Cara Menciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman Selama WFH

Perubahan pola kerja yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir telah mendorong banyak individu untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Bekerja tidak lagi terbatas pada ruang kantor formal, melainkan dapat dilakukan dari hunian pribadi melalui konsep Work from Home. Kondisi ini menuntut penyesuaian tidak hanya dari sisi pola kerja, tetapi juga dari lingkungan tempat bekerja itu sendiri.
Kenyamanan lingkungan kerja menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas kerja, konsentrasi, serta produktivitas seseorang. Lingkungan kerja yang nyaman mampu mendukung tubuh dan pikiran untuk bekerja secara optimal, sedangkan lingkungan yang kurang nyaman dapat memicu kelelahan, stres, hingga penurunan kinerja. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor-faktor yang membentuk kenyamanan lingkungan kerja menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Dari sudut pandang ergonomi, kenyamanan lingkungan kerja dipengaruhi oleh berbagai aspek lingkungan fisik yang berinteraksi langsung dengan tubuh manusia. Beberapa faktor utama yang berperan antara lain lingkungan termal, pencahayaan, kebisingan, kualitas udara, serta tata ruang kerja. Seluruh faktor ini perlu diperhatikan secara menyeluruh agar lingkungan kerja dapat mendukung aktivitas kerja secara berkelanjutan.
Pengertian Kenyamanan Lingkungan Kerja
Kenyamanan lingkungan kerja dapat diartikan sebagai kondisi lingkungan fisik dan psikologis yang memungkinkan seseorang bekerja dengan rasa aman, nyaman, dan efisien. Lingkungan kerja yang nyaman tidak hanya berkaitan dengan fasilitas yang tersedia, tetapi juga dengan bagaimana lingkungan tersebut mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan fisik dan mental pekerja.
Dalam konteks ergonomi, kenyamanan lingkungan kerja berkaitan erat dengan kemampuan lingkungan dalam menjaga keseimbangan tubuh, mengurangi beban kerja fisik, serta meminimalkan gangguan yang dapat menurunkan konsentrasi. Lingkungan kerja yang dirancang dengan baik akan membantu pekerja mempertahankan fokus, meningkatkan kualitas hasil kerja, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan. Lalu, bagaimana cara menciptakan lingkungan kerja yang nyaman selama WFH? Berikut adalah faktor-faktor yang perlu Anda perhatikan.
Baca juga: Aplikasi Online untuk membantu WFH
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Lingkungan Kerja
1. Lingkungan Termal
Lingkungan termal merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Suhu dan kelembapan udara yang tidak sesuai dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik seperti rasa gerah, kedinginan, atau kelelahan yang berlebihan.
1.1. Pengaturan Suhu Ruangan
Suhu ruangan yang ideal untuk bekerja umumnya berada pada kisaran 22 hingga 25 derajat Celsius. Suhu ini dianggap cukup nyaman untuk mendukung aktivitas kerja tanpa membuat tubuh bekerja terlalu keras dalam menyesuaikan temperatur internal. Penggunaan pendingin ruangan seperti AC dapat membantu menjaga kestabilan suhu, terutama pada ruangan tertutup.
1.2. Kelembapan Udara
Selain suhu, kelembapan udara juga memengaruhi kenyamanan lingkungan kerja. Kelembapan yang terlalu tinggi dapat membuat ruangan terasa pengap, sedangkan kelembapan yang terlalu rendah dapat menyebabkan kulit dan saluran pernapasan menjadi kering. Pengaturan AC pada mode cool dry atau penggunaan dehumidifier dapat membantu menjaga kelembapan udara tetap ideal.
1.3. Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kualitas udara di ruang kerja. Bukaan seperti jendela dapat membantu aliran udara segar masuk ke dalam ruangan. Namun demikian, perlu diperhatikan agar paparan sinar matahari langsung tidak menimbulkan ketidaknyamanan termal yang berlebihan.
2. Pencahayaan
Pencahayaan merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh besar terhadap kenyamanan lingkungan kerja, khususnya dalam aktivitas yang membutuhkan fokus visual tinggi. Pencahayaan yang kurang memadai dapat menyebabkan kelelahan mata, sakit kepala, serta penurunan konsentrasi.
2.1. Pencahayaan Alami
Pemanfaatan pencahayaan alami dari sinar matahari sangat dianjurkan untuk mendukung kenyamanan lingkungan kerja. Cahaya alami tidak hanya membantu menghemat energi, tetapi juga memberikan efek positif terhadap suasana hati dan ritme biologis tubuh. Posisi meja kerja sebaiknya diatur sedemikian rupa agar cahaya masuk dari arah depan atau samping, bukan dari belakang atau tepat menghadap layar.
2.2. Pencahayaan Buatan
Apabila pencahayaan alami tidak mencukupi, penggunaan pencahayaan buatan menjadi solusi yang diperlukan. Lampu kerja yang dapat diatur arah dan intensitas cahayanya sangat membantu menciptakan penerangan yang fokus. Penggunaan lampu dengan fitur dimmer memungkinkan penyesuaian intensitas cahaya sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan.
