Banyak orang yang memandang bermain game sebagai aktivitas yang membuang waktu. Tetapi, video game merupakan sebuah sarana yang dapat memberikan pesan dan ide dari pembuatnya. Kita sering melihat hal tersebut dari sisi cerita, suara, dan design. Kita juga dapat membawa itu ke bidang yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu edukasi. Edukasi sendiri sering diabaikan oleh banyak orang karena dianggap kurang menarik dan membosankan. Tetapi, dengan kurangnya ketertarikan pada edukasi dan pendidikan, naiklah popularitas video game di kalangan muda. Dari observasi tersebut, bisa dikatakan video game dapat lebih menyentuh pikiran orang sekarang dibandingkan buku materi sekolah. Oleh karena itu, kita dapat menggunakan video game sebagai alternatif sarana edukasi. Bayangkan, kamu akan memasuki materi bab baru di sekolah. Tetapi, daripada mengeluarkan buku cetak, gurumu membawa kalian ke ruang komputer. Kamu pasti akan lebih tertarik dengan itu dibandingkan hanya duduk di kelas dan membaca sebuah dinding teks. Dengan lebih tertarik pada pelajaran, materi yang diberikan akan lebih mudah melekat dalam pikiran kita.

Dari namanya, game edukasi adalah sebuah game yang dibuat dengan tujuan edukasi. Saat bermain game edukasi, ada dua hal yang penting pada pengalaman bermainnya, yaitu kualitas gamenya dan kualitas edukasinya. Keseimbangan kedua aspek tersebut adalah kunci dari game edukasi yang bagus. Jadi, sebuah game edukasi harus bisa mengajarkan pemainnya dengan baik dan benar, serta harus bisa memberikan pengalaman game yang menyenangkan dan mengesankan.

Untuk membuat sebuah game yang bagus, kita harus memperhatikan pada apa yang membuat orang untuk tetap memainkan sebuah game, yaitu motivasi. Aktivitas utama game tersebut harus menarik dan menyenangkan. Untuk menahan motivasi dengan bagus, sebuah game harus memiliki beberapa aspek game yang berbeda. Aspek-aspek itu meliputi tingkat kesulitan yang pantas, sistem penghargaan yang disetel dengan baik, konsekuensi pilihan yang berbeda-beda, serta komunikasi yang cepat dengan pemain. Semua aspek ini berhubungan dengan satu sama lain. Tingkat kesulitan yang sesuai akan mendorong pemain untuk melanjuti game. Konsekuensi dari pilihan pemain dapat mengubah hasil terakhir game dan mungkin juga dapat mengubah tingkat kesulitan untuk merefleksikan konsekuensi. Dari pilihan pemain tersebut, game dapat memberikan penghargaan dan hadiah yang berbeda. Segala hal ini dikomunikasikan kepada pemain dengan cepat agar mereka tetap tertarik kepada gamenya. Semua aspek tersebut akan membangun motivasi yang akan membawa seorang pemain dari awal hingga akhir game (Egenfeldt-Nielsen, 2011).

Dalam membuat sebuah game edukasi, kita juga harus memperhatikan edukasinya. Kalau kita hanya membuat game yang bagus, seorang pemain akan senang bermainnya tetapi tidak ada edukasi yang diberikan. Integrasi edukasi juga tidaklah mudah. Kita tidak bisa hanya memberikan materi di tengah permainan. Banyak orang hanya akan melewatinya tanpa membacanya karena materi tersebut tidak diperlukan. Jadi, edukasi dalam game yang bagus adalah game dimana edukasi tersebut diperlukan untuk lanjut dalam gamenya (Alwasaet, n.d.).

Sebagai contoh, coba pikirkan sebuah game dimana pemain akan berperan sebagai dokter. Tujuan game tersebut adalah untuk mengobati berbagai penyakit yang dimiliki pasien. Setiap pasien tidak akan memiliki penyakit yang sama, dan setiap penyakit pasti akan memerlukan metode pengobatan yang berbeda. Oleh karena itu, untuk melewati setiap rintangan, pemain diperlukan untuk mengerti apa yang diajarkan oleh game tersebut.

