One and Done – Wellington

The modernist home designed by little unknown architect Reginald N Uren looks deceptively simple but it’s surprisingly complex structure that has been lovingly nurtured.

Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish McKay tertarik untuk membeli rumah ini di Tahun 2004. Rumah ini mulai dibangun dari tahun 1965 dan selesai pada tahun 1967. Rumah ini terletak di Kota Kiwi yang dekat dengan Pantai Raumati, Wellington. Pemilik sebelumnya Ron Uren mengalami kesulitan keuangan dikarenakan penyakit yang dideritanya. McKay melihat kondisi pemilik sebelumnya yang tercitra dari keadaan taman dari rumah ini yang mulai tak terawat.

Akan tetapi ketertarikan McKay terhadap rumah ini dikarenakan letaknya yang jauh dari kebisingan kota dan dekat pantai membuatnya memilih rumah ini sebagai rumah idamannya. Rumah ini mencitrakan sinkronisasi antara arsitek dan pemilik. Kebutuhan dan keinginan pemilik diakomodasikan secara indah dengan gaya perancangan arsitek. Desain interior yang dimiliki rumah ini juga memperhatikan kedua hal tersebut. Kondisi modern yang tercitra pada rumah-rumah pusat kota terlihat secara visual dan dapat dirasakan ada di rumah ini meskipun keadaan lokasi tempat rumah ini berada di pinggiran kota dan jauh dari pusat kota yang memvisualisasikan keinginan pemilik sebelumnya. Rumah ini punya personalitas. Terdapatnya trik-trik khusus seperti penggunaan cermin pada dinding untuk menyiasati luas rumah yang terbilang kecil untuk terlihat menjadi luas. Rumah ini terlihat seperti kotak bento Jepang yang sederhana tapi “compact” dan komplit terlebih lagi area taman di luar rumah ini seperti dipancang dapat merawat dirinya sendiri. Rumah ini juga memperlihatkan karya-karya seniman New Zealand dan Australia seperti Ronnie Van Hout dan Diena Gorgetti. Pemilihan material seperti “redwood cedar”, kaca, dan batu dominan pada rumah ini sehingga membuat rumah ini terkesan hangat dan sangat pantas dikatakan sebagai “rumah” tempat untuk beristirahat yang nyaman. Atap datar yang digunakan membuat rumah subtropis ini terasa hangat terlebih lagi konsiderasi letak rumah terhadap arah mata angin yang membuat rumah ini selalu disinari matahari baik lantai, langit-langit maupun dinding. Tidak ada satupun elemen interior maupun

arsitektur yang diganti oleh McKay, karena sejak pertama kali ia melihat rumah ini ia langsung merasa ini rumah yang benar-benar ia idamkan selama masa hidupnya.

Hal yang menarik pada artikel ini, adalah ketika pemilik rumah yang baru merasa personalitas dirinya juga ada pada rumah tersebut karena jarang sekali ada dua orang berbeda yang memiliki personalitas yang sama yang dapat dicitrakan pada rancangan interior sebuah rumah apalagi kedua orang tersebut tidak memiliki hubungan darah. Akan tetapi, ada kemungkinan besar ketertarikan terhadap seni dan gaya yang sama membuat rumah tersebut tetap utuh hingga saat ini oleh dua pemilik yang berbeda. Arsitek ini sangat berhasil dalam mencitrakan kesan simple modern yang nyaman pada rumah ini dengan gayanya sendiri tanpa meninggalkan keinginan dan kebutuhan pengguna.