2.3. Warna Cahaya
Pemilihan warna cahaya juga berpengaruh terhadap kenyamanan lingkungan kerja. Lampu dengan warna warna warm light akan memberikan efek relaksasi yang membantu orang untuk tenang dan bersiap untuk tidur. Sedangkan lampu daylight atau cool white mengandung spektrum biru yang membantu orang meningkatkan kewaspadaan dan produktivitas. Untuk aktivitas kerja, penggunaan cahaya dengan spektrum yang mendukung fokus visual sangat dianjurkan.
Cahaya yang dihasilkan dari layar komputer/laptop juga dapat menyebabkan kelelahan pada mata. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setelah melihat monitor selama 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik dengan cara melihat objek yang berada pada jarak 20 kaki.

3. Kebisingan
Kebisingan merupakan salah satu faktor yang sering kali mengganggu kenyamanan lingkungan kerja, terutama pada hunian yang berada di area padat atau dekat dengan sumber suara eksternal. Suara bising dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan tingkat stres.
3.1. Pengendalian Sumber Kebisingan
Penggunaan elemen interior seperti karpet, gorden, dan panel dinding dengan material tertentu dapat membantu meredam suara yang tidak diinginkan. Material tersebut mampu menyerap gelombang suara sehingga mengurangi pantulan dan intensitas kebisingan di dalam ruangan.
3.2. Penggunaan Perangkat Pendukung
Penggunaan headphone atau earphone dapat menjadi alternatif untuk mengurangi gangguan kebisingan dari lingkungan sekitar. Selain itu, mendengarkan musik dengan genre tertentu juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi kerja. Namun demikian, penggunaan perangkat audio dalam jangka waktu lama perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan pendengaran.
4. Kualitas Udara dalam Ruangan
Kualitas udara dalam ruangan turut memengaruhi kenyamanan lingkungan kerja secara keseluruhan. Udara yang bersih dan segar membantu menjaga kesehatan pernapasan serta meningkatkan fokus kerja.
4.1. Ventilasi yang Baik
Ventilasi yang memadai membantu pertukaran udara di dalam ruangan. Udara segar yang masuk akan mengurangi penumpukan polutan dan karbon dioksida yang dapat menyebabkan rasa kantuk dan kelelahan.
4.2. Penggunaan Tanaman Indoor
Tanaman hias di dalam ruangan dapat membantu meningkatkan kualitas udara sekaligus memberikan efek visual yang menenangkan. Beberapa jenis tanaman diketahui mampu menyerap polutan tertentu dan meningkatkan kelembapan udara secara alami.
5. Tata Ruang dan Ergonomi
Tata ruang kerja yang ergonomis menjadi pelengkap penting dalam menciptakan kenyamanan lingkungan kerja. Penataan furnitur yang tepat membantu menjaga postur tubuh tetap ideal selama bekerja.
5.1. Penempatan Meja dan Kursi
Meja dan kursi kerja sebaiknya disesuaikan dengan tinggi badan pengguna. Posisi duduk yang ergonomis membantu mengurangi ketegangan pada leher, bahu, dan punggung. Selain itu, jarak antara mata dan layar komputer perlu diperhatikan untuk menghindari kelelahan visual.
5.2. Kerapian Ruangan
Ruang kerja yang rapi dan terorganisir dengan baik membantu menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif. Penataan dokumen dan peralatan kerja yang efisien dapat mengurangi distraksi dan meningkatkan efisiensi kerja.
Manfaat Lingkungan Kerja yang Nyaman
Lingkungan kerja yang nyaman memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi orang yang bekerja dari rumah (WFH). Berikut adalah beberapa diantaranya:
- Lingkungan kerja yang nyaman dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hasil kerja, serta menurunkan tingkat kelelahan dan stres.
- Kenyamanan lingkungan kerja juga berperan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang.
- Dengan lingkungan kerja yang mendukung, individu akan lebih mudah mempertahankan konsentrasi dan motivasi kerja. Hal ini pada akhirnya berdampak positif terhadap pencapaian target kerja dan kepuasan dalam bekerja.
Tertarik Menciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Produktif? Wujudkan Bersama Interior Design BINUS @Bandung
Kenyamanan lingkungan kerja merupakan aspek penting yang tidak dapat diabaikan, baik dalam konteks bekerja di kantor maupun dari rumah (WFH). Melalui pengaturan lingkungan termal, pencahayaan, kebisingan, kualitas udara, serta tata ruang yang ergonomis, lingkungan kerja dapat dioptimalkan untuk mendukung produktivitas dan kesehatan.
Bagi Anda yang tertarik untuk mendalami bagaimana merancang ruang kerja yang nyaman, fungsional, dan berbasis prinsip ergonomi, jurusan Interior Design BINUS @Bandung menjadi pilihan yang tepat. Melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan desain masa kini, mahasiswa dibekali kemampuan untuk merancang lingkungan interior yang mendukung produktivitas dan kesejahteraan penggunanya. Wujudkan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dengan bergabung bersama Interior Design BINUS @Bandung.
Penulis:
Rachmi Kumala Widyasari, S.T., M.Ds
Referensi:
Panduan Ergonomi “Working from Home”, data diperoleh melalui situs internet: https://pei.or.id. Diakses pada tanggal 29 November 2020.
Comments :