Sekarang sudah ada banyak game edukasi yang dapat ditemukan. Game-game ini berada pada berbagai perangkat dan bervariasi berdasarkan genre dan demografi. Kita memiliki banyak pilihan dalam game edukasi yang ingin dimainkan. Tetapi, tidak semua game memiliki tingkat kualitas yang sama. Banyak game edukasi yang hanya berupa buku cetak sekolah yang digital. Game-game edukasi yang bagus akan terlihat berbeda dari game edukasi lainnya. Game tersebut tidak akan terlihat sebagai game edukasi.

Gambar 1. The Oregon Trail screenshot (My Abandonware, n.d.)

Contoh game edukasi yang bagus adalah The Oregon Trail yang ditunjukkan gambar 1. The Oregon Trail adalah sebuah game edukasi yang bertujuan untuk memperkenalkan salah satu sejarah Amerika Serikat. Dalam game ini, pemain berperan sebagai pengendara gerobak yang sedang menempuhi jalan di Oregon Trail, yaitu jalur yang menghubungi Sungai Missouri dengan Oregon di Amerika Serikat. Game tersebut menunjukkan realita perjalanan dan kehidupan penetap abad ke-19. Segala peristiwa yang terjadi dalam game tersebut dibuat berdasarkan apa yang mungkin terjadi kepada para penetap.

Gambar 2. Birds Kahoot Quiz (National Geographic, n.d.)

Contoh game edukasi bagus lainnya adalah Kahoot yang ditunjukkan pada gambar 2. Kahoot adalah situs pembelajaran anak online yang berupa quiz pilihan ganda. Pertanyaan quiz tersebut dapat diubah sesuai keinginan pengajar. Walaupun mirip dengan ulangan di sekolah, Kahoot membuatnya menjadi pengalaman yang berkesan. Kahoot dimainkan dengan banyak orang, sehingga ideal untuk permainan kelas. Kahoot memiliki sistem ranking dalam setiap quiz yang dapat mendorong para pemain untuk lebih memerhatikan pertanyaannya. Waktu dalam setiap pertanyaan dapat diubah, dan ada berbagai jenis soal. Para pemain juga dapat bermain dalam tim. Variasi dalam permainan ini akan membuat pemain tetap tertarik pada permainan, dan kebebasan dalam pembuatan pertanyaan juga memudahkan pengajar dalam memberikan materi.

Semua teknologi memiliki manfaat bagi segala orang, dan video game juga termasuk. Video game dapat disatukan dengan edukasi untuk memberikan pengalaman bermain dan belajar yang sangat berkesan. Dengan game edukasi, orang yang ingin belajar dapat memainkan sebuah game yang dapat memberikan materi yang mereka inginkan tanpa memaksa mereka untuk hanya membaca buku. Game edukasi dapat melakukan tersebut dengan memberikan tantangan yang harus dilewati dengan edukasi yang diberikan. Setelah tantangan tersebut diselesaikan, ilmu dari tantangan tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan tantangan berikutnya. Itu akan berulang terus-menerus hingga game selesai, dan pemain akan mendapat edukasi yang baik dan benar tanpa hilang motivasi belajar.

Daftar Pustaka

Alwasaet. (n.d.). 3 Factors that Make a Good Educational Video Game “Good” | Alwasaet. Retrieved September 20, 2022, from https://alwasaet.com/factor-make-a-good-educational-video-game/

Egenfeldt-Nielsen, S. (2011, February). What Makes a Good Learning Game? Going beyond edutainment. Elearn Magazine. Retrieved September 20, 2022, from https://elearnmag.acm.org/archive.cfm?aid=1943210

My Abandonware. (n.d.). The Oregon Trail. https://www.myabandonware.com/game/the-oregon-trail-2ku

National Geographic. (n.d.). Birds. Kahoot. https://create.kahoot.it/details/e2c4f0b0-7198-42b1-903f-180bced9659b