Riset Pasar Untuk Pelaku UMKM

Sudah banyak diketahui bahwa peran dan kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada perekonomian Indonesia sangatlah besar, menurut data dari Kementerian Perindustrian dan Perdangan menyebutkan bahwa kontribusi UMKM ini mencapai 60%, selain itu sektor UMKM juga salah satu sektor dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi, yakni sebesar 96% dari total angkatan kerja atau sekitar 116 juta orang. Meskipun UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian di Indonesia, namun UMKM juga sangat rentan terhadap perubahan – perubahan yang terjadi di masyrakat, oleh karena penting bagi pelaku UMKM untuk membekali diri mereka dengan knowledge dan skills yang cukup untuk dapat membaca peluang dan perubahan yang terjadi di Masyarakat, terlebih lagi saat ini peran teknologi dalam pengembangan bisnis semakin besar dan penting untuk diperhatikan.

Untuk dapat mengetahui peluang dan juga perubahan yang terjadi dimasyarakat, pelaku UMKM dapat melakukan studi atau yang biasa disebut dengan riset pasar. Melalui riset pasar yang baik dan benar, kita akan dapat mengetahui kebutuhan pasar, mengenal target market kita, mengetahui peluang yang ada dipasar atau untuk menganalisis hal – hal yang dilakukan oleh para pesaing kita. Berikut ini adalah beberapa tahapan yang perlu untuk dipertimbangkan saat para pelaku UMKM melakukan riset pasar.

  1. Menentukan tujuan riset dan merumuskan masalah

Sebelum memulai melakukan riset pasar, penting bagi kita untuk menentukan terlebih dahulu hal apa yang hendak diketahui atau tujuan riset yang dilakukan, misalkan untuk pengembangan produk atau ingin membuka cabang.

  1. Menentukan metode pengumpulan data

Setelah menentukan tujuan, langkah selanjutnya adalah menentukan metode pengumpulan data. Secara umum terdapat dua teknik untuk menentukan desain penelitian, yakni dengan probability sampling atau dengan non-probability sampling, sehingga kita dapat menentukan siapakah yang akan menjadi target responden kita serta kebutuhan data yang akan kita perlukan.

  1. Mengumpulkan data

Setelah menentukan metode pengumpulan data, kita dapat mulai untuk mengumpulkan data yang ada dilapangan.

Secara umum, terdapat dua jenis data, yakni data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dan dilakukan sendiri oleh peneliti, sedangkan data sekunder adalah data yang telah tersedia dan diolah oleh orang lain atau pihak lain sehingga peneliti dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan peneliti.

Dalam hal pengumpulan data, peneliti harus dapat menentukan terlebih dahulu dengan spesifik dan terperinci kriteria orang yang akan menjadi responden kemudian akan ditentukan bagaimana cara mendapatkan atau menghubungi calon responden tersebut.

  1. Melakukan analisis data dan interpretasi data

Setelah data semua telah dikumpulkan, tahap selanjutnya adalah melakukan pengolahan data kemudian data tersebut akan di analisis serta memberikan interpretasi dari analisis data tersebut. Sebelum dilakukan pengolahan data, peneliti terlebih dahulu dapat melakukan validasi data sebelum diolah dan dianalisis.

Sebagai tambahan informasi untuk memperkuat hasil analisis, kita juga dapat menggunakan teknologi seperti google trends, media sosial, ataupun sumber-sumber lain yang relevan sesuai dengan kebutuhan riset pasar kita.

  1. Membuat laporan riset

Tahapan terakhir dari riset pasar ini adalah membuat laporan hasil riset pasar serta mempresentasikannya kepada pihak – pihak yang memerlukan hasil riset pasar tersebut.

Saat ini telah banyak sekali para pelaku UMKM yang melakukan riset pasar sebelum mereka meluncurkan produk baru, atau membuka cabang baru, maupun melakukan analisis trend yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat dilihat bahwa usaha – usaha tersebut dapat berkembang dan mampu bersaing di era seperti sekarang ini.