hanya untuk peserta terpilih, dan diselenggarakan di salah satu kampus mitra P2A di ASEAN.
Serangkaian acara dimulai dari bulan Juni hingga Agustus 2025 dengan penentuan pemenang pada tanggal 1 Agustus 2025. Pada tahap awal, semua peserta termasuk Fasa mengikuti sesi online secara virtual dari negara masing-masing yang berlangsung mulai 13 Juni sampai 1 Agustus. Sesi awal dimulai dengan memperkenalkan topik dan alur kompetisi. Setelah dibentuk menjadi tim lintas negara, tim tersebut akan melakukan diskusi daring untuk menentukan ide bisnis.
Selanjutnya, untuk memudahkan proses, tim akan membagi tugas bagi setiap anggota tim seperti membuat proposal atau menyusun video presentasi. Selama proses berlangsung, setiap tim yang ikut berkompetisi akan mendapat bimbingan dari mentor P2A. Begitu pula dengan tim Treatseas dimana Fasa ada didalamnya.
Setelah tugas selesai dikumpulkan, tim Treatseas dinyatakan lolos dan masuk kedalam top finalist yang artinya mereka berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Dan akhirnya saat ini tim Treatseas dengan Fasa didalamnya berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi ini.
Inovasi Bisnis yang Diusung Tim FASA
Tim Treatseas dengan “Application of Medical Tourism Itineraries & Health” berhasil menjadi juara 1 P2A Hybrid Mobility 2025 Hackathon. Ide ini ditentukan berdasarkan dari tema kompetisi tahun ini yaitu “Business, Entrepreneurship, and Technology Intelligence”.
Kegiatan Pembekalan dan Mentoring
Selama mengikuti lomba, Fasa dan tim membuat proposal bisnis tertulis dan video presentasi dengan durasi kurang dari 3 menit. Selain itu juga video refleksi singkat dari ketua tim.
Keberhasilan dan Penghargaan sebagai Juara 1
Pengalaman yang didapatkan oleh Fasa jelas sangat berharga. Semua pengalaman dalam kompetisi tersebut membuka kesempatan yang besar untuk belajar lintas budaya dan mendorong keterampilan berpikir yang kreatif dan strategis.
Yuk Kuliah di BINUS @Bandung!
Kuliah di BINUS @Bandung adalah keputusan terbaik untukmu yang ingin kuliah di kampus berstandar Internasional. Dengan berbagai program dan kurikulum yang ada, BINUS @Bandung akan mengantarkanmu menjadi lulusan berkualitas dan berdaya saing.
BINUS @Bandung hadir dengan dua kampus – Kampus Paskal dan Kampus Dago – yang siap memberikan dukungan bagi BINUSIAN untuk terus berkreasi dan berkarya. Semua fasilitas disiapkan dengan cermat menggunakan teknologi modern yang akan mempermudah semua aktivitas mahasiswa, khususnya kegiatan pembelajaran. Yuk, segera daftar di sini!



Comments :